Postingan

Menampilkan postingan dengan label MY FRIENDS

PELECEHAN DI RESTO

Beberapa hari yang lalu, saya bertemu dengan beberapa teman kuliah yang sudah lama tak bersua. Layaknya orang yang lama tak pernah bertemu, kami pun saling bertukar kabar dan bernostalgia akan masa-masa lalu yang manis, pahit, asam dan lucu. Salah satu cerita nostalgia yang kami kenang adalah Kisah pelecehan seksual yang dialami oleh seorang teman, sebut saja namanya Mercy.    Terjadinya di sebuah restoran seafood yang cukup terkenal pada masa itu. Saat itu, kami berenam (semuanya wanita) merayakan ultah salah seorang teman dengan makan siang bersama. Di tengah acara makan siang yang nikmat dan penuh canda, Mercy pamit ke toilet. Letak toilet yang di ujung mengharuskan Mercy melalui area dapur terbuka yang sedang ramai oleh para staf restoran khususnya staf di bagian cuci piring.   Di sanalah, Mercy mengalami pelecehan yang dilakukan oleh beberapa staf pria yang sedang melap piring dan merapikan perabot dapur. Mereka bersuit suit dan bersorak riuh sambil ketawa ...

CURHAT SEORANG KARYAWATI

Berikut ini adalah curhat seorang teman yang bekerja di sebuah kantor konsultan hukum. Ibu boss : "Sisy, kenapa kamu imel draft perjanjian yang belum selesai itu ke pak Edu?" Sisy : "Soalnya, sekretaris pak Edu minta diimel dulu, bu. Padahal saya sudah bilang, itu draftnya belum final. Belum diperiksa ibu." Ibu boss : "Huh, kamu ini bikin malu saya aja." Sisy bingung. Dia hanya diam, tak tahu harus bilang apa. Di satu sisi, sekretaris pak Edu minta diimel secepatnya meskipun belum final. Di sisi lain, bu boss maunya tunggu dia periksa dulu. Sementara ibu boss lagi di luar kota. Hari Minggu baru kembali. Padahal hari Senin, perjanjian itu sudah harus disign di depan notaris.  Sisy bete. Ibu boss maunya tahu beres. Sementara semua pembicaraan dilakukan sendiri antara bu boss dengan pak Edu. Sekretaris pak Edu pun tidak tahu apa hasil pembicaraan bossnya. Kepada siapa Sisy harus bertanya. Ibu boss bisanya hanya marah-marah. Pergi melulu lagi. Aaa...

APA KABAR, EXORT?

Sudah lama saya nggak menemukan komentarnya di blog saya. Sudah lama juga saya nggak melihat posting teranyar dari blognya. Terakhir, di bulan Agustus saat lebaran (kalau nggak salah), dia sempat posting satu artikel. Sudah saya baca dan beri komentar. Setelah itu...wusss!! Dia hilang bagai angin. Di fb nya juga tak ada kabar berita walau saya sempat melihat status terbarunya berupa foto hasil jepretannya. Saya sudah coba sapa dia di inbox fb nya, tapi nggak dibalas.  Mas Aulawi Ahmad, seorang sobat blogger yang cukup kenal dia juga sudah bertanya kepada saya mengenai kabar Exort dan meminta saya untuk kirim pesan ke inbox fb nya. Saya pun coba kontak dia lagi via inbox fb nya, tapi sekali lagi tanpa jawaban. Yasuds, saya pun berhenti bertanya. Mas Aulawi juga bilang : "Ya sudahlah....yang penting kita sudah berusaha care sama dia. Mungkin dia sedang ada masalah atau lagi sibuk berat." Iya, saya kehilangan seorang sobat blogger lagi. Padahal dulu Exort adalah rekan ...

KOPDAR WITH BANG ATTA DAN NENG ORIN

Gambar
Siang-siang gini,sambil nunggu klien mendingan posting hasil foto kopdar barusan deh. Kopdar lagi? Iya, berhubung si bang Attayaya lagi di Jakarta dan neng Orin lagi ada waktu, yo wes kita kopdar aja. Sekalian lunch bareng di bakmi Gajah Mada Mal Kelapa Gading 3. Kebetulan, saya lagi ngidam bakmi GM nih. Hi hi hi... Tapi kopdarnya gak bisa lama-lama. Setelah menyantap makanan masing-masing, kami harus cabut. Orin kudu balik kerja. Saya harus balik kantor juga karena ada kerjaan yang menunggu. Kami juga tak sempat ngobrol banyak. Soalnya, sibuk makan sih. He he he.. Dan inilah hasil foto kopdarnya. Gak sempat foto banyak, karena waktunya terlalu singkat. Malahan, saya lupa minta foto bareng bang Atta dan neng Orin . Yang ada saya sibuk fotoin mereka saat sedang menyantap makanan.         Bang Atta dengan mie ayam jamurnya. Makannya sedikit pisan. Cuma abis separuh. Pantesan kurus ya.  Neng Orin makan nasi ayam capcay Habis tuh makannya. Pi...

ALAMAT PALSU ALA SANG CERPENIS

Gara-gara mendengar lagu 'Alamat Palsu'-nya si neng geulis Ayu ting ting, saya jadi teringat nostalgia masa kecil. Tepatnya, waktu saya masih duduk di bangku kelas 5 SD. Saat itu, saya ditaksir oleh seorang kakak kelas, sebut namanya Hary (nama palsu tentunya. hehehehe...).  Sebagai seorang cewek yang masih imut-imut tentunya saya tidak berpikir untuk pacaran. Wong, masih bau kencur gitu kok. Jadi, saya rada ngeri waktu tahu ada seorang kakak kelas pengen menjadikan saya sebagai pacarnya. Apalagi, saat dia pdkt dan menanyakan alamat rumah saya. Wah, ketakutan saya makin bertambah. Tapi, daripada dia nanya melulu, saya berikan juga alamat rumah saya. Saya bilang, rumah saya di Jalan jenderal Sudriman nomor 25. Dodolnya, dia percaya aja. Alamat saya dicatat dengan baik-baik. Mungkin dia juga gak tahu kalau itu nama jalan protokol di Jakarta. Lha, saya sendiri bingung. Kok bisa, alamat palsu itu  muncul di benak saya. Bahkan, saya jarang banget melewati jalan Jenderal Sudirm...

OH..OH...KAMU KETAHUAN...!

Menjaga kepercayaan itu sulit. Apalagi jika boss kita adalah seorang yang cuek dan menyerahkan semuanya kepada kita. Karena sudah terlalu dipercaya,bisa timbul perasaan 'seenake dewe'. Toh, boss gak tau. Boss gak melihat. Boss gak memantau. Jadi, suka-suka gue dong. Mau kerjain apa enggak. Mungkin itu yang sering timbul di hati para karyawan yang diberi kepercayaan abis bis bis...sama atasannya. Walaupun tidak semua karyawan kepercayaan boss bersikap seperti itu, tetapi ada saja satu dua mahluk hidup yang bersikap seperti itu. Kisah nyata di bawah ini adalah salah satunya.  Fredi adalah seorang asisten notaris yang sudah puluhan tahun bekerja di sebuah kantor notaris yang dipimpin oleh seorang Notaris senior bernama Gita Prakoso SH. Ibu Gita percaya sekali pada Fredi yang memang cerdas dan mau belajar. Meskipun bukan seorang SH, tetapi Fredi dengan cepat menguasai cara-cara pembuatan akte, termasuk cara menghadapi klien.  Karena merasa Fredi sudah cukup pandai, ib...

SANG PRIMADONA TELAH PERGI

Masih ingat postingan saya DUKA SANG PRIMADONA ? Nah, beberapa hari yang lalu, Ely, seorang teman SMA yang kini tinggal di Semarang bersama suami dan anak-anaknya, menelpon saya. Kami ngobrol ngalor ngidul tentang berbagai hal karena lama gak ketemu dan baru bisa kontak lagi setelah ketemu di FB. Tapi karena pulsanya sudah sekarat, obrolan dihentikan. Namun, tak lama kemudian, SMS nya masuk ke hape saya. "Fan, udah tahu belum kalo Janita sudah meninggal dunia karena kanker rahim?" Whaaat? Saya merasa ada palu mengetuk kepala dan hati saya. Janita meninggal dunia? Kanker rahim? Kok, saya nggak tahu? Tepatnya tak ada yang memberitahu saya. Saya pun langsung menelpon Ely dan menanyakan kejadian sebenarnya. Ternyata, Janita sudah meninggal sekitar 2 tahun lalu, tepatnya kapan, Ely juga kurang tahu karena dia juga hanya mendengar kabar itu dari Bella (bukan nama sebenarnya). Bella ini teman SMA juga yang notabene adalah adik ipar Janita karena Janita memang menikah dengan kakakny...

TEMANKU SUDAH BERUBAH

Kemarin, saya sempat ngobrol di fesbuk dengan Tony (nama samaran), salah satu teman waktu SD. Dulu si Tony ini bandel bukan main. Kerjaannya, gangguin orang aja terutama anak cewek. Saya termasuk yang suka digangguin sama dia. Kadang, kuncir rambut saya ditarik sampai rambut saya berantakan. Enggak heran, dia menjadi salah satu musuh bebuyutan saya waktu SD. Sering saya kejar keliling lapangan sambil bawain penggaris kayu. Kalo udah dekat, geplak! Saya pukul punggungnya dengan penggaris. Tak jarang, saya tendang tulang keringnya. Atau...saya gebuk bahunya keras-keras. Yaaa, dia mana berasa. Wong, dia tuh cowok yang termasuk jangkung di kelas. Pukulan saya mah gak artinya. Waktu kecil, saya memang beda dengan anak perempuan lainnya yang bisanya nangis kalo diganggu anak cowok. Siapa aja yang berani usil sama saya, pasti saya lawan. Duel satu-satu pun hayo! Buseeet! Fanny tuh galak pisan euy! He he he... Selain bandel dan biang ribut, si Tony ini jorok. Keringatnya sering bercucuran di a...

JANGAN PAKSA SAYA!

Siapa yang suka dipaksa? Saya rasa semua orang pasti tidak suka dipaksa. Apalagi dipaksa memakan makanan yang tidak kita sukai. Sebel banget deh! Nah, saya punya seorang teman yang hobi banget menyantap makanan Korea. Saking sukanya, hampir setiap minggu dia pergi ke resto Korea favoritnya. Ketika dia ulang tahun pun, saya pernah ditraktir makan di sebuah restoran Korea di daerah Tebet. Itulah pertama kalinya saya menyantap makanan Korea. Dan...rasanya... ANEEEHH! Maklum, lidah saya 'kan lidah kampung. Hobinya aja makan tempe, gado-gado, sayur asem, lalapan dan sambal terasi. Lha, mana bisa dijejalin makanan Korea? Sudah rasa bumbunya aneh. Banyak daging pula. Saya 'kan tidak begitu suka makan daging kecuali ayam goreng, ikan gurame dan bakso. Tapi....teman saya ini hobi banget memaksa saya nemenin dia makan di restoran Korea. Entah berapa kali, dia meminta saya ikut dia ke daerah Kelapa Gading. Di sana - katanya - ada sebuah restoran Korea yang terkenal enak. Saya pun menolak...

KALO SUKA, BILANG AJA .....

Saya lagi gemes nih sama seorang sobat cowok. Dia lagi suka sama seorang cewek cantik yang stay di luar negeri and hanya dikenal via blog. Tapi....sobat saya ini terlalu pengecut untuk menyatakan isi hatinya. Okelah, kalo gak berani to the point gitu, kan bisa pake bahasa isyarat. Waktu saya suruh dia nulis imel ke tuh cewek, eh sobat saya ini bilang : "Gak tau mau nulis apa." Ya elah! Nih, anak...masa mesti saya ajarin sih? Syusyeeeeh deh! Dimana-mana kan cowok yang harus mulai. Lha, kalo dia gak berani terus kapan jadiannya? Saya pun mencoba memberi saran-saran dan masukan-masukan padanya. Tapi, mengingat sifat pemalunya, saya jadi ragu nih. Udah dilaksanakan belum tuh saran-saran saya. Kalo belum juga, salah sendiri deh. Asal jangan menyesal kalo tuh cewek keburu digaet mahluk tampan yang lain. He he he.... Atau...saya mesti buatkan AKTE PERNYATAAN CINTA yang diberi meterai dan ditanda- tangani oleh sobat saya? Boleh-boleh saja. Kebetulan, saya belum pernah nih bikin akte...

NONA PEMARAH (episode 3)

Entah kenapa, saya ngefans banget sama Agnes Monica. Saya suka sama gayanya yang selalu fashionable. Keinginannya untuk maju. Kepiawaiannya nge-dance. Facenya yang cantik. Suaranya yang mantap. Model rambutnya yang selalu berganti. Wah, pokoknya sukaaaa banget deh. Biarpun saya bukan ABG tapi...tetap aja suka dengerin lagunya. Semua CD nya saya koleksi lho! Tapi...teman saya, si nona pemarah sebeeell banget sama Agnes. Kalau saya muji-muji Agnes, dia langsung pasang muka gak suka. Katanya, Agnes ginilah, gitulah, dll. Tapi...saya teuteup aja SUKAAAA sama Agnes. Nah, suatu ketika di dalam taksi saya cerita sama teman saya ini tentang kemunculan Agnes di TV beberapa waktu lalu. Waktu itu Agnes tampil dengan rambut pendek abis dan menyanyikan lagu2 barunya. Mendengar cerita saya, langsung aja, nona pemarah bilang gini : "Menurut gue, si Agnes gayanya ngebosenin. Gak improvement. Lama-lama dia bakal tergeser deh sama artis lain. Soalnya, gitu2 aja sih gayanya." "Ah, masa? M...

NONA PEMARAH (episode 2)

Coba tebak, profesi apa - selain supir dan pembantu - yang rentan banget kena marah customer? WAITRESS/WAITER. Yup! Nah, selama berteman dengan Nona Pemarah, aku sudah 'kenyang' banget menyaksikan dia memarahi waitress. Tapi dari setumpuk omelan, dumelannya pada para waitress/waiter, ada satu peristiwa yang tak mungkin kulupakan. Kejadiannya sudah berlangsung 2 tahun lalu, tepat di hari ulang tahunku. Waktu itu, aku traktir temanku ini makan di sebuah foodhall di Mal Kelapa Gading. Pada sang waitress, aku memesan makanan Jepang berupa mie udon (sejenis mie yang biasa disantap orang Jepang). Sedangkan temanku memesan paket tempura. Ketika pesanan kami tiba, temanku bertanya kepada sang waitress : "Mbak..supnya boleh tambah gak kuahnya? Kedikitan nih.." "Gak bisa, bu. " Jawab si mbak datar tanpa senyum sama sekali. "Yaa.....masa gak boleh? Kalo saya makan di KIYADON, kok bisa nambah?" Teman saya berkata setengah merajuk. "Di sini gak bisa,bu......

TEKNISI GUE NIH....

Gambar
Pertama kali ngeblog (Agustus 2008), aku dibantu seorang sahabat yang jago kompi. Dia pernah sekantor sama aku ketika bekerja di kantor Notaris. Anaknya pinter, cerdas dan pede abisss.... Kenapa saya bilang pede abisss? Karena, dari segi fisik dia tidak senormal orang lain. Kedua kakinya sangat pendek (jarak antara dengkul dengan telapak kaki begitu dekat). Tingginya hanya sekitar 130 senti. Tapi..dia sangat pede. Gaya bicaranya, caranya dia bergaul tak beda jauh dengan cowok-cowok keren. Even, dia pinter banget ngerayu cewek. Gak heran, sekarang sudah married dan sudah mempunyai seorang bayi perempuan yang sangat cantik, sehat dan normal. (Ssst...aku pernah lho dapat ide cerpen dari sohibku yang super pede ini. Nanti kalo sudah dimuat di media cetak, aku posting deh cerpennya.) But... aku belum sempet ambil fotonya secara lengkap nih. Takut gak dapat ijin dari dia. So, aku posting aja fotonya yang sedang pamer gigi nih. Ini juga atas seijin ybs. Aku bilang sama sahabatku ini, mau nunj...

NONA PEMARAH (episode 1)

Siapa yang suka berdekatan dengan orang yang suka marah-marah? Ayo angkat tangan tinggi-tinggi! Tapi... bulketnya harus sudah dicukur dan keti-nya jangan lupa diolesin deodorant ya? Kalo enggak, aku bisa semaput neh. He he he... Nah, aku punya teman cewek yang hobiiiii bangeetttsss marah dan ngomel. Perhatikan, beda marah dan ngomel! Marah belum tentu ngomel. Marah bisa disimpan dalam hati. Tapi kalo marah pake ngomel dengan suara jutek abisss....waduuh! Mending bawa kapas buat menyumbat lubang telinga deh! Bayangin aja, setiap kali aku pergi bareng dengannya, pasti ada acara 'MARAH DAN NGOMEL'. Seperti yang belum lama ini terjadi ketika kami pergi bareng ke Departemen Kehakiman di daerah Kuningan. Teman saya ini hobi banget memerintahkan supir taxi agar melewati jalan terdekat, yang bebas macet. Maksudnya sih baik biar kami cepat sampai di tempat tujuan. Tapi...gak semua supir taxi kenal jalan-jalan pintas yang sudah dihafalnya di luar kepala. So, gak semua supir tanggap ketik...