Postingan

Menampilkan postingan dengan label CERBER YANG TELAH DIMUAT

KADO MUNGIL BUAT MAMA (Bagian II)

Gambar
Kisah sebelumnya : Tania, seorang single parent selalu saja merasa khawatir akan apa yang dilakukan Elena, puteri semata wayangnya, di luar sana. Apalagi akhir-akhir ini Elena sering belajar di rumah Lita, sahabatnya, hingga larut malam. Apakah Elena benar-benar belajar bersama Lita? Atau…gadis remaja itu terlibat dalam pergaulan yang salah? Dimuat di Ausindo Magazine, Nopember 2006 Esok paginya - melihat sepiring nasi goring special buatan koki Elena - kemarahan Tania yang sudah di ujung lidah, menguap seketika. Ah, Elena memang pandai mengambil hati. Tania tersenyum. Harum nasi goring menggelitik hidung dan perutnya. “Ma, sorry ya… semalam Elena keasikan ngajarin Lita sampai lupa waktu. Soalnya, Lita tu la lit sih, Nggak bisa melulu. Oh ya, telpon rumahnya belum diperbaiki tuh, ma. Petugas telkomnya nggak jadi datang karena kemarin siang ‘kan hujan lebat. Terus, kemarin HP Elen low bat. Charger Lita nggak bisa dipake buat nge-charge. Merek HP Lita beda sih sama merek HP Elen. “ ...

KADO MUNGIL BUAT MAMA (Bagian I)

Gambar
Asal usul ide : Seorang ibu yang baik akan selalu merasa cemas pada keselamatan puterinya. Apalagi jika sang suami sudah meninggal dunia. Dia harus menjadi single parent yang bertanggung jawab atas keluarganya. Menjadi kepala keluarga sekaligus menjadi ibu bagi anak-anaknya. Dimuat di Ausindo Magazine, Nopember 2006 Tania melirik jam dinding dengan gelisah. Sudah pukul 22 lewat 10 menit, tapi Elena belum juga pulang. Tadi sore, puteri semata wayangnya itu hanya bilang akan pergi sebentar ke rumah Lita, sahabatnya. “Mau belajar. Besok ulangan Mate.” Kata Elena memberitahukan alasannya kenapa dia harus ke rumah Lita. Padahal, cuaca sore itu sangat muram. Mendung kelabu menggelayuti langit. Di kejauhan, samara-samar terdengar suara guruh. Mungkin di tempat lain sudah turun hujan. “Mendung begini? Sebentar lagi hujan, El. Apakah kamu tidak bisa belajar sendiri di rumah? Nanti, kalau pulangnya kehujanan, gimana?” Tanya Tania sambil memandang gumpalan awan kelabu dari balik jendela. “Kalo ot...

YANG PERLAHAN BERSEMI (Bagian II)

Dimuat di Majalah Mitra Kisah sebelumnya : Mila menerima sebuah kartu ucapan ultah dari Yon, tetapi ketika dia mengucapkan terima kasih kepada cowok itu, Yon mengatakan bahwa dia tak pernah mengirimkan kartu itu. Ketika dia curhat soal ini pada Mimi, kakaknya, dia malah disarankan untuk menulis surat pada Yon agar menanyakannya sekali lagi. Tetapi Yon tidak mau mengakuinya. Lalu, siapakah sebenarnya pengirim kartu ultah itu? Apakah Yon ? Atau…ada orang lain? Tangan Mila yang sedang memegang ‘Sepolos Cinta Dini’ nya Mira W mendadak tak bertenaga. Novel yang baru dibacanya itu tergeletak di lantai yang berkarpet. Mata gadis itu membelalak kaget. Bibirnya menguak diliputi rasa tak percaya. “Mi, kamu tidak sedang bergurau kan?” tanyanya galau. “Tidak, aku memang pengirim misterius itu.” “Oh, kenapa kamu melakukannya Mi? Kenapa?” Suara Mila pelan. Ada rasa malu menghantamnya. Ah, betapa tidak, selama ini dia berharap kalau Yon-lah si pengirim misterius itu. Pantas, Yon tidak mengaku kare...

YANG PERLAHAN BERSEMI (Bagian I)

Gambar
A Asal usul ide : Jika ada orang mencintai kita tetapi kita tidak suka padanya. Bagaimana sikap kita? Apakah kita jadi benci padanya? Sebaiknya, jangan terlalu benci pada orang yang tidak kita suka, sebab BENCI bisa menjadi BENAR-BENAR CINTA. Note : Cerpen jadul yang dibuat ketika masih SMA ini saya bagi menjadi 2 bagian karena terlalu panjang. Selamat membaca! Dimuat di Majalah MITRA Mila, seorang gadis manis berjalan menghampiri Yon yang tengah menikmati belaian angin pagi. Waktu itu, sekolah masih sepi. Hanya ada satu dua anak yang sudah datang. Yon duduk di bangku kayu yang terletak di depan kantin, seperti hari-hari yang lalu. Itu memang salah satu kebiasaannya, selain datang pagi-pagi sekali ke sekolah. Cowok berkaca mata minus itu memang amat menyukai udara pagi yang belum diusik polusi. “Yon … ,” tegur Mila yang kini sudah berdiri di hadapannya. “Ya?” Dengan gayanya yang tak acuh. Yon menatap Mila. Sepasang mata bening balas menatapnya. Tapi tak lama, mata itu mengarah ke lan...

SENJA HABIS HUJAN (Bagian II)

Kisah sebelumnya : Stella dan Nicky adalah murid-murid terpandai yang selalu mendapat juara umum di sekolah. Tetapi, mereka tidak pernah akur dan selalu bersaing. Mereka juga punya kelompok yang selalu mendukung mereka. Hanya 1 orang di kelas mereka yang bersifat netral dan tidak memihak salah satu dari mereka. Wita,cewek tomboy ini berusaha mendamaikan mereka. Apakah usaha Wita berhasil? Dimuat di Album Cerpen Mitra Lama, Stella merenungkan kata-kata Wita tempo hari. Sudah damai saja. Yang untungkan kamu sendiri. Lagipula si Nicky cukup tampan. Ugh! Si tomboy itu seenaknya aja bicara. Tapi… akh, mengapa harus menipu diri sendiri? Nicky memang tampan kan? Bah! Persetan dengan ketampanannya itu! Pokoknya aku tidak sudi minta tolong padanya. Apalagi disuruh damai, wuih… nanti dulu ya! Kamu memang sombong Stella! Apa sih enaknya musuhan? Bisa peot kamu kalau terus-terusan keki, hanya karena nilai dia lebih tinggi. Uf! Stella memukul lengan sofa. Dia benar-banar bingung. Ingin baikan de...

SENJA HABIS HUJAN (Bagian I)

Gambar
Asal usul ide : Aku punya adik perempuan yang sangat pintar. Ketika masih duduk di bangku SD dan SMP selalu juara umum sehingga mendapat bea siswa dari sekolah. Kepandaiannya ini menimbulkan rasa iri di hati salah seorang temannya. Dia selalu berusaha mengalahkan prestasi adikku. Dimuat di Album Cerpen Mitra Mereka satu kelas. Sama-sama warga kelas II F1. Wajah, kepandaian dan penampilan keduanya sama menariknya. Pendek kata, merekalah Raja dan Ratu dari seluruh siswa di sekolah itu. Nicky, cowok bertubuh atletis dengan wajah indo, dambaan setiap gadis. Stella, dara ayu turunan Solo-Jerman, idaman setiap pemuda. Nicky-Stella pemegang juara pertama ketika mereka kelas satu. Nicky mewakili kelas I B. Stella mewakili kelas I C. Mereka tampil sebagai juara umum pertama mengalahkan juara-juara kelas lainnya. Indeks prestasi mereka sama jumlahnya. Mereka juga sama-sama berbakat di bidang seni. Nicky berkali-kali meraih juara melukis. Stella biangnya juara dalam lomba menyanyi. Sayang be...

AKU SAYANG PADAMU (Bagian II)

Kisah sebelumnya : Markus, cowok bertubuh jangkung sangat menyukai Adella yang bertubuh mungil. Diam-diam, Adella juga menyukai Markus tetapi..gadis itu merasa jengah dengan perbedaan tinggi tubuh mereka yang begitu mencolok. Dimuat di Harian Indonesia Minggu, 1996 Matahari siang itu bersinar dengan garangnya. Adella sedang menunggu bajaj, ketika Markus menghampirinya. “Ella, mari kuantar pulang.” Ajak Markus lembut. Itulah pertama kali Markus menawarkan diri hendak mengantarnya pulang. Walaupun mereka telah bergaul cukup akrab, Markus tidak berani bertindak gegabah. Ia tak ingin Adella tersinggung dan menjauhinya. Adella menatap tangan kekar Markus yang tengah memegang stang motor. “Ayo, aku sudah kepanasan nih.” Markus mendesak tak sabar. Agak ragu, Adella duduk di boncengan Honda bebek itu. “Nah, gitu donk.” Markus tersenyum lega. Sepanjang jalan, Adella lebih banyak diam. Sama sekali tak didengarnya celoteh Markus. Gadis itu tengah berjuang menghentikan debar-debar di dadanya. Se...

AKU SAYANG PADAMU (Bagian I)

Gambar
Asal usul ide : Terinsipirasi oleh salah seorang temanku yang tubuhnya mungil banget. Aku sudah mungil tapi..dia lebih mungil lagi. Saking mungilnya, temanku ini sampai berjanji enggak akan mau punya cowok bertubuh jangkung. Padahal, seharusnya cewek bertubuh mungil punya cowok yang jangkung ya? Biar memperbaiki keturunan. He he he…. Karena cerpen ini cukup panjang, saya membaginya dalam 2 bagian. Dimuat di Harian Indonesia Minggu, 1996 Hari masih pagi. Matahari belum sepenuhnya menampakkan diri. Tapi Adellasudah duduk di bangkunya, yang terletak paling depan. Gadis itu memang bertubuh mungil untuk ukuran anak SMA. Tak heran bila ia menempati bangku pertama. Seperti biasanya, Adella selalu datang ke sekolah pagi sekali. Pukul enam lewat 15, ia sudah tiba. Kemudian seperti hari-hari kemarin ia menekuni buku-bukunya dengan serius. Semenitpun ia tak berhenti dari keasyikannya melahap catatannya. Adella baru saja menutup catatan ekonominya, ketika sebuah tepukan hinggap di bahunya. “Belaj...

CINTA TIDAK SELALU BERSATU (Bagian II)

K isah sebelumnya : Jimmi sangat menyukai Silvia dan ia mengundang gadis itu ke pesta ultahnya. Silvia yang diam-diam juga menyukai Jimmi menerima undangan itu. Apa yang akan terjadi di pesta ultah Jimmi? Apakah cinta mereka akan bersatu di pesta itu? Dimuat di Harian Indonesia Minggu Pesta ultah Jimmi berlangsung dengan meriah. Pada saat acara disco, Jimmi mengajak Silvia disco dengannya. Semua tamu yang hadir terpukau melihat kelincahan, Silvia bergoyang. Sungguh serasi. Yang satu cantik, satunya tampan. Ketika mereka selesai berdisco, tepuk tangan menggemuruh. Suara bisik-bisik terdengar. Silvia menjadi tidak enak. Ia merasa di perhatikan terus. Ya, salah sendiri kenapa punya wajah cakep, bikin ngiri cewe-cewe yang hadir di sana. Tanpa setahu Jimmi, Silvia menyelinap keluar. Ia memilih duduk di bangku taman. Perasaannya tak menentu. Bahagia. Ia masuih ingat tatkala Jimmi sempat mengelus pipinya. Untunglah lampu disco yang remang-remang, melindunginya. Kalau tidak pasti Jimmi dap...

CINTA TIDAK SELALU BERSATU (Bagian I)

Gambar
Asal usul ide : Pernah baca novel dan ada kalimat CINTA TIDAK SELALU BERSATU. Jadi timbul ide cerpen ini. Btw, ini cerpen pertama yang dimuat dimedia cetak dan dibuat waktu SMP. Cupu banget deh kalimat-kalimatnya. Masih newbie sih. He hehe… Cerpen ini saya posting dalam 2 bagian karena terlalu panjang. Dimuat di Harian Indonesia Minggu Silvia masih merenung sendiri. Ia tak menyadari kalau Andi kakaknya sudah sejak tadi memperhatikannya. Pikirannya masih melayang-layang akan ucapan Lia sahabatnya. “Kamu nggak percaya ya?” Jimmi sendiri yang mengatakan padaku. “suara Lia nampak tidak main-main. Silvia diam. Ia tak menyangka kalau dirinya selama ini di perhatikan seseorang. Terlebih lagi orang itu Jimmi. Cowo ganteng yang selalu di incar cewe-cewe di sekolahnya. Ya, Jimmi sudah demikian ngetopnya. Kepandaiannya, ketampanannya selalu jadi buah bibir cewe-cewe cantik. “Via, seharusnya kamu bangga di kirimi salam oleh Jimmi. Aku rasa dia ada hati padamu. Bagaimana kalau kukatakan pada Jimm...

KLIEN (Bagian V)

Kisah sebelumnya : Ariyanto Kusumo, si mahluk kece yang dimata Amanda begitu sempurna ternyata seorang gay. Tentu saja Amanda terkejut tapi….mereka tetap bersahabat. Anehnya, sejak pengakuannya itu, Ariyanto menghilang. Dia tak pernah datang menemui Amanda lagi. Amanda sudah mencoba menghubunginya, tetapi Ariyanto bagai ditelan bumi. Dimuat sebagai cerber di AUSINDO MAGAZINE, edisi Agustus 2006 “Pagi, bu Not!” “Pagi….eh…Ariiii??” Aku menoleh kaget. “Kemana aja sih? Telpon dan SMS-ku kok nggak diladenin? Sombong banget.” Kutinju bahunya. “Sorry…sibuk berat akhir-akhir ini.” Ari tertawa. Dagunya yang dulu klimis kini ditumbuhi semak-semak hitam. Dibawah hidungnya, kumis tipis menghias manis. Makin keren dan macho aja nih cowok. Sayang…… “Sibuk apa lagi? Numbuhin kumis?” candaku. “Ngurus pesta pernikahanku.” “Oh ya? Kamu…jadi married dengan...,” Ah, siapa nama pacarnya ya? Aku nggak pernah tahu dan nggak pernah menanyakannya. “Dicky,” Jawab Ari tersenyum bahagia. “Tapi, marriednya ngg...