Postingan

Menampilkan postingan dengan label IT'S ME

CUEK ITU PERLU

Kadang, saya salut dengan sang pangeran. Dia itu cuek banget. Saking cueknya, sering nggak peduli dengan kaos yang dipakaianya. Sudah bolong dan tipis banget tetep dipakai. Itu di dunia nyata. Di dunia maya, dia juga sangat cuek. Dia nggak pernah marah  kalau di blognya banyak komentar spam. Nggak ditanggapi juga nggak dihapus. Ketika berdebat dengan komunitas di fb yang diikutinya, dia kadang dimaki, diejek atau diomelin dia tetap santai menanggapinya. Tetap tenang dan tersenyum. Sikapnya itu membuat orang yang meledek dan memakinya cape sendiri.   Yah, mereka kadang kesal karena dia memang jago debat. Dengan kemahirannya berdebat, orang yang diajak debat itu pun jadi sebal karena merasa kalah atau tak bisa menjawab. Setiap kali menjawab pun dibantah terus dengan berjuta alasan. Nggak heran, banyak yang kesal dan cape menghadapinya. Dan, karena sifat cueknya itu, lambat laun orang yang kesal sama dia jadi baik sendiri. Berbeda dengan saya, yang cenderung ngga...

SAYA BUKAN BANCI KONTES

Berdasarkan pengamatan saya, sekarang ini para blogger hobi banget mengadakan giveaway/lomba/kontes, dll. Setiap bulan, pasti ada saja blogger yang buat acara giveaway. Jenisnya juga semakin beragam dan kreatif. Sungguh merupakah gebrakan di dunia blogging yang patut dipuji. Karena untuk mengadakan event-event giveaway itu tidaklah mudah. Butuh kreativitas dan imajinasi agar bisa menciptakan sesuatu yang keren. Something new. Yang tidak pasaran dan terkesan 'basi'.  Sebagai salah satu blogger yang hobi mengadakan giveaway, saya  sering merenung lama sebelum merancang acara giveaway.  Kadang, pakai melamun dan semedi 7 hari (jangan dipercaya hi hihi...). Dan, kalau acara giveaway yang saya ciptakan itu berhasil menjaring para peserta yang cukup banyak, wah...rasanya suenaaaang sekaleee...Tapi, tak jarang...pesertanya sedikit. Biasanya, itu karena tingkat kesulitannya terlalu tinggi atau hadiahnya kurang menarik. Hue he he....Memang, imbalan juga menentukan keberhasila...

KEPENTOK CINTA DI DUNIA MAYA...AUCH!!

Pertama kali mengenai dunia blogging, saya tidak berharap akan mendapatkan seorang kekasih di kalangan blogger. Tujuan saya menulis di blog adalah murni ingin mengasah kemampuan menulis saya. Meskipun sudah sering menulis cerpen dan puisi, tetapi saya tetap ingin berlatih dan berlatih. Karena sekarang eranya digital, maka saya pun mencoba berlatih menulis di dunia maya. Tapi, siapa yang bisa menduga di dunia blogging ini saya malah berkenalan dengan seorang blogger cowok yang - tak disangka - jago menulis. Bahkan, sudah beberapa kali menerbitkan buku komputer dan buku mengenai matematika untuk anak-anak. Padahal, saya termasuk orang yang tidak percaya pada cinta lewat dunia maya. Bagi saya, itu cuma omong kosong belaka. Mana mungkin bisa jatuh cinta lalu pacaran sama orang yang tidak pernah kita temui atau kalau toh ketemu (pas kopdar misalnya) paling sesekali saja. Dengan paradigma seperti itu, saya pun tidak pernah kepikiran mau mencari pacar di dunia maya. Saya menyambut semua ...

RELIGIUS DALAM TANDA KUTIP

Saya mempunyai seorang teman yang tampaknya sangat religius. Rajin ke gereja, ikut persekutuan, dll. Pokoknya dimana ada acara gereja, di situ ia ada. Entah sebagai jemaat biasa, entah sebagai panitia. Dia juga sering mengucapkan kata-kata seperti : Puji Tuhan, Shallom, Tuhan berkati, dsbnya.  Bahkan, dia menjadi semacam guru agama di gerejanya. Hal itu sangat membuat saya kagum. Saya merasa, rohani banget ya orang ini. Tetapi, ternyata dalam kehidupannya sehari-hari, saya tidak melihat sisi religiusnya.  Bolos kerja tetap dilakukan, korupsi duit kantor juga pernah dicicipi, kerja asal-asalan sudah jadi makanan sehari-hari, dan masih banyak lagi kelakuannya yang membuat saya bertanya-tanya : Apakah ini yang disebut religius? Apakah religius hanya saat di gereja dan di hadapan orang-orang seiman? Salah seorang kenalan saya yang lain juga terlihat sangat alim.  Rajin sholat, puasa dan ikut kegiatan pengajian di kompleks tempat tinggalnya. Tetapi, saya men...

DISANGKA MASIH MAGANG

Saya sering merasa iri melihat cewek-cewek bertubuh jangkung ala model. Kayaknya asyik kalau  punya bodi tinggi menjulang dengan tungkai panjang. Pakai baju apa saja pasti pantas. Kalau beli celana panjang tidak usah repot membawa ke tukang vermak levis. Tidak usah cape-cape pakai high heels. Sementara saya, yang bertinggi 153 senti (kadang malah pas diukur cuma 152 senti, entah mana yang bener) harus hati-hati memilih baju. Jangan sampai pake baju yang modelnya bikin tubuh kian tenggelam. Apalagi beli celana jins...duh, harga celana jins yang sudah diskon jadi berasa gak diskon, karena harus ke vermak jins buat memendekkan tuh celana jins. Mana pacar saya tinggi and ndut. Makin berasa deh imutnya diriku ini. Kalau pergi-pergi sama sang pangeran, saya sengaja memakai sandal berhak 5 senti. Tapi tetep aja beda jauh tingginya. Ha ha ha...Aneh juga ya, sudah imut gini eh, malah dapat cowok yang tinggi ndut. Abis gimana ya? Udah kadung cinta seeh.  ...

NOSTALGIA WAKTU KERE

Tiba-tiba saja saya pengen nulis postingan tentang masa-masa 'termiskin' dalam hidup saya. Entah terinspirasi dari mana. Mungkin karena baru saja BW ke blog seorang blogger dan nemuin postingan tentang duitnya yang tinggal goceng alias lima ribu rupiah (bukan lima ribu dollar US lho!). Well, bagi teman-teman yang baru kenal saya (setelah saya membuka kantor Notaris), mungkin tidak akan pernah menyangka betapa susahnya hidup saya dulu. Masa-masa remaja saya memang banyak kesulitan dalam hal fulus. Bahkan, ada waktu-waktu dimana saya benar-benar gak punya duit. Saya memang jarang jajan. Lebih banyak bawa bekal dari rumah. Kalo toh dikasih duit sama ortu, itu untuk ongkos bajaj. Bukan untuk jajan di kantin sekolah. Saking kerenya saya, seringkali saya memilih mendekam di kelas atau perpustakaan setiap jam istirahat tiba. Ngapain di sana? Yah, baca buku dong. Masa dugem... So, saya selalu menolak ajakan teman-teman untuk jajan di kantin. Alasan saya : Mau baca novel di perpustakaa...

ANAK HUKUM YANG TERSESAT

Banyak blogger termasuk si Nuel yang sebentar lagi jadi SH (Selalu Happy, Selalu Haleluyah), mengira saya lulusan Fak Sastra. Wedew! Kenapa bisa begitu? Apakah karena gaya tulisan saya yang sastra banget? Perasaan, saya menulis biasa saja. Kadang, juga pake bahasa gaul. Walaupun lebih banyak pakai bahasa Indonesia yang lumayan rapi jali. Mungkin karena saya suka nulis cerpen ya? Atau..dipengaruhi oleh profesi saya yang bergerak di bidang pemberian jasa hukum, khususnya membuat akta-akta. Tapi, kalau dipengaruhi profesi hukum, mestinya bukan bahasa anak sastra dong. Mestinya itu bahasa anak hukum. So, dari mana azaz praduga itu timbul? Menduga-duga saya anak sastra? Well, saya mau cerita sedikit nih tentang masa muda saya saat baru lulus SMA. Waktu itu, saya memang kepingin banget kuliah di Fak Sastra jurusan Bahasa Indonesia. Karena saya memang suka menulis dan nilai pelajaran Bahasa Indonesia saya cukup bagus. Tetapi, papa melarang saya. Katanya : "Mau makan apa kuli...

ISI TAS SAYA

Gambar
Akhir-akhir ini, saya sering membaca tulisan teman-teman blogger mengenai isi tas mereka. Saya jadi tergugah melongok isi tas saya juga, terutama tas kerja yang saya bawa kalo lagi ada tanda tangan akte di luar. Hmm...ternyata barang-barang yang saya bawa tidak terlalu banyak. Bentuknya juga imut-imut. Tak sebanding dengan tas kerjanya yang segede bagong. Hi hi hi... Okelah, mari kita lihat apa saja sih isi tas saya (barang-barang yang biasa saya bawa gitu lho). TAS KERJA Tasnya gede. Mirip tas untuk naruh laptop. Sengaja saya beli model begini untuk memudahkan saya menaruh dokumen. Biar dokumennya gak lecek. HANDPHONE. Yang satu CDMA,satu lagi GSM. Perlu dua hp karena yang CDMA untuk memudahkan klien menghubungi saya. Biasanya mereka ogah nelpon ke hp yang pake kartu GSM. Biasalah biar hemat pulsa. Kadang, juga bawa BB sih. Tapi, gak pernah bawa ketiganya. Bikin ribet dan berat soalnya. DOMPET DAN DOMPET. Sama-sama dompet. Tapi yang satu dompet resmi berisi uang, satu lagi berisi KT...

SEMANGAT KARTINI DALAM DIRI MAMA

Mama saya bukan wanita karir. Mama saya adalah wanita sederhana yang SMP pun tidak lulus (kalau tidak salah hanya kelas 2 SMP). Ketika masih belia, mama bukanlah seorang gadis yang suka sekolah. Mama lebih suka belajar keterampilan seperti menjahit dan membuat kue. Tidak heran, kalau mama sering membuatkan saya gaun yang cantik ketika saya masih sangat kecil. Mama juga kerapkali membuatkan kue-kue yang lezat untuk putera puterinya. Mama saya bukan wanita yang punya ambisi besar. Mama tidak silau harta dan tidak pernah menuntut banyak kepada sang suami. Tetapi, mama adalah wanita paling tangguh yang saya kenal dengan baik. Di tubuh mungilnya tersimpan selaksa ketegaran. Di hati lembutnya tertimbun sejuta kesetiaan. Di wajahnya yang mulai berkerut merut oleh usia tertoreh segudang pengalaman, suka dan duka selama mendampingi papa. Dengan segala kesederhanaan, kelembutan dan kasih yang bagai air mengalir dari sumber mata air, mama telah mendidik ke 5 orang anaknya dengan berhasil. Seora...

KOLEKSI PIYAMA

Gambar
Salah satu hobi saya yang bisa bikin KANKER a.k.a KANTONG KERING adalah beli piyama. PIYAMA? Yep! Entah mengapa, saya hobi banget pake piyama. Kalo lagi liburan dan enggak kemana-mana, saya pasti pake piyama di rumah. Tentu saja, piyama yang celananya selutut. Bukan yang celana panjang. Enggak heran, kalo ke mal atau ke Two Mango alias Mangga Dua, saya suka memburu piyama. Model piyama yang saya suka adalah yang bahannya adem (bisa dari katun atau batik) dan motifnya harus lucu, imut dan sweet. Warnanya boleh apa aja. Bisa merah, biru, kuning tapi saya paling suka piyama warna pink, ungu dan biru. Modelnya sih standard aja deh secara piyama jarang yang modelnya macam-macam. Yang penting, jangan model tanpa lengan. Soalnya, saya gak suka pamer lengan. Sepanas apapun cuaca, saya gak mau pake baju tanpa lengan. Isin gitu lho! Saya juga suka piyama yang gombrong. Enggak heran, ukuran piyama saya guedee-guedee. Kadang-kadang, kalo sudah suka sama satu motif piyama, saya suka gak peduli apa...

TAK ADA YANG SEMPURNA

Masih ingat postingan saya yang berjudul NONA PEMARAH? Pasti masih ingat ya? Nah, ada beberapa komentar dari teman-teman yang bernada heran/bingung,kenapa saya masih mau berteman dengan si NONA PEMARAH? Ayooo....ada yang tau, gak? Oke..oke...kalo gak ada yg tahu, saya jawab ya.. Saya punya banyak teman. Ada teman biasa, teman baik, teman akraaaaab banget, teman hura-hura (yang hanya cocok buat diajak senang2 aja), teman berbagi rahasia (biasanya teman akrab dan bisa dipercaya). Dan...semua teman saya itu punya kelebihan dan kekurangan. Misalnya aja si Nona Pemarah. Dia punya kelebihan : pintar, cerdas, teliti dan tidak pelit ilmu dan informasi. Dia juga termasuk teman yang perhatian. Kekurangannya yang paling menjengkelkan : PEMARAH, TUKANG NGOMEL, BAWEL dan PELIT. Tapi...apakah karena dia punya kekurangan seperti itu, saya jadi harus menjauhinya? Ya enggaklah! Saya gak bisa bersikap demikian. Karena terlepas dari segala kekurangannya itu, dia adalah teman yang baik. Lagian, kalo saya...

SISI MASKULIN DALAM DIRIKU (Bagian V)

Kadang, aku suka mikir : “Kasihan banget ya cowok yang jadi suamiku kelak. Gak bisa merasakan enaknya masakan sang isteri.” Why? ‘Cause I hate cooking. Dari semua pekerjaan rumah tangga, aku paling BENCI sama yang namanya MASAK. Bayangin, sudah segede ini aku cuma bisa masak air, mie instant, tumis caisim dan nasi goreng. Itupun rasanya gak keruan. Aku ingat banget, waktu aku masih tinggal berdua saja dengan adikku yang cowok di rumah yang baru dibeli papa, sementara kedua orang tuaku dan adik-adik yang lain masih tinggal di rumah lama. Wah, aku terpaksa masak deh secara kami belum punya pembantu dan nggak mungkin mama mengirimi makanan tiap hari. Tapi…rasanya…hmm….memalukan banget! Kadang, tawar bukan main. Kadang, kelembekan. Kasihan adikku. Dia jadi korban masakanku yang amburadul. Pernah lho, dia harus membantu menghabiskan nasi gorengku yang kemanisan karena kecap manis yang kutuang terlalu banyak. Nasinya juga ….alamaakkk jadi lembek banget. Di lain waktu, dia harus makan ayam go...

SISI MASKULIN DALAM DIRIKU (Bagian IV)

Siapa yang takut sama kecoa, cacing, jangkrik dan ulat bambu? Hmmm….pasti yang angkat tangan kebanyakan kaum hawa. Eh, tapi…kaum adam ada juga lho yang takut sama kecoa. Ayo, ngaku aja deh! Gak ditangkap polisi kok kalo ngaku. Hi hi hi…. Salah seorang adik saya yang cowok aja takut banget sama kecoa. Jadi, cowok-cowok yang takut sama kecoa, gak usah malu deh. Lebih baik ngaku, entengin dosa. Lho? Apa hubungannya sama dosa ya? Ha ha ha…. Tapi, kamus TAKUT SAMA KECOA dan sejenisnya, gak berlaku buat saya. Sejak kecil, saya suka memberi makan burung-burung peliharaan papa. Mau tahu makanannya? Jangkrik, ulat bambu dan cacing. Papa sengaja membeli jangkrik dan ulat bambu dalam jumlah yang cukup banyak. Nah, saya diajarin tuh cara-caranya ngasih makan burung. Bila mau memberi jangkrik sebagai santapan sang burung, tinggal tangkap aja tuh jangkrik dari kandang kotak kayunya. Tapi hati-hati, kakinya kan tajam tuh seperti ada duri gitu. Jadi, tangan kanan menjepit badannya dengan jari jempol d...

SISI MASKULIN DALAM DIRIKU (Bagian III)

Mamaku punya anak 5. 3 cewek dan 2 cowok. Tapi diantara ke 5 anaknya, yang paling suka berantem ketika masih kecil adalah aku. Lucunya, aku hanya mau berantem sama anak cowok. Gak tahu kenapa – waktu masih kecil - aku anti banget sama cowok. Anak cowok itu nyebelin. Suka menganggu anak cewek. Suka bau asem. Suka berisik. Tapi biarpun mereka nyebelin, aku kepingin banget jadi cowok. Aku gak suka jadi cewek. Tanpa kusadari, aku iri sama mahluk bernama cowok. Tapi karena sudah terlahir sebagai cewek, makanya aku harus nrimo. Akibatnya, aku jadi benci sama COWOK! Kalau ada anak cowok yang isengin aku sedikiiiiit aja, wah…..alamat perang dunia deh. Aku bakal kejar tuh orang yang udah isengin aku. Pernah lho, aku naik-naik bangku sambil bawa penggaris kayu yang tebal buat mukulin seorang teman cowok yang suka ngeledekin aku. Dan..aku gak akan berhenti sebelum berhasil memojokkan temanku itu. Sampai dia angkat tangan dan mengaduh-aduh kesakitan karena kugebukin bahunya. Gemesss banget deh! Ta...

SISI MASKULIN DALAM DIRIKU Bagian II (repost)

Meskipun waktu kecil aku pernah punya rambut panjang sampai sepundak tapi begitu lulus SD, aku langsung membabat rambutku hingga ke tengkuk. Wali kelasku sampai nanya kenapa aku memotong rambutku. Sayang kan, rambut tebal dan indah begitu kok dipotong pendek. Kakak kelasku (seorang cewek, anak SMA) juga ada yang protes. “Kok, dipotong sih rambutnya?” Katanya. Dia memang sudah menganggapku sebagai adik kecilnya. “Biar praktis,” jawabku. Memang sih, begitu lulus SD aku gak mau repotin mama lagi. Karena mama harus mengepang atau menguncir rambutku. Aku gak bisa ngepang atau nguncir sendiri. Kalo kuncir asal-asalan sih bisa. Mana anak mama ada 3 orang cewek. Masa tiap pagi harus nguncirin rambut kami? Karena alasan itulah, akhirnya aku dan adik-adikku memotong rambut kami. So, selama 3 tahun di SMP aku tidak pernah memanjangkan rambutku. Tapi memasuki SMA aku sempat memanjangkan rambut sampai sebahu. Begitu pula waktu kuliah. Malah pake bando segala biar rapi. Poninya juga disemprot foam o...

SISI MASKULIN DALAM DIRIKU Bagian I (Repost)

Prakata : artikel ini diposting lagi karena ada beberapa teman baru yang belum pernah baca. Maksudnya, biar lebih kenal sama Sang cerpenis. He he he..... “Baju-baju mbak Fanny mah gampang disetrika. Soalnya, baju mbak kalo gak kemeja ya…..kaos kedombrang.” Celetuk pembantuku suatu siang. Aku tersenyum geli. “Makanya, jangan protes kalo aku beli kemeja terus.” Kataku. “Gimana gak protes? Kan bosen liat baju mbak Fanny itu-itu mulu. Sekali-kali dong, beli baju yang ada rendanya. Kayak mbak Shiany tuh. Bajunya macam-macam. Ada gaun dan rok. Ada yg model depannya kerut-kerut dan berpita. “ “Lha, nanti kalo saya punya baju aneka model gitu, kamu susah setrikanya.” Ujarku lagi. “Iya sih, mbak…” Pembantuku tertawa tipis. Itulah beberapa penggal percakapanku dengan mantan bedinde tersayang (sudah resign sejak lebaran tahun lalu). Apa yang ia katakan benar. Aku memang tidak seperti cewek-cewek lainnya. Di lemari bajuku, hanya ada blazer, kemeja, kaos (biasanya merek : Giordano, Unionbay, Lotto)...

BERGAYA DI MOI

Gambar
Inilah hasil kelayapan saya hari ini bersama seorang sahabat. Secara baru pertama kali ke MOI (Mall of Indonesia). So....jadi rada norak deh! He he he.... Foto sana sini. Btw, mau tahu tampang Sang Cerpenis kalo lagi hang out? Tuh, yang pake kaos putih. Culun banget ya? ha ha ha......Nanti kalo di antara teman-teman ketemu cewek bertampang culun kayak gitu, jangan lupa menyapa ya. Awas kalo enggak! He he he..ngancemmm.... Nah,kalo yang ini..sifat jail saya kumat. Rambut sang patung saya usap-usap. Norak abisss... Lagaknya kayak seorang isteri sedang membelai rambut sang suami. He he he....Padahal gak ngefek ya....Sang patung cowok gak bisa balas membelai rambut pendek saya sih. Hi hi hi...Duh, mana minyak rambutnya banyak buanget! Wah, puteri saya udah gede lho. Lagi membaca buku apa ya..? Ada yang bisa tebak? Kalo ada yang tahu, silakan ketik reg spasi 200 kali dan kirim jawaban kamu ke 007.