SANKSI DENDA, PERLU GAK SIH?
Waktu saya masih kerja sebagai staf legal di sebuah perusahaan finance, salah seorang manajer dari divisi operasional pernah menerapkan sanksi denda bagi para stafnya yang melakukan kesalahan. Kesalahan apa? Kesalahan kecil sih seperti : salah menaruh dokumen, lupa mengisi daftar lembur padahal ybs lembur dan beberapa kesalahan kecil tak berarti lainnya. Sanksi dendanya pun tidak besar. Hanya seribu rupiah per kesalahan yang dibuat. Setelah uang denda itu terkumpul lumayan banyak, maka digunakan buat beli gorengan atau penganan kecil lainnya. Dimakan beramai-ramai oleh para staf di bagian operasional. Waktu itu, pemikiran si manajer operasional bikin saya tersenyum geli. Ada-ada saja gitu idenya. Kok, bisa kepikiran ngasih sanksi denda ke stafnya yang gajinya sudah minim hanya karena kesalahan yang kecil? Apakah dengan teguran saja tidak cukup? Apakah dengan cara sanksi denda maka kesalahan yang diperbuat stafnya jadi berkurang? Saya tidak memperhatikan lebih ...