CIRI-CIRI CALON PEMBELI NGGAK SERIUS
Entah kenapa sering banget dapat ide dari pengalaman menjual buku secara online. Jadi, hari ini kembali saya tulis beberapa pengalaman antik berkaitan dengan calon pembeli. Semoga berguna bagi kamu-kamu yang lagi pengen buka usaha jualan secara online.
CALON PEMBELI EMOH KASIH ALAMAT
Beberapa waktu lalu, ada seorang calon pembeli yang mengirim imel mau booking satu novel. Saya jawab oke. Kira-kira seminggu kemudian dia kirim imel lagi, booking novel lainnya. Saya jawab oke. Terus, saya tanyakan alamatnya dimana. Karena pikir dia serius sampai pesan dua kali. maka saya kasih nomor rekening untuk transfer dan saya kasih tau juga ongkirnya plus harga bukunya. Bahkan, dia bilang gini : Totalnya jadi segini ya, mbak. Saya jawab iya.
Tapi, sampai lewat beberapa hari no action. No transfer dan no news. Saya jadi bingung ini mau beli apa nggak ya. Soalnya, sudah ada calon pembeli lain yang kirim imel mau booking novel yang sama.
Saya pun kirim imel ke dia, minta kepastiannya. Tak ada jawaban. Saya kirim lagi. Tak ada jawaban lagi. Akhirnya, saya kirim imel terakhir dan menjelaskan salah satu buku yang dia booking terpaksa dijual ke pembeli lainnya. Karena memang pembeli lainnya ini serius. Kasih alamat jelas dan nama lengkap dan ketika saya kirim imel berisi nomor rekening, nggak lama dia langsung transfer.
Dan, berhubung stok buku memang selalu cuma satu, maka saya mendahulukan yang serius dong. Maksud saya, kalo toh belum bisa transfer kan bisa bilang gini, ntar ya mbak...kalo dah transfer kukabarin atau bilang gini : Jangan dijual dulu ke yang lain ya,mbak. Saya beneran mau beli, cuma belum ada uang.
Lha, kalo ada pesan begitu kan saya jadi tahu mesti ngapain. Buku juga nggak akan dijual ke yang lain. Tapi karena nggak ada pesan apapun yang isinya menunjukkan ybs serius mau beli, yasuds, maafkan saya bila terpaksa dialihkan ke pembeli yang serius.
Kesimpulan : Kalau calon pembeli bolak balik pesan tapi nggak mau kasih alamat biasanya itu pembeli yang nggak serius.
CALON PEMBELI NGGAK BALAS IMEL DAN SMS
Ada lagi calon pembeli yang sudah kasih alamat dan sudah pesan dua buku tapi karena saya belum sempet kirim, saya bilang transfernya ntar aja. Soalnya nggak enak hati, kalo udah transfer tapi kirimnya lama. Maklum, saya kan nggak tiap hari pergi ke JNE. Biasanya, setelah ada dua atau tiga paket baru saya ke JNE. Namanya juga toko buku amatiran. Cuma menjual koleksi pribadi gitu lho.
So, ketika saya sudah ada waktu pergi ke JNE terdekat, saya imel ke calon pembeli ini. Bilang kalo mau transfer sudah bisa. Tapi imel tak dijawab. Saya kirim dua imel, nihil. Saya SMS aja deh. Kebetulan dia kasih nomor hp. Tetep nggak dijawab. Wah, ndak sopan amat ya nih orang. Hihihih..Apa segitu mahalnya pulsa untuk balas SMS. Padahal misalnya dibalas gini : Maaf mbak, nggak jadi beli. Yah, saya juga nggak akan ambil golok ngomel ngomel terus ngancem bunuh dia toh. Hihihih...Masa kalo orang nggak jadi beli, saya ngamuk. Ya enggaklah.
Tapi karena buku sudah ready dibungkus dan alamat sudah diketik, saya pun coba imel untuk yang terakhir kali. Tapi lho lho...ga bisa masuk. Sepertinya setiap kiriman imel saya di blokir dia. Hahahaha...kenapa jadi kayak orang musuhan ya? Aneh juga. Apa susahnya menjawab nggak jadi beli, titik. Saya toh nggak akan maksa.
Yasuds, saya buka lagi saja bungkusan bukunya. Nggak lama kemudian, buku pesanannya malah dibeli pembeli lainnya. He he he...Rejeki emang nggak akan lari toh. Batal beli, yo wis...selalu akan ada pembeli lainnya kok.
Kesimpulan : Kalau calon pembeli nggak balas imel, itu gejala dia nggak serius. Better, nggak usah kirim imel untuk kedua kalinya.
CALON PEMBELI NGGAK BALAS SMS
Ada lagi nih, calon pembeli yang mulanya mau bayar dp dulu tapi tahu-tahu ngga jadi dengan alasan mau kemana dulu gitu. Terus, pas ditanyakan lagi, dia bilang ntar tanggal sekian baru bayar bukunya. Setelah dijawab oke, bukunya disimpan dulu aja. Lalu, ketika sudah mau dekat hari pembayarannya, ditanyakan apakah jadi dengan pesanannya karena buku mau dibungkus, dia malah nggak jawab SMS nya.
Ya ini juga pertanda, dia nggak mau beli. Sementara, ada pembeli lain yang sudah serius mau beli salah satu buku pesanannya. Ya saya jual saja ke pembeli yang serius itu.
Kesimpulan : Cukup SMS sekali. Kalo dia nggak jawab, anggap dia batal membeli.
CALON PEMBELI MEMESAN BANYAK BANGET
Kayaknya ini jenis calon pembeli yang mupeng doang tapi sebenarnya nggak mau beli. Sudah pesan lebih dari sepuluh buku. Pas ditanya via imel, alamatnya dimana jeng. Soalnya, biar bisa dihitung ongkirnya, tapi imelnya nggak pernah dijawab.
Yasuds, namanya juga orang jualan kudu sabar toh. Jadi, biarkan sajalah.
Kesimpulan : Jangan senang duluan kalo ada orang yang memesan segambreng barang jualanmu. Kadang, itu hanya mupeng belaka.
Komentar
kalau saya sih kasih waktu booking cm 2hari lewat 2hari tanpa harus ngabarin orangnya saya jual aja ke yang lain :D
pokoknya jadi penjual itu harus ekstra sabarrrr
mau
tidak mau
ogah
ngeyel dll
#angguk-angguk
Untunglah dirimu sabar untuk tetap mengakomodir calon pembeli tidak potensial tersebut.
Hidup mba fani ! #ga tau apa hubungannya