Ber-tato dan merokok? So, what?
Kabinet Kerja sudah terbentuk. Banyak bibir yang memuji tapi juga banyak yang mengutuk. Lebih banyak lagi yang nyinyir. Gaya beberapa menteri dikomentari. Yang satu, dikoment punya tato, suka merokok dengan gaya cuek. Yang satu lagi, dikomentari titipan ibundanya yang mantan presiden. Tapi yang paling menarik sih koment soal bu menteri yang bertato dan merokok. Gayanya memang cuek (kalau dilihat dari foto-fotonya), tapi....yang penting adalah hasil kerjanya. Menurut saya, selama tidak melakukan perbuatan asusila atau tindak pidana, nggak masalah tuh mau merokok kebal-kebul tiada henti atau mentato sekujur tubuh. Daripada bergaya alim bak ulama tapi endingnya Korupsi booo!!! Don't judge a book by its cover. Saya rasa ungkapan itu sudah sepatutnya kita jadikan pedoman dalam menilai seseorang. Well, lebih baik kita lihat HASILNYA aja nanti. Apakah beneran bisa kerja? Kalo hasilnya oke, kenapa harus memusingkan TATO DAN HOBI MEROKOKNYA.