Kamis, 03 April 2014

APRIL MOP YANG BIKIN JENGKEL

Tanggal 2 April kemarin sebenarnya sudah lewat 1 hari dari April Mop, tapi entah kenapa ada saja orang yang hobi iseng meskipun sudah lewat hari bohong bin jail sedunia. Isengnya pun nggak nanggung-nanggung, yaitu mengabarkan berita bahwa salah seorang paman saya meninggal dunia. 

Jadi, ceritanya, salah seorang tante saya ditelpon oleh seorang wanita yang mengaku adik sepupu saya, sebut saja namanya Lilis. Lilis bilang kalau papanya sudah meninggal dunia. Dan, tante saya percaya saja kalo yang nelpon itu Lilis. Karena suaranya mirip.

Setelah menerima telpon dari Lilis gadungan itu, tante pun menghubungi saudara-saudara yang lain, termasuk papa saya. Semua yang dihubungi sempat kaget. Paman Heru (bukan nama sebenarnya) yang diberitakan meninggal dunia itu, baru beberapa hari lalu ketemu dengan papa saya dan para kerabat yang lain. Lha, kok mendadak dikabarin meninggal dunia. Memang sih usianya sudah 78 tahun. Tapi tetap saja berita duka itu mengejutkan. Soalnya, paman Heru cukup sehat. Dan, tidak tampak sakit. 

Tak lama setelah menerima telpon dari tante, Lilis yang asli menelpon papa saya. Lilis bilang, papanya masih sehat. Terus, tadi siapa dong yang telpon tante saya? Yang jelas bukan Lilis asli. Entah siapa yang sudah iseng mengaku sebagai Lilis dan mengabarkan berita duka itu. Duuh, kalo bercanda jangan keterlaluan dong. Mentang-mentang April Mop baru lewat sehari, malah ngerjain orang. Gimana kalo ada yang sakit jantung dan ikutan meninggal dunia karena kaget mendengar berita duka itu?

Tapi sampai sekarang, si pelaku belum terlacak. Yang pasti bukan orang jauh karena dia tahu nomor hape tante saya.

Rabu, 02 April 2014

DIBAYAR DENGAN VOUCHER ATAU DISURUH BELANJA?

Bulan Nopember lalu, saya menerima imel berupa tawaran kerjasama dari sebuah website yang menjual produk fashion dan asesorisnya. Tapi karena benefitnya hanya berupa voucher belanja di website mereka, saya jadi malas menanggapinya. Imel  berisi penawaran itu pun saya cuekin.  Tapi nggak lama kemudian, muncul lagi imel serupa. Kalau yang sebelumnya, blog Toko Buku Stroberi  yang ditawari. Kali ini blog Miss Gaptek.  Dan, karena saya lagi sibuk berat, imel itu pun saya cuekin.

Anehnya, sebulan kemudian muncul lagi imel serupa. Saya cuekin lagi. Dan, terakhir  akhir Maret lalu mereka kembali mengirimkan imel yang sama. Saya pikir, wah ini orang tough juga ya. Lalu, saya iseng aja menjawab imel mereka.  Saya tanyakan lebih dahulu tentang syarat dan ketentuan pengiriman artikel dan berlakunya voucher. 

Dan, mereka menjawab seperti Ini :

1. Mengenai berapa postingan yang harus kamu buat, cukup satu kali postingan saja, karena kerjasama ini berlaku untuk satu post artikel pada satu blog saja. Dan pada artikel tersebut terdapat satu kata yang di link ke webiste kami.

2. Satu voucher untuk satu artikel pada satu blog

3. Voucher akan saya berikan dalam bentuk kode voucher melalui email dengan masa berlaku satu bulan dan satu kali pemakaian. Namun jika kamu belum menggunakannya, kamu dapat merequest perpanjangan voucher ke saya.

4. Setelah kami memberikan kode voucher ke kamu, sepenuhnya kode voucher tersebut adalah hak kamu.
 
Hmm, saya mulai tertarik, tetapi masih ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, terutama mengenai nilai voucher yang hanya Rp. 100.000,- per artikel. Sementara, produk yang mereka jual rata-rata diatas 
Rp. 100.000,-.   Sementara perpanjangan masa berlaku voucher hanya satu bulan. Kalau voucher yang diperoleh bisa digabung/dikumpulin dulu baru dibelanjakan baru deh siip. Tapi ternyata jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya membuat saya berpikir ulang untuk bekerjasama dengan mereka. 
 
Dan, inilah jawabannya : 
 
V oucher yang belum terpakai biasanya diperpanjang untuk satu bulan kedepan.

Mengenai ongkos kirim:

  • Jabodetabek gratis pengiriman tanpa minimum pembelian (siplah kalo ini..)
  • Pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan gratis pengiriman untuk total pembelian setelah diskon di atas Rp 200.000
  • Wilayah Indonesia Timur dan Nusa Tenggara gratis pengiriman untuk total pembelian setelah diskon di atas Rp 300.000
Mengenai voucher, sayangnya hanya tersedia satu kolom voucher pada setiap transaksi, jadi kamu tidak dapat menggabungkan kode voucher yang kamu punya. (hiks, percuma deh dapat voucher).
 
Jleeeb! Yaaah, sama aja bohong dong. Dapat voucher tapi tidak bisa dibelanjakan. Iya, kalo barang yang harganya pas 100 ribu atau dibawah 100 ribu itu ada stoknya. Kalo ga ada, masa saya mesti keluarin uang lagi buat beli barang lain. Misalnya : Saya naksir tas seharga Rp. 300.000,- berarti saya harus nombok
Rp. 200.000,- Jiaaah, sama aja saya - secara tidak langsung - disuruh belanja online.  Males bangeet.  Saya jadi curiga : Ini mau ngajak kerjasama atau 'maksa' belanja online secara halus? Ups...jadi negative thinking deh.

Soalnya, saya kan anti belanja online kecuali beli buku. Lha, mereka nggak jualan buku. Kalo buku kan pasti banyak yang harganya dibawah 100 ribu atau pas 100 ribu. Lagian, ukuran baju dan ukuran sepatu saya rada sulit. Ukuran baju bisa M, kadang bisa L. Ukuran sepatu bisa 36, bisa 37. Dan, kalo untuk urusan beli baju, sepatu dan tas, lebih suka ngeliat seperti apa barangnya. Daripada ntar udah beli tahu-tahu kualitas nggak oke. 

Dan, kalo udah cape-cape nulis artikel tapi voucher yang diperoleh nggak bisa dipakai, apa nggak bikin bete? So, daripada bete, mending saya tolak aja tawaran kerjasamanya. Lain halnya, kalo mereka menawari pembayaran berupa uang tunai. Adik saya pun setuju dengan pemikiran saya. Akhirnya, saya balas imel mereka. Saya sampaikan bahwa saya tidak bersedia kerjasama dengan mereka.
 
Tapi, esoknya, tepatnya siang ini, saya dapat imel lagi dari mereka yang isinya : pembayaran dengan voucher diganti dengan cash. Tapi pembayarannya sebulan setelah artikel dikonfirmasi aktif.
 
Lha, ini baru oke..... tapi lama amat ya bayarnya. Satu bulan.....Hmm....hmm...? Kenapa nggak satu minggu gitu ? Hi hi hi..nanya kan boleh dong. 

Well, belum dijawab sih. Tapi, sebelumnya saya mau tahu nih saran dari teman-teman? Apakah saya harus terima penawaran ini?

Selasa, 04 Maret 2014

MIMPI BURUK DAN SAKIT FLU

Sudah dua minggu lebih saya sakit flu. Gara-gara kecapean melakukan pekerjaan rutin yang menggunung plus begadang, jadilah badan tumbang. Meriang dan radang tenggorokan. Giliran meriang sembuh, batuk menyerang dan pilek menerjang. Sedaaap deh! Suara saya sampe sempat menghilang. Entah berapa banyak obat flu yang saya telan dan bikin ngantuk berat. Entah berapa gelas air jahe hangat yang saya tenggak demi menghilangkan gatal di tenggorokan. Makan pun hanya bubur putih dengan sayuran. Gak berani makan yang aneh-aneh. Padahal, saya kan suka gorengan dan sambal. Hiks....

Nafsu makan pun berkurang. Tidur juga nggak lelap karena sering batuk. Hasilnya, turun dua kilo nih berat badan. Mungkin juga lebih. Nggak nimbang sih tapi dari pergelangan tangan yang jadi kecil, lengan yang mengurus dan dagu yang lebih tirus, kayaknya lumayan banyak turunnya. Buset daah! Jarang sakit, begitu sakit langsung kayak gini. Huff!!!. 

Pantesan, beberapa hari sebelum kena flu parah, saya mimpi buruk. Gak jelas mimpi apa. Tapi kayaknya serem banget. Dan, itu berulang kali mimpinya. Berdasarkan pengalaman adik dan papa saya, kalo mimpi buruk biasanya nggak lama lagi mau sakit. Ini bukan soal percaya tahyul ya. Tapi, sepertinya mimpi buruk itu juga pertanda sinyal dari tubuh kalo ada yang nggak beres. Dan, saya pun sering ngalamin begitu. Abis mimpi buruk, nggak lama lagi biasanya sakit.  Papa dan adik saya juga sering mengalaminya. 

Kayaknya saat ada organ tubuh yang gak bener, secara ngga langsung memberikan sinyal juga ke bagian tubuh yang lain sehingga kita pun mengalami mimpi buruk. Bagaimana dengan teman-teman? Adakah pengalaman yang sama?


Rabu, 19 Februari 2014

SALAH NOMOR

Menjadi pedagang online memang banyak suka dukanya. Selalu saja ada bahan cerita yang unik, seru, lucu, bikin bete, nyebelin tapi ada juga yang menyenangkan. Nah,kejadian yang sedikit nyebelin dan cukup merepotkan ini kembali saya alami. Dan, semuanya berawal dari nomor rumah yang salah ketik dan nomor hape yang salah ketik (lagiii??).

Seorang pembeli, sebut saja namanya ZZ mengirimkan imel berisi pesanan buku dan alamat lengkapnya plus nomor hp nya. Saat membaca imelnya, memang sempat mikir apa iya ada nomor hp 0915....dstnya. Tapi karena alamatnya di Bandung, saya berpikir mungkin ada provider baru yang hanya beredar di daerah Bandung dan sekitarnya. Yang pasti bukan kode area Bandung. Nomor rumahnya pun besaaar. 2310. 

Namun kecurigaan itu tidak sempat saya tanyakan karena kesibukan pekerjaan sehari-hari. Setelah transfer dilakukan, buku pun saya kirim esok harinya. Eh, siapa sangka, 1 hari setelah kirim paket buku, saya ditelpon JNE. Katanya alamat yang diberikan nggak ditemukan, Nomor hp gak bisa dihubungi. Penasaran, saya coba telp dan SMS ke pembeli ybs. SMS failed. Telpon pun nggak ada nada sambung sama sekali. Padahal pihak JNE sudah mengirimkan SMS dan minta saya untuk memberitahu alamat yang benar plus nomor hp yang bisa dikontak. 

Alhasil, saya pun hanya bisa kirim imel kepada si pembeli. Tapi, sampai sore, imel nggak dibalas. Sementara dari JNE kembali menelpon saya. Saya pun minta dikeep dulu paket bukunya karena saya belum dapat jawaban dari si pembeli. 

Esok paginya, saat membuka smartphone, imel balasan pun datang. Mulanya, ybs dengan kalem menjawab : Biasanya sampe. Mungkin kurir JNE nya nggak pernah ke daerah rumah saya. Tapi, nggak lama imel lainnya masuk : Astagaaa! Iya, nomor rumah salah. Mestinya nomor 203. Maaf, kakak jadi repotin. Hp saya juga nggak aktif kemarin.

Alamak! Saya cuma mesem getir. Akhirnya, saya dan si pembeli berbalas pantun eh SMS. Soalnya, dia ngak selalu online. Lalu, saya minta dia untuk menghubungi orang JNE Bandung. Tanya saja ke sana, apakah paketnya masih ada. Dan, beritahu alamat jelasnya. Soalnya, kalo sampe paket kembali ke Jakarta, saya nggak akan mengirimkan ulang kecuali dia mau transfer ongkir lagi. Kalo toh, nggak mau transfer ongkir ya saya akan kembalikan uangnya tapi hanya seharga buku yang dipesannya, karena ongkir sudah digunakan untuk bayar JNE. Memang setiap paket yang kembali, ongkirnya pasti hangus. 

Untungnya, dia mau ngerti kalo itu terjadi karena kelalaiannya. Dan, untungnya paket masih di JNE Bandung, jadi  tak lama kemudian paketnya sampai setelah dia menghubungi pihak JNE. So, pengalaman ini semoga bisa menjadi pelajaran bagi teman-teman yang suka membeli barang via online. Kalau memberikan alamat sebaiknya yang jelas dan jangan sampai salah ketik. Begitu juga saat memberikan nomor telpon atau hp. Karena kalo salah nulis atau ketik, bisa fatal akibatnya. Jangan sampai sudah salah kasih nomor rumah eh salah kasih nomor hp juga.

Pelajaran juga buat saya untuk selalu mengingatkan para pembeli dalam mencantumkan alamat jelas dan nomor hp/telp yang benar. Jangan salah ketik/nulis.
Jadi jangan heran kalo ada kalimat tambahan di setiap postingan buku yang saya jual. Bunyinya begini nih : 

Pesan via tokobukustroberi@yahoo.com dengan menyebutkan nama, alamat lengkap dan nomor hp/telpon (mohon ditulis jelas dan jangan ada kesalahan ketik karena bila paket tidak sampai/hilang/nyasar karena kesalahan dalam memberikan alamat maka TB Stroberi tidak akan mengganti kerugian).


Rabu, 12 Februari 2014

Dear Bodyguard




Penerbit : Bentang Pustaka 
Penulis : Riawani Elyta

Judulnya menarik banget. Bodyguard. Hmm...covernya juga mendukung banget. Pasti bodyguard cewek. Makin hmm...soalnya saya paling seneng sama cerita-cerita yang tokohnya cewek jagoan. Langsung deh tanpa pikir dan tanpa lihat sinopsisnya, saya beli buku ini. Dan, saya nggak nyesel udah membelinya. Ceritanya mantap. Tentang seorang wanita yang pernah mengalami KDRT tapi berhasil bangkit dan menjadi seorang bodyguard keren. 

Sayangnya, ending novel ini rada mengecewakan. Si tokoh utama yang jagoan ini harus diungsikan ke Singapura demi keselamatannya dan kisah cintanya nggak terlalu panjang diulas. Seharusnya bisa ditambah bab baru mengenai kehidupan cintanya. Biar lebih afdol. Jadi, menurut saya siiih..endingnya kecepatan. Gimana kalo dibuat sequelnya aja? Pertanyaan yang khusus ditujukan kepada si penulis. 

Btw, salut deh untuk mbak Riawani. Selain bisa nulis novel romantis, bisa juga nulis novel yang berbau 'berantem-beranteman'. Berasa lagi nonton film detektif nih. And, jadi keinget sama film Bodyguard yang pernah top beberapa tahun lalu. Apalagi nama tokoh utamanya Kevin..Hmm..Kevin Costner?

So, buat yang hobi baca novel, silakan cari aja novel ini. Dijamin nggak menghibur!




Kamis, 06 Februari 2014

PENGALAMAN : GURU YANG BAIK

Guru : "Mengapa pengalaman disebut sebagai guru yang baik?"
Murid : "Karena pengalaman nggak pernah ngasih pe-er. He he he.."
Guru : "Dasar cah bandel!"