Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

CIRI-CIRI CALON PEMBELI NGGAK SERIUS

Entah kenapa sering banget dapat ide dari pengalaman menjual buku secara online. Jadi, hari ini kembali saya tulis beberapa pengalaman antik berkaitan dengan calon pembeli. Semoga berguna bagi kamu-kamu yang lagi pengen buka usaha jualan secara online.  CALON PEMBELI EMOH KASIH ALAMAT Beberapa waktu lalu, ada seorang calon pembeli yang mengirim imel mau booking satu novel. Saya jawab oke. Kira-kira seminggu kemudian dia kirim imel lagi, booking novel lainnya. Saya jawab oke. Terus, saya tanyakan alamatnya dimana. Karena pikir dia serius sampai pesan dua kali. maka saya kasih nomor rekening untuk transfer dan saya kasih tau juga ongkirnya plus harga bukunya. Bahkan, dia bilang gini : Totalnya jadi segini ya, mbak. Saya jawab iya. Tapi, sampai lewat beberapa hari no action. No transfer dan no news. Saya jadi bingung ini mau beli apa nggak ya. Soalnya, sudah ada calon pembeli lain yang kirim imel mau booking novel yang sama. Saya pun kirim imel ke dia, minta kepastiannya. T...

SUDAH BERLALU, BU..

"Siapa yang masih ingat pelajaran minggu lalu?" tanya bu guru. Kelas hening. Tak satupun menjawab. Daun jatuh pun terdengar nyaring. "Hayoo!! Masa nggak ada yang inget? Minggu lalu ibu ajarin apa, anak-anak?" Kelas masih hening. Seekor laba-laba yang sedang menjalin benang-benang halus dari liurnya mendadak menghentikan kegiatannya seolah ikut merasa heran dengan keheningan yang menyergap. Tiba-tiba di tengah hening yang mencekam, seorang anak bertubuh gemuk yang duduk di bangku paling belakang, di barisan tengah mengangkat tangannya. "Yap, Tino! Kamu ingat ya?" "Enggak kok bu...." Tino menjawab sambil menggelengkan kepalanya. "Terus, kenapa angkat tangan?" "Saya cuma mau bilang sama ibu, yang sudah berlalu biarlah berlalu...Ngapain diinget-inget lagi sih bu...." Tino menjawab dengan gaya dan suara bak pemain sinetron andal.

COVER KEREN DAN PEMBATAS BUKU UNIK

Gambar
Daya tarik sebuah buku, terutama novel bukan hanya terletak pada cerita yang tertera di dalamnya, tetapi juga pada covernya. Yeah, banyak yang bilang, cover buku menentukan juga apakah buku itu akan dilirik orang atau tidak. Sama seperti penampilan seorang wanita. Wanita berpenampilan menarik, berwajah cantik biasanya akan dilirik lebih dulu oleh pria ketimbang wanita berpenampilan sederhana, ala kadar dan berwajah biasa saja. Selanjutnya, apakah kepribadian wanita cantik menarik itu baik, itu akan dinilai belakangan. Biasanya begitu toh. Yang terjadi pada sebuah buku juga demikian. Pada umumnya, orang akan melirik buku yang covernya menarik. Kalau nggak percaya, coba deh sekali-kali kamu ke toko buku, perhatikan tingkah orang-orang yang akan membeli buku. Selain memperhatikan judul, pasti mereka akan melihat covernya. Cover yang cantik so pasti dilirik duluan, lalu isi buku dibolak-balik, dibaca sekilas....ditimbang-timbang di benak baru....dibeli (tentu saja harga b...

TEARS IN HEAVEN, ENDINGNYA MENGEJUTKAN

Gambar
Penulis : Angelia Caroline Penerbit  : Gagas Media Pertama kali lihat novel ini, saya nggak begitu tertarik membelinya karena covernya biasa saja. Tapi, kok sepertinya di salah satu TB online langganan saya, novel ini termasuk kategori best seller. Jadilah, saya iseng membelinya.  Waktu membacanya juga nggak berasa gimana gitu. Ceritanya biasa saja. Tentang seorang cowok cakep bernama Nathan yang punya penyakit kanker dan kemungkinan sulit disembuhkan. Sudahlah penyakitan, Nathan yang jago main basket dan pinter dalam mata pelajaran eksakta ini ternyata seorang anak broken home. Ortunya cerai. Papanya bahkan menikah lagi dan punya seorang anak perempuan dari hasil pernikahannya yang kedua.  Semula Nathan tinggal bersama ibunya di Bali, tetapi karena penyakitnya mengharuskan dia pindah ke Jakarta dan tinggal bersama papa dan keluarga barunya. Apalagi papanya seorang dokter spesialis berpengalaman yang ahli menangani penyakit kanker. Mau nggak mau Nat...

WENDY'S WISHES, Novel keren, cover keren

Gambar
Penerbit : Grasindo Penulis : Kyria   Ketika melihat cover novel ini saya langsung tertarik. Apalagi saat membaca judulnya. Jadi inget si peri imut Wendy di dongeng Peter Pan.   Pas baca sinopsisnya, wah..kayaknya menarik. Secara saya suka novel yang berbau-bau fantasi. Akhirnya saya beli deh nih novel. Kebetulan penulis novel ini juga sudah pernah menerbitkan novel yang lumayan oke. Dan, setelah membacanya saya nggak nyesel.   Gak seperti novel romantic biasa, novel ini menuangkan dunia fantasi dan sedikit horor.   Membacanya pun jadi nggak membosankan. Tegang dan bikin penasaran. Kisah dalam novel ini adalah tentang Wendy, gadis super ambisius yang ingin banget jadi model terkenal. Tetapi saying sekali dia harus beberapa kali gagal dalam berbagai event lomba dan kesempatan untuk jadi model top. Kegagalannya itu bukan karena dia nggak berbakat atau nggak sungguh-sungguh tetapi lantaran banyaknya orang-orang berduit dan berkuasa yang bis...

HILANGNYA KESEMPATAN YANG BERHARGA

Seorang pria memainkan sebuah biola di sebuah taman yang banyak dikunjungi orang. Lima menit pertama, pria itu mendapatkan uang satu dolar di kotak kayunya. Lalu ia melanjutkan permainan biolanya. Seorang wanita tua mendengarkan sejenak lagunya lalu meletakkan uang dua dolar di kotak kayunya. Pria itu mengangguk sebentar kepada si wanita tua lalu memainkan biolanya lagi. Datanglah seorang gadis remaja yang tertarik mendengarkan permainan biola itu tapi hanya sebentar dan setelahnya ia memberikan uang 5 dolar. Pria pemain biola itu terus memainkan biolanya hingga senja tiba. Di kotaknya terkumpul 40 dolar. Padahal pria itu adalah seorang pemain biola terkenal. Biasanya setiap kali ia tampil di panggung, dia mendapat bayaran yang sangat tinggi sekitar 3 juta dolar karena harga karcisnya saja 100 dolar. Tetapi ketika ia bermain biola di tempat umum, tak seorangpun menyadari betapa mahalnya karcis yang harus mereka bayar bila mereka harus mendengarkan permainan biola pria itu di panggu...

ALASAN SI PEMALAS

Guru : "Kok telat ?" Murid :"Saya kecopetan, bu." Guru : "Tapi kamu nggak terluka kan?" Murid :"Gak bu." Guru : "Apa aja yang hilang?" Murid : "Buku pe-er saya, bu."

PERSAMAAN

"Ayoo, apa persamaan Spiderman dan Batman?" "Sama-sama ada kata Man nya." "Anak kecil juga tau." "Sama-sama jagoan." "Nenek-nenek pikun juga tahu." "Sama-sama tokoh khayalan." "Semua orang juga tahu." "Aduh, jadi apaan dong?" "Sama-sama nggak punya hape, apalagi Android dan BB."