KADO MUNGIL BUAT MAMA (Bagian II)
Kisah sebelumnya : Tania, seorang single parent selalu saja merasa khawatir akan apa yang dilakukan Elena, puteri semata wayangnya, di luar sana. Apalagi akhir-akhir ini Elena sering belajar di rumah Lita, sahabatnya, hingga larut malam. Apakah Elena benar-benar belajar bersama Lita? Atau…gadis remaja itu terlibat dalam pergaulan yang salah? Dimuat di Ausindo Magazine, Nopember 2006 Esok paginya - melihat sepiring nasi goring special buatan koki Elena - kemarahan Tania yang sudah di ujung lidah, menguap seketika. Ah, Elena memang pandai mengambil hati. Tania tersenyum. Harum nasi goring menggelitik hidung dan perutnya. “Ma, sorry ya… semalam Elena keasikan ngajarin Lita sampai lupa waktu. Soalnya, Lita tu la lit sih, Nggak bisa melulu. Oh ya, telpon rumahnya belum diperbaiki tuh, ma. Petugas telkomnya nggak jadi datang karena kemarin siang ‘kan hujan lebat. Terus, kemarin HP Elen low bat. Charger Lita nggak bisa dipake buat nge-charge. Merek HP Lita beda sih sama merek HP Elen. “ ...