Postingan

Menampilkan postingan dengan label CERPEN MINI

BBM = BUKAN BUAT MENGGOSIP

Ber-bbm memang asik tapi kalo BBM jadi sarana ngomongin orang, rasanya menyebalkan sekali. Berikut adalah sebuah kisah nyata tentang seorang wanita yang hobi banget mengggosipkan teman-temannya kepada teman baiknya.  Ada suara yang menandakan sebuah BBM masuk ke BB Sinta. Sinta berpikir itu BB dari rekan kerjanya. Ternyata BBM dari Lusi, teman baiknya ketika kuliah dulu.  Bunyi BBM itu : "Si Edo penghasilannya tahun lalu 7 juta per bulan, sekarang tokonya menghasilkan 10 juta per bulan." Sinta menghela nafas. Jiaaah, ngapain sih sore-sore gini ngomongin penghasilan orang lain. Dengan malas, dia menjawab begini : "Terus? Kayaknya bukan urusan kita deh." Maksudnya, dia ingin Lusi mengerti kalau penghasilan Edo bukan urusan mereka berdua. Tapi, Lusi nggak nyadar, dia malah membalas : "Bilang dong, woooooo! Luar biasa!!!!" Lusi bermaksud ngomong begitu kepada Edo yang hobi bercerita soal penghasilan tokonya yang berlipat ganda dibanding tahun la...

KISAH PAK RT : BELUM ADA KANDIDATNYA

Akhir-akhir ini banyak sekali lalat yang hobi menyerbu ke dalam rumah terutama ketika para warga sedang memasak. Apalagi kalau menggoreng ikan atau ayam. Ada apa gerangan? Ternyata setelah diperhatikan, lingkungan di kompleks perumahan tempat mereka tinggal semakin tidak terawat. Rumput di taman dibiarkan memanjang. Sampah yang berserakan di sekitar taman juga tidak dibuang. Bahkan, di ujung kompleks ada gunungan sampah. Lha, iuran keamanan dan kebersihan yang naik setiap tahun itu untuk apa? Kenapa tidak digunakan untuk menggaji para pemotong rumput ? Kenapa tukang sampah tidak dikerahkan untuk membersihkannya? Atau, adakan acara kerja bakti membersihkan lingkungan kompleks saja.  Aish! Makin lama makin nggak becus nih pak RT. Tahunya duit saja. Kesejahteraan para hansip dan tukang sampah juga sepertinya diabaikan. Banyak hansip mulai tidak suka kepada pak RT.  Sudah saatnya pak RT diganti nih, tapi sampai saat ini tak seorang pun warga bersedia menjadi pak RT. Lha, kalau...

KISAH PAK RT : SAMPAH NGGAK DIBUANG

Kelakuan pak RT yang semena-mena dalam menetapkan uang iuran keamanan tanpa diskusi dulu dengan warga, masih berlanjut. Ketika dia tahu, ada beberapa warganya yang ogah bayar iuran keamanan karena perbedaan jumlah iurannya, pak RT pun lagi-lagi bikin ulah.  Ibu Siti, isteri pak Roni heran karena sampah di bak sampah depan rumahnya tidak dibuang. Padahal, tukang sampah kompleks baru saja membuang sampah di bak sampah tetangganya. Ibu Siti pun menghampiri mang Asep, si tukang sampah. "Mang, kok sampah di bak saya nggak dibuang?" "Tanya pak RT aja, bu. Saya diperintahkan gitu kok. Katanya, rumah ibu jangan dibuang sampahnya." Ibu Siti kaget. "Lho, kok bisa?" "Iya, saya kurang tau juga. Ada lima rumah sih yang nggak boleh dibuangin sampahnya. Atas perintah pak RT." Ibu Siti melongo. Benaknya langsung teringat pada masalah uang iuran keamanan yang belum dibayar oleh suaminya. Oh, jadi begini toh sanksinya dari pak RT? Wah, wah...keter...

KISAH PAK RT : IURAN KEAMANAN YANG BERBEDA

Ini kisah nyata dari sebuah kompleks perumahan kelas menengah di daerah Jakarta Utara. Saya tulis dalam bentuk sebuah cerpen mini.  Pak Kamal menolak membayar iuran keamanan yang ditagih oleh pak Udin, salah seorang hansip yang bertugas di kompleks Makmur Jaya, tempat tinggal pak Kamal. "Maaf, pak Udin. Bukan saya nggak mau bayar iuran keamanan bulan ini. Tapi saya keberatan dengan jumlahnya. Masa iuran untuk saya lebih mahal dibandingkan tetangga lainnya." "Iya, pak Kamal. Pak RT maunya gitu. Katanya, isteri pak Kamal buka praktek sebagai dokter gigi jadi iurannya lebih mahal. " "Apa hubungannya? Toh, saya nggak menganggu lingkungan kompleks ini. Pasien saya juga sedikit. " "Waduh, saya juga nggak ngerti nih, pak. Nanti bapak ngomong aja ya sama pak RT." Sementara itu, pak Roni - tetangga pak Kamal - yang  membuka praktek kantor notaris sedang mengeluh akan sikap pak RT yang semena-mena menaikkan iuran keamanan di rumahnya lebih tin...

IBU BOSS PELIT DAN KUE KERING

Ibu boss yang gendut, berpipi tembam dengan dua lesung pipit kiri dan kanan baru saja pulang dari kantor kliennya. Tangannya menenteng kantong besar berisi kue kering yang yummy. Ada dua kotak kue kering pemberian klien. Di samping ibu boss, ada  seorang notaris muda yang dulu pernah magang di kantornya dan sekarang  menjadi rekan kerjasama ibu boss.  Notaris muda itu juga menenteng sebuah kantong yang ukurannya lebih kecil. Kantong itu berisi sekotak kue kering pemberian klien yang sama.  Ibu boss melenggang masuk kantor, langsung ke pantry. Menyimpan kue kering kegemarannya di lemari. Sementara sang notaris muda membuka kotak kue keringnya. Mengedarkannya kepada dua orang staff di kantor ibu boss. "Silakan dicicipi. Saya dapat dari klien nih." Staff 1 : "Akh, buat mbak saja. Kan ini untuk mbak." Staff 2 : "Iya, mbak..Masa kue dari klien untuk mbak dikasih ke kita." Notaris muda : "Gak papa. Ini dimakan rame-rame saja. Ayo....cobain deh. K...

LEBIH SAYANG HARTA

Suatu hari terjadi kebakaran di sebuah kota. Jeritan minta tolong terdengar menyayat telinga. Pak Andi yang sedang duduk terkantuk-kantuk di gardu, tempat para peronda berkumpul, terlonjak kaget. Bergegas dia berlari ke arah jeritan minta tolong. Tampak nyala api dari salah satu rumah tetangganya. Pak Andi pun memukul tiang listrik sambil berteriak : "Ada kebakaran! Ada kebakaran!" Beberapa warga segera terbangun. Pintu dan jendela beberapa rumah terbuka bersamaan. Tak lama, semua warga bahu membahu mencoba memadamkan api yang berkobar di rumah pak Dudi. Mobil pemadam kebakaran yang ditelpon pun tak lama kemudian muncul dengan raungan sirenenya yang memekakkan telinga.  Ketika akhirnya api berhasil dipadamkan, beberapa warga tampak menghampiri pak Dudi si pemilik rumah yang berhasil menyelamatkan diri dari amukan si jago merah. Pak Dudi terduduk lemas di atas rerumputan. Matanya memandang tumpukan puing dan abu rumahnya. Ada aliran bening mengalir di sudut mata tuanya. ...

EKONOMIS BINTI ROMANTIS

Dea sedang jalan-jalan di mal bersama Bram, suaminya ketika Dea melihat sepasang suami isteri yang sangat mesra. Dea mencolek pinggang Bram. “Mas..lihat deh suami isteri yang sedang melihat-lihat toko elektronik   itu. Mesra ya? Suaminya selalu mengenggam isterinya dengan erat seolah-olah takut sang isteri terjatuh.” Bram memandang ke arah yang ditunjuk isterinya. “Oh, namanya juga suami isteri ya..pasti genggaman tangan dong.” “Iya, memang harusnya begitu itu seorang suami sama isterinya. Mesra. Gak kayak mas Bram yang jarang menggenggam tanganku. Kalau jalan suka ninggalin aku di belakang.” Dea cemberut. Bram tertawa geli melihat isterinya, “Yeee...bilang aja kamu iri. Pengen digenggam juga. Sini..sini kugandeng deh tangannya.” Bram mengambil tangan kiri isterinya dan menggandengnya erat. Dea menepis tangan suaminya. “Ih, kalau aku cemberut baru deh mau gandeng. Itu namanya gak tulus. Gak dari dasar hati yang terdalam.” Bram tersenyum. Dil...

SELAMAT ULANG TAHUN, SAYANG......

9 Januari berpuluh tahun yang silam, seekor bangau putih meletakkan sebuah bungkusan kain di atap sebuah rumah. Bungkusan kain itu berisi seorang bayi lelaki yang tampan. Bayi yang menjadi putera pertama dari sepasang suami isteri yang sudah lama menantikan seorang anak untuk meramaikan rumah mereka. Bayi itu diasuh dan dirawat dengan baik. Meskipun sewaktu kecil, ia begitu kecilnya (berat tubuhnya tidak seperti bayi-bayi seusianya) sehingga sang ibu merasa cemas dan memberinya banyak makanan bergizi agar ia bisa tumbuh lebih besar. Usaha sang ibu tak sia-sia... Bayi itu tumbuh sehat dan semakin besar ..besar...dan besar... Dari seorang bayi lelaki yang mungil, tubuhnya berkembang menjadi seorang remaja pria yang pintar, memiliki banyak talenta dan tentu saja, tampan. Prestasi demi prestasi dicapainya saat masih sekolah dan menjadi kebanggaan orang tuanya. Tahun pun berlalu, remaja pria itu bertumbuh menjadi seorang pria dewasa yang berkumis dan berjenggot, dengan alis hitam tebal yang...

CHITA DAN RIANA

Usia sudah setuwir ini tapi masih dianggap anak kecil yang harus dijaga, dilindungi dan selalu diatur. Hufff! Beteeeee deeeeh! Bayangken, seorang wanita karir yang sudah punya usaha sendiri dan sudah bisa mengatur para karyawannya meskipun cuma 2 orang, tapiiii....di rumah masih diatur ortu. sigh....mode on. Well, that's a life. Chita hanya bisa membiarkan ortu (especially her dad) mengatur seluruh hidupnya. Lha, sekalinya Chita sempat protes karena tidak setuju dengan segala bentuk pengaturan aneh itu, sang ayah langsung bilang : "Begini nih, kalo anak sudah bisa cari duit sendiri. Mentang-mentang udah sukses, jadi merasa pinter sendiri." Alamaak! Capcai deh! Terpaksa, Chita mengalah dan mengikuti apa kemauan sang ayah. Walaupun ia tahu, kehendak sang ayah itu tidak selalu benar. Tapi demi mencegah pertempuran dalam rumah mereka, Chita harus patuh. Siapakah Chita? Chita tak lain adalah salah satu jiwa yang bersemayam dalam diri saya. Chita adalah saya. Chita adalah sis...

WAKTU KAMU SAKIT

Beberapa hari lalu, kamu sakit campur aduk. Masuk angin, tenggorokan sakit saat menelan, badan panas dan terasa ngilu, terutama di bagian betis. Sungguh, gejala masuk angin binti panas dalam yang sudah akut. Akh, membuat hati risau saja. Saya takut kamu kena typhus. Mana saya nggak mungkin pergi ke rumahmu yang nun jauh di sana. Saya cuma bisa menghubungimu via ponsel. Menanyakan keadaanmu plus memberikan pesan-pesan ala emak-emak bawel yang gagal jadi bu dokter. Banyak minum air putih (dicampur garam secukupnya), makan buah pepaya, minum susu cap Beruang, jangan makan gorengan dan yang pedas-pedas, tidur pake jaket, dll. Secara kamu sering kepanasan dan kalau naik motor malas pakai jaket. Padahal meskipun siang hari mestinya pakai jaket juga untuk mencegah angin. Belum lagi hobimu begadang menyelesaikan pekerjaan yang dikejar deadline. Duh..duh…ingin rasanya meminjam sepasang sayap peri agar saya bisa terbang ke rumahmu. Saya ingin meraba dahimu yang panas, mengukur suhu tubuhmu, men...

CINTA YANG DEWASA

Di awal-awal menjalin kasih, seringkali timbul perasaan mellow. Mendayu-dayu tidak jelas. Rindu membuncah. Cemburu membakar. Mungkin karena belum terlalu mengenal, sehingga sering timbul curiga. Selalu merasa takut kehilangan. Namun dengan berlalunya waktu. Dengan semakin seringnya berbincang-bincang. Dengan semakin seringnya ngambek, dibujuk, dirayu dan senyum kembali. Dan, dengan semakin mengenal watakmu, semua perasaan mellow berangsur-angsur lenyap. Tak ada lagi acara ngambek, tak ada lagi cemburu berlebihan, tak ada lagi rasa rindu menggebu-gebu. Seperti katamu, aku lebih sabar, lebih kalem, lebih tegar. Walau aral melintang masih ada di depan mata. Tapi, kuakui...semakin hari aku semakin dewasa dalam bersikap. Kecuekan kamu, kesabaran dan kekaleman kamu menular kepada diriku. Ternyata bukan usia saja yang bisa bertambah dewasa, tetapi dalam mencintai seseorang pun kita dituntut untuk bersikap dewasa. Cinta yang dewasa adalah cinta yang tak banyak menuntut, tak suka ngambek, tak ...

JAUH TAPI DEKAT

Beberapa hari yang lalu ada masalah dalam keluarga yang membuat saya sedih dan menangis tanpa suara. Dan, di saat seperti itu...saya hanya bisa cerita kepada Yesus yang saya sembah. Tetapi sebagai manusia, saya juga butuh teman untuk curhat. Saya ingin menelpon salah seorang sahabat perempuan saya tetapi..sudah terlalu malam. Saya tak ingin menganggu mereka. Alhasil, saya coba mengirim SMS kepada sang pangeran. SMS pertama : "Kamu sudah tidur, belum?" Tidak ada jawaban. Hmm..mungkin sudah tidur, pikir saya. Tapi, saya tidak kuat lagi menanggung kesedihan ini. Lalu, saya kirim lagi SMS berikutnya : "Pangeran, saya sedang sedih." Itu bunyi SMS saya yang ke 2. Tak berapa lama, dia menjawab SMS saya. "Gw lagi di jalan, bentar lagi sampai rumah. Tenang ya..... " Hanya sebaris kalimat tapi cukup menenangkan saya. Saya hanya mengusap air mata yang menggenang di sudut mata dengan jari telunjuk saya. Saya berusaha sabar dan tidak mengirimkan SMS lagi. Hanya bebera...

LOVE IS FREE

Malam ini, setelah seharian sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk, aku membaca sebuah novel metropop. Baru beberapa halaman, aku sudah terhenyak. Bukan oleh kisah dalam novel itu, tetapi oleh beberapa baris kalimat yang berbunyi kurang lebih seperti ini : CINTA ITU MEMBEBASKAN. SAAT SESEORANG BERADA DI SISI ORANG YANG KITA DICINTAI, DIA TETAP BEBAS MENJADI DIRINYA. BEBAS MENJADI DIRI SENDIRI DAN DICINTAI DI SAAT YANG SAMA. INDAH YA? KALAU KEADAANNYA BUKAN BEGITU, MAKA PASANGANMU AKAN KEHILANGAN DIRIMU, KARENA KAMU MENJADI ORANG LAIN. Hmm..John Lenon bilang : Love is free. Free is love. Cinta memang seharusnya tidak mengekang. Cinta berarti memberi kebebasan kepada orang yang kita cintai. Berprinsip pada hal itu, maka aku pun mencoba memberi kebebasan bagimu, pangeran. Aku tahu, kamu adalah tipe pria yang suka memelihara kumis, jenggot, bahkan berambut gondrong. Sungguh tipe pria yang jauh dari pria idamanku. Tetapi, ketika akhirnya aku jatuh cinta padamu, maka aku mencoba menerima se...

SEPUCUK SURAT, SERANGKAI RINDU

Saat kutulis surat ini, aku pasti masih berada di suatu tempat yang jauh....jauh....sekali dari istanamu, pangeran....Tapi, aku tahu jarak tak pernah membuat kita benar-benar terpisah. Ada tali tak kasatmata yang selalu menghubungkan hatimu dan hatiku. Tali yang seperti sinyal ponsel yang selalu mampu menjangkau getar rasa kita berdua. Meski tak bisa menghubungimu via SMS (sinyalnya belum tentu ada) dan tak ada waktu untuk ke warnet untuk menulis imel karena jadwal perjalanan yang pasti sangat padat. Tetapi, getar rasa itu tak pernah sirna. Meski aku tahu, rinduku padamu pasti sudah sedalam samudra Pasifik dan setinggi gunung Fujiyama, namun..aku mencoba bersikap cuek demi memenuhi jiwa pelanoong yang sudah mendarah daging. Dan, sepert katamu : "Suami isteri yang pisah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun karena harus kuliah di luar negeri saja tidak heboh. Masa, kita yang pisah beberapa hari saja jadi histeris? Kalau bisa kan kita bisa SMS-an." Yup! Kamu benar sayang....Tet...

KAMU BIKIN AKU GROGI

'Kamu bikin aku grogi." Kamu sering mengatakan kalimat itu saat aku memujimu berlebihan. Saat aku dengan noraknya meledekmu dengan sejuta rayuan gombal rasa siomay tanpa bawang bombay. Ho ho ho...Aku senang sekali melihatmu tersipu malu. Waduh, kok, ada cowok tersipu malu sih? Rona merah di wajahmu terlihat jelas meski kulitmu cukup ireng maulana. Aku seperti melihat seorang bocah lelaki yang sedang malu, kikuk dan tak tahu harus berkata apa. Ahai, aku memang jail ya? Dengan kemampuanku menguntai kata dan memadu imajinasi, aku sering menghujanimu puisi-puisi manis, semanis senyum anggurmu (walau anggur tak manis utuh). Aku memang romantis, seperti kata seorang sahabat. Benakku tak pernah kehabisan ide. Terlebih lagi, aku memiliki kamu, sumber inspirasi yang tak pernah kering. Saat aku merasa rindu, kamu kulukis dengan selaksa kata indah. Saat aku merasa sedih, kamu juga yang kuuntai dalam kalung puisi nan cantik. Saat aku merasa kesal (kepadamu tentu saja), kamu juga yan...

KEBETULAN YANG ANEH

Sebuah novel berjudul 'L' karya Kristy Nelwan yang kubaca malam ini sangat menyentuh hatiku. Banyak kalimat yang pas banget dengan suasana hatiku saat ini. Semuanya tentang CINTA. CINTA DATANG TANPA SENGAJA. CINTA DATANG TANPA RENCANA Dua kalimat itu bagai menohok hatiku. Kok, persis banget dengan apa yang kurasakan. Saat aku mencintaimu, aku tak pernah merencanakannya. Cinta itu muncul begitu saja tanpa disengaja. Semua berjalan alami seiring dengan kedekatan kita selama ini. Cinta itu juga tak memilih kepada siapa ia hendak menjatuhkan dirinya. Tak peduli seperti apa fisikmu. Tak hiraukan seberapa banyak kekayaanmu. Tak menggubris seberapa banyak titel dan jabatan yang kamu miliki. Mungkinkah itu yang dinamakan cinta yang murni? Atau...cinta sejati? Padahal, bila menggunakan logika, semestinya cinta itu tak pernah jatuh ke palung hatimu. Tak pernah...dan seharusnya tak mungkin. Tetapi, itulah misteri cinta. Tak seorangpun bisa memahaminya. Kamu tahu, pangeran....terkadang aku...

KAMU MEMBUATKU MELELEH

Aku sering berpikir kalau kamu tidak serius. Kamu cuma iseng mendekati aku. Kamu nggak beda dengan para cowok yang hanya ingin menggodaku. Tetapi, hari ini aku temukan jawaban dari keraguanku selama ini. Dan, semuanya tak disengaja. Tiba-tiba saja, aku teringat pada puluhan surat yang kukirim kepadamu. Surat-surat yang selalu kau balas dengan rajin dan penuh semangat. Surat-surat yang menjadi saksi kisah kita berdua. Aku pun bertanya : "Apakah kamu menyimpan semua suratku?" Aku berpikir, kamu tak mungkin menyimpannya. Aku saja tak selalu menyimpan semua suratmu. Karena inbox di imelku sudah terlalu penuh kalau harus menyimpannya. Hanya puisimu saja yang kusimpan di file kompi. Maka, aku begitu terkejut saat kamu mengaku telah menyimpan beberapa suratku, terutama yang berisi tanggal lahirku, alamat rumahku, lagu favoritku dan surat ketika kita jadian. Walaupun kita jadian via SMS. Astaga! Alamakzaaan! OMG! Aku sama sekali tak percaya kamu bisa seromantis itu. Aku tak menyang...

A SONG FOR YOU, MY PRINCE...

Kemarin malam, di salah satu halaman sebuah novel metropop yang sedang kubaca, aku menemukan sepenggal lagu yang manis sekali. Lagu itu berjudul IF YOU'RE NOT THE ONE By Daniel Bedingfield. Dan...rasanya, lagu ini pernah kudengar tapi dimana? Kapan...? Aku lupa...Aku cuma ingat beberapa liriknya aja. Kalau tidak salah di bagian refrain-nya. Lirik lagu itu sangat menyentuh hatiku karena sangat pas dengan situasi yang sedang kita hadapi. Maka, sore ini aku langsung mencari lagu itu di Gudangnya paman Gugel. Gotcha! Aku menemukannya. Ternyata seperti dugaanku sebelumnya, aku memang pernah mendengar lagu ini. Hanya saja, aku tidak hafal liriknya. Kamu tahu, pangeran...saat aku perhatikan dengan seksama lirik lagu ini, jantungku serasa berhenti berdetak. Kerongkonganku bagai disumbat. Nafasku tercekat. Nyaris semua kata di lagu ini sangat tepat melukiskan situasi hatiku beberapa hari terakhir ini. Dan, tanpa bisa kucegah air mataku merebak perlahan. Aku jadi teringat akan situasi s...

VIRUS KANGEN

Malam mulai merambat perlahan saat rasa kangen itu menyeruak tiba-tiba di sudut hati. Teringat akan suratmu tadi pagi yang penuh kalimat lucu dan jail, khas dirimu. Dan, tanpa kusadari seulas senyum terukir di bibirku. Kembali kubuka inbox imelku dan kubaca lagi deretan kalimat itu. Berulang kali dan tanpa jemu. Setiap titik dan koma kuresapi. Setiap kata kunikmati bagai sedang menjilat sisa-sisa es krim yang menetes di jari jemariku. Akh, kamu selalu saja berhasil membuatku tersenyum, betapapun kesalnya diriku saat itu. Entah mengapa, aku tak pernah bisa marah sungguhan. Walau katamu, aku suka merajuk dan kalau sedang merajuk, kamu jadi kewalahan membujuk aku. Tahukah kamu, aku suka geli sendiri setiap kali kamu mulai bingung menghadapi kelakuanku yang manja dan kekanakan? Diam-diam, aku senang melihat caramu membujukku. Karena itu aku semakin senang merajuk setiap kali kamu membuatku kesal. Aku merasa, kita semakin mesra ketika aku merajuk dan kamu mulai sibuk membujuk. Kamu tahu, me...

AKU INGIN PULANG

Sampah-sampah ini dilemparkan lagi ke duniaku. Baunya luar biasa. Busuk sekali. Paru-paruku rasanya mau meledak. Tak tahan pada aromanya yang ajaib. Tapi, aku tak berdaya. Paru-paruku terus menghirup bau itu. Hidungku tak mampu menolaknya meski telah kututup dengan masker baja. Yang ada malah aku tak mampu bernafas dengan baik. Maka kulepaskan masker itu. Kuhirup saja baunya. Kubiarkan ia mengendap di paru-paruku. Kunikmati saja aroma busuknya. Walau paru-paruku mulai kotor dan hidungku dipenuhi tumpukan upil. Aku pasrah. Aku rela. Namun, ada saatnya aku ingin memberontak. Aku tak tahan lagi. Aku berteriak tanpa suara. Aku menjerit dalam bisu. Aku menangis di antara sunyi malam. Aku meraung dalam dekap gulita. Aku tak kuat lagi. Aku ingin segera pulang ke istanaku yang indah. Istana yang telah disiapkan Sang Raja. Aku ingin pulang ke tempat aku berasal. Aku ingin bertemu Sang Raja yang sangat mengasihiku. Sang Raja yang selalu mengawasiku ketika aku berada di bumi yang penuh sampah bau...