Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puteri dan Pangeran

JENGGOTNYA KAMU

Jujur, aku nggak suka jenggotmu. Tapi kamu cinta mati pada jenggotmu.  Sering, aku ngambek karena jenggotmu tak jua kau cukur. Tapi kamu seringkali cuek "Saat berpikir keras, aku harus elus-elus jenggotku," Itu alasanmu. "Tapi jenggot itu bikin kamu jadi serem. Kayak pencopet. Kayak teroris." Aku merajuk. "Ya, kapan-kapanlah kucukur. Kalo lagi pengen." Kamu berkata kalem. Aaaargggg!! Aku sebel banget sama jenggot kamu. Kadang, kupikir kamu lebih sayang jenggotmu ketimbang aku. Apa susahnya sih memenuhi pintaku yang satu ini? Apa sulitnya pergi ke tukang cukur dan cukur jenggotmu hingga bersih? Apa susahnya tampil lebih rapi. Demi aku...demi aku, sayaang.... "Cinta itu menerima apa adanya, termasuk jenggotku." Kamu mengedipkan mata. Aku terdiam. Iya juga sih, tetapi...tetapi...aaarggggghhh!! Aku sebel.Aku nggak suka pria berjenggot. "Nyatanya, kamu tetap sayang aku kan? Tetap jadi pacarku kan?" Kamu malah menggodak...

MET SORE....

Puteri lagi asik bw ketika BB dan ponsel Nokianya berbunyi. Pertanda ada SMS masuk. Bunyi SMS yang masuk ke BB sudah bisa diketahui meskipun Puteri tidak membaca SMS itu. Dari bunyinya yang sudah disetting,, Puteri sudah tahu..itu pasti SMS dari pangeran. Sejak memiliki BB, Puteri memang sudah menyetel bunyi khusus untuk sang pangeran. Jadi, kalau ada imel atau SMS dari pangeran, tanpa dibaca pun sudah tahu itu dari siapa. Sementara bunyi imel dan SMS masuk dari teman-teman lain bunyinya lain lagi. Dan, sudah tentu..kalau bunyi SMS dari pangeran pasti langsung dibaca kecuali Puteri tidak mendengar bunyi SMS masuk. Tapi isinya cuma : 'MET SORE..." Puteri pun segera membaca SMS yang masuk ke ponsel Nokia-nya. Isinya sama. "Met Sore". Dasar pangeran...Puteri tersenyum geli. Setiap kangen, pangeran memang suka mengirimi SMS tapi...isinya selalu singkat dan datar. Pangeran memang tidak pandai basa-basi, apalagi beromantis ria. Kadang, Puteri merasa pang...

PANGERAN YANG MALAS MANDI

Di istana Pangeran Pangeran baru tiba di rumahnya setelah pulang bekerja. Di meja makan sudah tersedia mie instant rebus buatan mama tercinta. Tanpa banyak bicara, pangeran yang pendiam segera melahap mie instant tersebut. Dia makan dengan lahap dan agak tergesa-gesa. Tadi pagi,dia sudah janji mau chatting sama Puteri. Tapi karena dia harus kerokan maka jadwal chatting ditunda. Apalagi setelah kerokan, mati lampu dan pangeran merasa ngantuk luar biasa. Mungkin karena masuk angin, makanya dia merasa ngantuk sekali. Tubuhnya juga meriang sedikit. Sepertinya, dia belum sehat benar setelah beberapa hari lalu terserang radang tenggorokan. Baru saja pangeran selesai menyantap mie rebusnya, mendadak SMS nya bunyi. Dari Puteri. "Kamu mau chat gak? Kalau gak mau, aku gak nyalakan laptop lho." Akh, seperti biasa..Puteri memang tidak sabaran. Pangeran tersenyum. Segera dibalasnya SMS Puteri. "Iyalah. Aku baru selesai makan nih. Bentar ya, kunyalakan laptop dulu....

PUTERI YANG TERLAMBAT

Pagi ini sibuk sekali. Imlek sebentar lagi tiba. Usai mandi pagi, Puteri membantu mama di dapur. Cuci piring, lap meja makan, buang sampah yang sudah bertumpuk di tempat sampah plastik dan beberapa pekerjaan remeh lainnya.  Tanpa disadari, waktu berjalan begitu cepat. Ketika Puteri selesai membantu dan naik ke lantai dua, dia terkejut. Jam kecil di meja kerjanya sudah menunjukkan pukul 09.30. Astaga! Puteri bergegas meraih BB nya. Sebuah imel dari pangeran sudah masuk sejak beberapa menit yang lalu. Puteri terlambat online. Bergegas, Puteri sign in di akun YM nya pake BB. Tidak ada waktu untuk menyalakan laptop. Pasti pangeran sudah menunggu sejak tadi. Benar saja, begitu lampu kuning menyala, Pangeran langsung menyapa. Pangeran (memasang emoticon kiss sampai tiga kali) Puteri : Halo, sori... Pangeran : Halo Puteri : Aduh ampun..bentar.. Pangeran : ampun kenapa? iya... Puteri : Keasikan di dapur Pangeran : Hah ? Masakanmu gosong? Puteri : Bukan. Bantuin mama...

TIUP LILINNYA....

Gambar
Mata masih belekan. Mulut masih bau naga. Ketika itulah Puteri menyalakan ponselnya dan sebuah SMS masuk : TIUP LILINNYA...TIUP LILINNYA..TIUP LILINNYA SEKARANG JUGA....Met ultah ya. Met makan kue pia. Hi hi hi...dasar pangeran! Masa ultah disuruh makan kue pia. Makan mie dong. Tapi, ya sudahlah..emang begitu itu pangeran. Antik dan kadang bisa lucu banget.  Pangeran juga memberi kejutan dengan mengubah status di fb nya. Selama ini dia enggan menunjukkan siapa pacarnya di fb, karena dia merasa hal itu adalah sesuatu yang pribadi sifatnya. Tetapi, karena ingin memberi hadiah spesial, dia memperbarui statusnya. Nama Puteri pun disebut sebagai sang kekasih.  Puteri hanya bisa tersenyum bahagia melihat hadiah istimewa dari sang pangeran. Terima kasih, pangeran..I love u... Foto fruit cake dari papa untuk sang Puteri. Makasih papa...Makasih untuk segala cinta dan perhatiannya. Love you, dad...

SMS MU TADI PAGI

Saat kunyalakan ponsel, SMS mu masuk berkali-kali dengan empat berita yang sama dan satu berita lainnya. Empat SMS yang sama (mungkin kamu memencet send berulang kali karena takut nggak sampai) : "Sayang, hari ini kita gak bisa chat dulu. Aku mesti ke dokter. Aku kena radang tenggorokan. Hidungku tersumbat dan tulang pada ngilu. Hiks..." Satu SMS yang dikirim lebih awal (aku cek jamnya : 04.30) : "Met pagi, sayang...Muah..muah..." SMS yang satu ini selalu membuat hatiku tergetar. Kamu yang nggak romantis, yang cuek dan jarang menunjukkan perasaanmu, sekarang berubah banyak. Kamu jauh lebih romantis dan perhatian. Tetapi, empat SMS mu yang sama bunyinya itu sungguh membuatku resah. Kamu kena radang lagi. Itu penyakit klasik, katamu. Memang. Tapi selalu saja membuatku cemas. Kamu memang bandel. Kalau tidur, tidak mau pakai selimut. Katamu, nggak dingin. Ya iyalah, kamu kan gendut banget. Mana pernah merasa kedinginan. Bahkan, lagi sakit pun kamu nggak meras...