Rabu, November 11, 2009

HAPPY BIRTHDAY, BROTHER ATTA

7 komentar

Weks! Sudah tanggal 11 Nopember? Hmm…kayaknya kemarin tuh ada yang membisiki saya deh kalo hari ini ada yang ultah tuh. Siapa ya orang yang lagi berbahagia itu? Yang mesti ditagihin makan-makan sama orang sekelurahan. Yang kalo koment suka pake kata-kata….JIAAHHHAAHHHA…. Yang sekarang mulai jarang bw ke blog saya. Mentang-mentang sudah semakin top markotop. Yang wajahnya gak lagi misterius dan sempat bikin penasaran para blogger cewek secara sudah saya foto dengan cara setengah dipaksa. Hehehe…..puas…deh puas..udah berhasil mempublikasikan seleb blog dari Blogger Bertuah bernama Attayaya.

Yup! Dia memang si Attayaya. Kakak angkat saya di dunia maya. Horee…plok..geplok..plok..nepukin pundak bang Atta sampai terbatuk-batuk saking kerasnya gaplokan saya. Hahaha…. Bang..gimana rasanya nambah umur? Biasa aja tuh, paling itu jawabnya.



Mau biasa aja, mau luar biasa…pokoke…saya mewakili teman-teman mau nodong kamu makan-makan nih. Jangan bilang, lagi bokek ya. Awassss! Ntar bokek beneran lho. Hi hihii….Setuju gak teman-teman? Mari kita todong si bang Atta ini. Jangan lupa bawa golok yang super tajam ya…Biar dia nyerah. Hahaha…

Tapi, saya gak cuma mau nagih makan-makan, saya juga mau kasih kado nih. Kadonya murah meriah kok tapi original. Lagi-lagi ada buah stroberi. Khas saya banget kan? Bodoh deh, kamu mau suka apa kagak ama nih buah. Pokoke, kado dari saya mesti ada stroberinya. Gak boleh protes ya. Kalo mau protes ke DPR saja sono. He he he..

Oke, bang atta…diambil ya kado berbentuk award ini and dipajang di blog Ijo kamu. Mau dioper lagi juga boleh. Tapi, ngopernya ke GEBETAN kamu ya…hehehe..Kan saya mau kenalan sama calon kakak ipar nih. Siapa tuh? Tuing…tuing….tuing…’kedap kedip mode on’. Weeeh, gosip deh si fanny. Hahaha…peace brother..peace…guyon kok. Lagi ultah gak boleh manyun. Kudu senyum terus ampe gigi kering dan pipi kempot. HI HI HI..

AWARD INI ADA WARNA HIJAU YANG RADA MIRIP DENGAN WARNA HIJAU BLOGNYA ATTAYAYA.




Read More..

Selasa, November 10, 2009

I’M STUCK ….

35 komentar

Bulan Nopember ini merupakan bulan terberat bagi saya. Mungkin bisa disebut bulan Ujian bagi kesabaran saya (padahal saya merasa sudah menjadi orang yang sabar). Diawali dengan papa yang sakit tapi tidak mau diajak ke dokter dan ketika akhirnya mau ke dokter, hanya bersedia diterapi 3 kali (seharusnya 5 kali), lalu ..order dari klien utama yang biasanya cukup banyak, kini menghentikan ordernya untuk sementara waktu karena kantor mereka sedang diaudit (masih belum jelas alasan sebenarnya).

Keadaan yang sangat menjengkelkan ini semakin diperuncing dengan keterlambatan pembayaran honor cerpen saya. Cerpen yang sudah dimuat bulan Oktober lalu sampai saat saya menulis artikel ini belum juga dibayar. Kalau tidak ditelpon mungkin mereka tidak akan membayar apa yang menjadi hak saya. Dijanjikan akan dibayar pada tanggal 11 bulan ini juga. Entah benar apa tidak.

Lalu, cerpen berikutnya yang dimuat (di majalah lain) awal bulan Nopember belum juga dibayar. Biasanya, hari Senin minggu kedua mereka melunasi pembayaran honor cerpen tersebut. Saya sampai harus menulis email ke redaksi ybs. Tapi belum ada jawaban.

Hufff…saya hanya bisa menghela nafas. Ada apa ini? Apakah krisis ekonomi sudah sedemikian ‘dalam’nya? Apakah kantor-kantor media cetak (majalah) sudah tak punya uang lagi? Bagaimana pengaturan keuangan mereka? Mengapa kami, para penulis selalu menjadi korban? Berapa sih honor kami? Seharusnya, bila mereka berani menerbitkan karya seseorang, mereka harus sudah memperhitungkan jumlah honor yang harus mereka bayar. Mana ada honor cerpenis yang sudah begitu ‘kecil’ ditunda pembayarannya sampai sebulan lebih? Biasanya tidak selama ini. What happen aya naon?

Tidak ada jawaban dan saya hanya bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan itu pada bintang di langit (soalnya, tidak ada rumput di halaman rumah). Aarggghh!!!

Saya sungguh-sungguh merasa ‘stuck’. Mungkin, saya harus menghentikan pengiriman cerpen ke majalah-majalah yang suka telat membayar honor saya. Lebih baik saya kirim ke majalah lain walau honornya lebih kecil tapi …pembayarannya lancar jaya.



Hmm…jika begini caranya, bagaimana saya bisa pensiun dini dari pekerjaan utama ? Bila mengandalkan honor cerpen yang telat dibayar, kasihan ortu di rumah dong. Barangkali, Tuhan memang belum mengijinkan saya untuk mengundurkan diri sebagai Notaris. Tapi hidup itu memang tidak mudah, bukan? Dan, yang sedang stuck dengan berjuta masalah bukan saya saja.

Well, meskipun stuck, saya tetap harus menjalani kedua profesi ini. Sebab saya yakin roda akan kembali berputar ke atas karena kereta kencana harus membawa sang puteri Strawberry ke tempat tujuan. Sekarang, lebih baik saya duduk tenang sambil mengunyah buah strawberry. Asam manisnya menyegarkan jiwa.

Note : Tulisan ini untuk seseorang yang akan kopdar denganku. Terima kasih sudah mau mendengar curhatku selama ini. Jangan bosan ya, sobat.


Read More..

JANGAN MENAHAN KEBAIKAN

30 komentar

Prakata : Seorang teman menceritakan kisah menarik ini kepada saya. Karena kisahnya begitu indah dan menyentuh, saya pun mencoba menuliskan cerita itu untuk teman-teman semua.

Seorang pengemis wanita yang sudah tua memasuki sebuah Toko pakaian terkemuka di Amerika. Toko tersebut dipenuhi dengan hiasan-hiasan indah dan lantainya dilapisi karpet mewah. Namun, pengemis wanita itu tak peduli. Dengan percaya diri, dia melangkah masuk ke dalam toko tersebut.

Pakaiannya yang kotor, compang-camping dan bau segera saja menarik perhatian orang di toko itu, termasuk seorang pendeta wanita yang sengaja mengikutinya dari belakang dengan maksud membela pengemis itu jika ada yang melarangnya masuk.

Di benak sang pendeta, sudah terbayang jelas kalau sang pengemis ini akan diusir oleh pramuniaga toko. Karena para pengunjung toko itu rata-rata adalah orang-orang kaya yang mengenakan pakaian bagus dan mahal. Namun, ternyata tak ada seorang pun pramuniaga di toko itu melarang sang pengemis untuk masuk ke dalam. Bahkan, ketika sang pengemis memegang sebuah gaun yang mahal, seorang pramuniaga dengan ramah menyapanya.

“Ada yang bisa saya bantu, bu?”

“Oh, saya ingin mencoba gaun ini.” Jawab sang pengemis sambil mengelus gaun mahal itu.

“Berapa ukuran ibu?” Tanya sang pramuniaga masih dengan suara yang ramah.

Sang pengemis menyebutkan ukurannya, dan sang pramuniaga mencari-cari gaun yang dikehendaki sesuai ukuran tubuh sang pengemis.

“Cobalah gaun ini.” Ujar sang pramuniaga setelah mendapatkan ukuran yang cocok.

Sang pengemis mencobanya tapi ia tidak membelinya karena memang ia tak sanggup membeli gaun tersebut. Tetapi, hari itu ia keluar dengan sukacita karena ia telah diperlakukan dengan sangat manusiawi, bahkan istimewa meskipun ia hanya seorang pengemis.

Pendeta wanita yang menyaksikan hal itu merasa penasaran dan bertanya pada sang pramuniaga.

“Mengapa kamu membiarkan pengemis itu mencoba gaun mahal itu?”



“Karena sudah menjadi tugas saya untuk melayani dengan baik.” Jawab sang pramuniaga sambil tersenyum.

“Tapi….pengemis itu tidak mungkin membeli gaun mahal itu.” Kata si pendeta lagi.

“Maaf, saya tidak mau menilai dan menghakimi pelanggan. Tugas saya hanya melayani dengan baik.”

Sang pendeta sangat terkesan dengan jawaban itu, sehingga ketika hari Minggu tiba ia berkhotbah dengan tema : INJIL MENURUT TOKO SERBA ADA. Khotbahnya sangat menyentuh dan diberitakan di surat kabar sehingga banyak orang datang berbelanja di toko tersebut. Pengemis wanita itu memang tidak membeli apa-apa, tetapi karena perlakuan yang ia terima, pada bulan itu hasil penjualan toko meningkat drastis dan keuntungan naik hingga 48 persen.

Bandingkan dengan para pramuniaga di Department Store ternama di Indonesia! Seringkali, kita yang berpenampilan sederhana (tapi bersih, tidak compang-camping dan tidak bau) dianggap remeh oleh mereka. Bahkan, dipandangi dengan curiga ketika tangan kita mulai menyentuh barang-barang mahal yang dipajang di counter mereka. Seolah-olah mereka berkata : “Megang-megang doang! Mampu beli gak sih? Tampangnya aja kayak orang bokek. Wah, jangan-jangan mau nyolong nih.”

Tapi itulah sifat manusia. Seringkali menghakimi seseorang hanya dari penampilan luarnya.


Read More..

Senin, November 09, 2009

KAPAN GELENG-GELENGNYA?

40 komentar

Tiny adalah seorang wanita berbadan sangat gemuk. Dia pun pergi ke dokter untuk konsultasi mengenai obat yang bagus untuk menurunkan berat badannya.

Tiny : “Dok, obat apa yang harus saya minum agar bisa kurus?”

Dokter : “Oh, gak usah minum obat. Cukup geleng-geleng kepala aja.”



Tiny : “Ah, yang bener? Kapan saya harus geleng-geleng kepala?”

Dokter : “Kalau ada orang yang menawari kamu makan saja.”


Read More..

ABOUT ME

Foto Saya
Fanny Fredlina
Jakarta, Indonesia
Lihat profil lengkapku

THE BLOGGERS

 

MAHLUK NYINYIR

Share/Bookmark

BLOG STATISTIK

Widgets for Blogger

sang cerpenis bercerita Copyright 2008 Shoppaholic Designed by Ipiet Templates Image by Tadpole's Notez