Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

MENGAPA UMUR MANUSIA LEBIH PANJANG KETIMBANG UMUR ANJING?

Boni, anjing kesayangan milik keluarga Lisa dan Roy sakit keras. Karena usia Boni juga sudah cukup tua maka penyakitnya pun semakin sulit disembuhkan. Untuk mengakhiri penderitaan Boni, dokter mengusulkan agar dilakukan euthanasia terhadap Boni. Lisa dan Roy yang kasihan melihat Boni tak berdaya akhirnya menyetujui usul dokter. Setelah proses euthanasia dilakukan, Boni pun perlahan-lahan menutup matanya dan pergi untuk selamanya.   Kemudian, Lisa dan Roy bercakap-cakap dengan dokter. Mereka membahas mengapa umur manusia lebih panjang ketimbang umur anjing. Tiba-tiba, Sonya, puteri Lisa dan Roy menjawab :  “Aku tahu kenapa umur manusia lebih panjang daripada anjing. “ Lisa dan Roy menoleh ke arah puteri mereka.  “Karena Tuhan ingin memberi kesempatan lebih lama kepada manusia untuk belajar menjadi manusia yang baik dan berguna bagi sesama. Sementara seekor anjing sudah tahu bagaimana menjadi hewan yang baik dan berguna   karenanya mereka tidak ...

SEBELAS TAHUN

Guru : "Apa yang terjadi pada tahun 1809?" Ibnu : "Abraham Lincoln lahir di tahun itu." Guru : "Apa yang terjadi di tahun 1819?" Ibnu : "Abraham Lincoln berusia 10 tahun."

LIFE MUST GO ON

Orang bijak berkata, “Everything will be okay in the end. If it’s not okay, then it’s not the end. “ Artinya semuanya akan baik pada akhirnya. Jika tidak baik. Maka itu belum akhirnya.” Ucapan bijak inilah yang sering direnungkan oleh Asti, seorang wanita yang pernah mengalami perkosaan di masa kecilnya.   Dari kalimat itu, Asti merenungkan kehidupannya seperti ini :  “Kataku, hidup itu kelam dan tak ada cahaya yang mampu untuk membuatku bersinar. Tetapi, nuraniku memungkirinya. Ia berbicara dengan lembut bahwa semua hal yang terjadi di dalam hidupku patut untuk kusyukuri. Aku tak pernah menginginkan “orang-orang” itu hadir di dalam hidupku. Orang-orang yang telah membuatku menjadi seorang wanita yang kehilangan harga diri. Orang-orang yang telah merenggut sebagian kesucianku sebagai wanita. Pastilah ada   yang hilang dari sosok anak yang bertumbuh dengan citra diri yang rusak. Dan memang benar, aku bertumbuh tanpa pemahaman yang seutuhnya benar dan siapa di...

BBM = BUKAN BUAT MENGGOSIP

Ber-bbm memang asik tapi kalo BBM jadi sarana ngomongin orang, rasanya menyebalkan sekali. Berikut adalah sebuah kisah nyata tentang seorang wanita yang hobi banget mengggosipkan teman-temannya kepada teman baiknya.  Ada suara yang menandakan sebuah BBM masuk ke BB Sinta. Sinta berpikir itu BB dari rekan kerjanya. Ternyata BBM dari Lusi, teman baiknya ketika kuliah dulu.  Bunyi BBM itu : "Si Edo penghasilannya tahun lalu 7 juta per bulan, sekarang tokonya menghasilkan 10 juta per bulan." Sinta menghela nafas. Jiaaah, ngapain sih sore-sore gini ngomongin penghasilan orang lain. Dengan malas, dia menjawab begini : "Terus? Kayaknya bukan urusan kita deh." Maksudnya, dia ingin Lusi mengerti kalau penghasilan Edo bukan urusan mereka berdua. Tapi, Lusi nggak nyadar, dia malah membalas : "Bilang dong, woooooo! Luar biasa!!!!" Lusi bermaksud ngomong begitu kepada Edo yang hobi bercerita soal penghasilan tokonya yang berlipat ganda dibanding tahun la...

DIAMBIL SANG PEMILIK

Sintia  merasa Tuhan tidak mendengar doanya karena ayahnya yang menderita sakit kanker meninggal dunia justru di saat Sintia sedang berada di Israil. Di sana, ia mengunjungi beberapa gereja dan selalu mendoakan ayahnya dalam setiap kebaktian yang ia ikuti. Tetapi mengapa ayahnya pergi tanpa sempat berpesan apapun kepadanya? Mengapa ia tak diberi kesempatan untuk bertemu untuk terakhir kalinya dengan ayahnya? Sintia merasa kecewa dan mengeluhkan hal ini kepada orang-orang terdekatnya. Sampai suatu hari, salah seorang sahabatnya berkata : "Tuhan mengambil ayahmu di saat yang tepat yaitu di saat kamu tidak ada di Jakarta. Karena Tuhan tidak ingin kamu terlalu bersedih melihat kematian ayahmu. Mungkin juga, karena Tuhan ingin segera mengakhiri penderitaan ayahmu. Lagipula, ayahmu tidak kemana-mana. Dia hanya diambil Pemiliknya. Tuhan yang menciptakan, Tuhan berhak pula mengambilnya setiap waktu." Sintia pun sadar bahwa dia hanyalah manusia ciptaanNya. Dia tak berhak protes da...

KASIR PIKUN, SUPERVISOR TANGGAP

Beberapa waktu lalu ada diskon 30 persen untuk buku-buku (novel dan masakan) terbitan Gramedia di seluruh TB Gramedia dengan ketentuan : bayarnya pake kartu kredit BCA atau flazz. Tentu saja, sebagai penggila buku saya segera hunting buku ke TB Gramed terdekat. Tapi karena sibuk dengan pekerjaan rutin, saya pun baru sempat ke TB Gramed terdekat pada hari Minggu yang merupakan hari terakhir diskon. Sebelum memborong buku-buku incaran, saya sudah bertanya kepada salah seorang staff Gramed, apakah masih diskon 30 persen.  "Masih dan hari ini terakhir, bu. " Jawab si mas berseragam. Lalu, saat membayar saya juga bertanya lagi kepada kasir yang melayani. Apakah diskon 30 persen? Kasir mengangguk mengiyakan. Bahkan, saya dapat hadiah CD Vidi Aldiano sebanyak 4 buah. Rupanya setiap pembelian 3 buah novel Amore akan mendapat gratis 1 CD Vidi. Karena saya memborong novel-novel genre Amore cukup banyak, saya pun dapat CD 4 buah.  Setelah membayar dengan kartu kredit BCA, saya...

KISAH PAK RT : BELUM ADA KANDIDATNYA

Akhir-akhir ini banyak sekali lalat yang hobi menyerbu ke dalam rumah terutama ketika para warga sedang memasak. Apalagi kalau menggoreng ikan atau ayam. Ada apa gerangan? Ternyata setelah diperhatikan, lingkungan di kompleks perumahan tempat mereka tinggal semakin tidak terawat. Rumput di taman dibiarkan memanjang. Sampah yang berserakan di sekitar taman juga tidak dibuang. Bahkan, di ujung kompleks ada gunungan sampah. Lha, iuran keamanan dan kebersihan yang naik setiap tahun itu untuk apa? Kenapa tidak digunakan untuk menggaji para pemotong rumput ? Kenapa tukang sampah tidak dikerahkan untuk membersihkannya? Atau, adakan acara kerja bakti membersihkan lingkungan kompleks saja.  Aish! Makin lama makin nggak becus nih pak RT. Tahunya duit saja. Kesejahteraan para hansip dan tukang sampah juga sepertinya diabaikan. Banyak hansip mulai tidak suka kepada pak RT.  Sudah saatnya pak RT diganti nih, tapi sampai saat ini tak seorang pun warga bersedia menjadi pak RT. Lha, kalau...

KISAH PAK RT : SAMPAH NGGAK DIBUANG

Kelakuan pak RT yang semena-mena dalam menetapkan uang iuran keamanan tanpa diskusi dulu dengan warga, masih berlanjut. Ketika dia tahu, ada beberapa warganya yang ogah bayar iuran keamanan karena perbedaan jumlah iurannya, pak RT pun lagi-lagi bikin ulah.  Ibu Siti, isteri pak Roni heran karena sampah di bak sampah depan rumahnya tidak dibuang. Padahal, tukang sampah kompleks baru saja membuang sampah di bak sampah tetangganya. Ibu Siti pun menghampiri mang Asep, si tukang sampah. "Mang, kok sampah di bak saya nggak dibuang?" "Tanya pak RT aja, bu. Saya diperintahkan gitu kok. Katanya, rumah ibu jangan dibuang sampahnya." Ibu Siti kaget. "Lho, kok bisa?" "Iya, saya kurang tau juga. Ada lima rumah sih yang nggak boleh dibuangin sampahnya. Atas perintah pak RT." Ibu Siti melongo. Benaknya langsung teringat pada masalah uang iuran keamanan yang belum dibayar oleh suaminya. Oh, jadi begini toh sanksinya dari pak RT? Wah, wah...keter...