KEAMANAN NAIK ANGKOT MASIH DIRAGUKAN
Beberapa hari yang lalu saya baca berita di internet mengenai seorang
gadis remaja bernama Putri Novinda yang nekad meloncat dari angkot karena takut
diperkosa oelh supir angkot DKK nya. Tindakan
Putri Novinda yang ‘berani’ itu menurut saya adalah suatu realita betapa
masyarakat masih belum merasa aman meskipun pemerintah sudah berusaha memeriksa
kelengkapan ijin para supir angkot plus merazia angkot yang menggunakan
kaca-kaca gelap yang menutupi pandangan.
Apalagi Putri Novinda sendiri
mengatakan bahwa si supir angkot melajukan kendaraannya keluar dari trayeknya.
Padahal, sebuah angkot mestinya sudah pasti trayeknya kemana saja. Lha, kalau mendadak berubah arahnya jelas
membuat penumpangnya was-was. Apalagi, di dalam angkot hanya ada para penumpang
pria. Bisa jadi, itu teman-teman si supir yang - mungkin - hendak melakukan
kejahatan bersama-sama.
Walaupun mungkin si supir DKK nya
tidak berniat jahat tetapi…wajar saja
bagi si penumpang wanita untuk merasa curiga. Bukankah lebih baik melompat
dengan akibat : sakit di sekujur tubuh daripada dinodai oleh para penjahat?
Dengan adanya kejadian seperti itu, saya pun bertanya-tanya, apa tindak
lanjut dari para penguasa negara ini? Apakah cukup dengan melakukan razia dan
memeriksa ijin-ijin angkot yang ada? Tentu
saja tidak cukup. Buktinya, masih saja ada oknum-oknum yang diduga berniat jahat
terhadap penumpang wanita. Bila benar si
supir angkot yang ditumpangi Putri Novinda berniat melakukan aksi
bejatnya, kok, kesannya seperti
menantang pemerintah.
Baru saja dilakukan razia eh, malah ada yang coba-coba ingin berbuat
kejahatan yang sama. Duh, duh…nekad bener ya?
Apakah kenekadan para oknum supir angkot itu karena hukum di negara ini
begitu lemahnya? Semua bisa diselesaikan dengan fulus. Semua bisa diatur.
Lalu, kemanakah para wanita di negara ini
mencari perlindungan bila sistem hukum sudah tak bisa lagi melindungi mereka? Apakah
mereka harus berhenti bekerja agar tidak usah pulang pergi naik angkot? Padahal
keluarga mereka menuntut mereka untuk bekerja demi meringankan beban
suami/ortu/adik-adik yang masih kecil, dll. Apakah mereka harus di rumah terus
dan hanya bisa bepergian bila ada pria yang menemani mereka?
Terlebih lagi bila mengingat kasus Livia
Pavita Soelistio yang naik angkot sore hari tapi menjadi korban perkosaan. Lalu,
bagaimana dengan kaum wanita yang harus pulang kerja sampai larut malam?
Sementara suami/kekasih/ayah/saudara laki-laki mereka tidak ada waktu untuk
menjemput. Mau naik taksi yang mestinya lebih aman juga tidak menjamin. Ingat,
kasus penumpang wanita yang diperkosa oleh supir taksi? Lha, kalau naik angkot tidak aman, naik taksi
juga tidak menjamin, mau naik apa lagi dong? Bawa motor/mobil sendiri? Tidak
semua orang mampu beli motor, apalagi mobil dan tidak semua kaum hawa bisa mengendarai
motor/mobil.
Hmm....mungkin sudah saatnya para
perempuan dibekali senjata tajam atau benda-benda yang bisa membantu mereka dalam
melindungi diri sendiri, terutama bagi mereka yang sering pulang larut malam.
Dan, anak-anak perempuan yang masih imut-imut sudah saatnya diajari ilmu bela
diri. Ciattttt!!!
Komentar
dan saya sudah berniat memasukkan Ara di sanggar pencak silat setelah dia kelas 3 tahun depan.
gud morning mbak fanny
emang indonesia ini hebring deh, katanya suruh save environment dengan mengurangi polutan, naek kendaraan umum, tapi kendaraan umumnya masih najis begitu <-- maklum, saya sering jadi korban pelecehan di angkutan umum
tp klw perempuan harus dibekali senjata tajam, kayaknya saya kurang setuju tuh mbak, ntr malah tambah kerjaan pemerintah buat ngawasi penggunaan senjata tajam oleh para perempuan, lebih semrawut lagi malah.. :D
naik motor sendiri jg blm tentu aman, krn ada juga perampokan motor. salah satu teman saya sampai putus tangannya ditebas oleh perampok, dan diambil motornya.
hadeeehhh, tingkat kriminalitas semakin tinggi saja, prihatin :(
Oknum seperti ini yang memudarkan kepercayaan masyarakat untuk menggunakan angkot/mikrolet.
Aku ngikutin banget kasus yg terjadi ke livia,sedihnya bukan main pas tau pelaku berjumlah lebih dari 2 orang.
Episod-episod ini akan terjadi jika mungkin kita,kamu,mereka nggak saling menjaga...Bukan apatis terhadap aparat,cuma ingin mengajak dan membangun kembali kesadaran sebagai sesama manusia untuk peduli dan saling melindungi ^^
Mungkin bljr ilmu bela diri bs jd jalan keluar mbak hehe
aku sebel banget sama sopir2 mayak itu. b****sek abis... dia pikir dia bakal tenang2 aja kalo emaknya yang diperkosa.
@yan : kalo wanita bawa senjata tajam rasanya gak segawat kalo pria yg bawa deh. jarang ada sekelompok wanita berantem dg b awa senjata.
Dulu di Batam kerja jg sering plg mlm dan naik angkot. Tapi betul jg ya sbg cew2 mesti dibekali agr bs menjaga dirinya. Aplg di jkt, ngeri banget ya kalo plg mlm sendirian.
yaaa minimal sepertinya wanita-wanita emang harus bisa nonjok sama nendang buat perbekalin diri mba hehehehehee..
OOT, jadi kiss the rain lg nih, sukaaa, aku jd sering2 mampir he he
Di negara ini apa2 sdh kurang aman lagi... TT
Mau dibawa ke mana?
Belum selesai masalah pemerkosaan di angkot, muncul lagi masalah baru, pencurian pulsa. Ya ALlahh... Ada apa ini???
TT
Semoga tidak menjadi lebih parah...
Alat seperti cincin besi yang digunakan di kepalan tangan. :) Untuk mukul.
jadi semakin takut menaiki kendaraan umum ya
Rasanya emang harus dicari jalan keluar agar para wanita aman jika berkendaraan umum ya?
salam...
yaitu tentang masalah pardah dalam islam...
jadi antara pria dan wanita harus ada sesuatu "pemisah"....
nanti aq cari-cari...
aq postkan...
:P
apa ya agar bisa mengurangi kejahatan