Sabtu, 21 Januari 2012

SMS MU TADI PAGI

Saat kunyalakan ponsel, SMS mu masuk berkali-kali dengan empat berita yang sama dan satu berita lainnya. Empat SMS yang sama (mungkin kamu memencet send berulang kali karena takut nggak sampai) : "Sayang, hari ini kita gak bisa chat dulu. Aku mesti ke dokter. Aku kena radang tenggorokan. Hidungku tersumbat dan tulang pada ngilu. Hiks..."

Satu SMS yang dikirim lebih awal (aku cek jamnya : 04.30) : "Met pagi, sayang...Muah..muah..."

SMS yang satu ini selalu membuat hatiku tergetar. Kamu yang nggak romantis, yang cuek dan jarang menunjukkan perasaanmu, sekarang berubah banyak. Kamu jauh lebih romantis dan perhatian.

Tetapi, empat SMS mu yang sama bunyinya itu sungguh membuatku resah. Kamu kena radang lagi. Itu penyakit klasik, katamu. Memang. Tapi selalu saja membuatku cemas. Kamu memang bandel. Kalau tidur, tidak mau pakai selimut. Katamu, nggak dingin. Ya iyalah, kamu kan gendut banget. Mana pernah merasa kedinginan. Bahkan, lagi sakit pun kamu nggak merasa kedinginan. 

Belum lagi, kamu kadang bekerja sampai larut malam. Kena angin malam itu nggak bagus, sayang..Tapi, itulah kamu...Selalu merasa kuat dan sehat. Selalu menganggap sepele sakitmu. Iya, aku tahu..itu sakit biasa tapi...kuperhatikan dalam 2 bulan sekali kamu pasti diserang sakit yang sama.

Kamu juga sering makan nggak teratur. Sudah berkali-kali kuperingatkan, tetap saja bandel. Malas makan, katamu. Dan, aku cuma bisa menggeleng gemas. Anak bandel. Andai aku ada di kotamu, pasti sudah kubawakan makan siang yang lezat biar makanmu teratur. Akan kuawasi kamu sampai kamu menghabiskan makan siangmu.

Tapi apa dayaku. Aku nggak mungkin ke rumahmu. Kita dipisahkan jarak. Ada tugas dan tanggung jawab yang harus kita selesaikan. Aku dan kamu harus bersabar hingga saatnya tiba...

Jam menunjukkan pukul 13.20...aku mengirimkan sebuah SMS. Menanyakan keadaanmu. Lama tak ada jawabanmu. Satu jam kemudian, kamu membalas SMS ku.

"Sudah lumayan baik. "

Tapi aku nggak yakin. Aku langsung menelpon ke ponselmu.

"Halo." Suaramu terdengar pelan.

"Halo..gimana tenggorokanmu? Masih sakit? Tulangnya masih ngilu? " Tanyaku beruntun. Akh, aku memang suka panik ya? Kamu sakit sedikit saja, aku langsung bingung.

"Sudah lebih baik. Sudah nggak terlalu sakit kok. Tenang saja."

"Kalo bisa, ntar sore kamu nggak usah keluyuran dulu. Kamu istirahat aja di rumah." Saranku.

"Gak papa..Aku udah baikan kok."

"Ya deh....tapi kamu harus bobo pake selimut ya? Kamu kan tulangnya ngilu. Jadi harus selimutan."

"Aku nggak biasa pake selimut. Gak dingin."

"Gak meriang badannya? Tadi pas mandi kedinginan gak?"

"Gak."
"Oh ya udah...kalo gitu usahakan jangan pulang terlalu malam ya. Udah ke dokter?"

"Udah. Biasalah, dokter bilang ini penyakit klasik aku."

"Huh..itu kan karena kamu pulang kemalaman kemarin. Kamu itu kecapean dan suka makan gak teratur sih."

"He he he..kurang belaian sih."

"Hah? Hi hi hi..dasar.." Ingin rasanya kucubit pipi gembilmu.

"Ha ha ha..." Tawamu membahana.

"Yo wes...banyak istirahat aja ya. Jangan bandel pokoknya."

"Oke, see u..."

Aku memutuskan sambungan. Senang rasanya mendengar suaramu. Sakitmu memang nggak parah. Aku lega....Mungkin aku saja yang  lebay terlalu mencemaskan kondisi tubuhmu. Kecemasan yang timbul karena aku sayang kamu...

Tulisan nggak jelas ketika sedang mencemaskan sang pangeran yang sedang sakit.



26 komentar:

Lyliana Thia mengatakan...

hihihi... semoga pangerannya cepat sembuh ya mbak Fanny...

al kahfi mengatakan...

hmm,,seandainya sang bulan di sana punya rasa perhatian seperti yg utarakan mbak fanny ini,,bakal melayang2 dech..saya

haris widodo mengatakan...

Perhatian sekali dia.

Eh tapi saya mau tanya.:) apa postingan tadi cerita atau sebuah diary?

Rose mengatakan...

Bikin galau yg jomlo ni mba Fanny, hehe

Cut Maha Ratu mengatakan...

So sweet.... Hehe...btw kalo langganan radang tenggorokan hindari minungan dingin yah....

Annesya mengatakan...

setuju sama rose. ngahahahha...

semoga tetep romantis mbaaak sama sang pangeran :D

Meutia Halida Khairani mengatakan...

ihiiiy... hehehehe. kan libur panjang mbak, kenapa ngga samperin aja ? :)

nicamperenique mengatakan...

samperin aja mba Fany, biasanya klo udah kena belaian pasti langsung sembuh tuh hehehe

Yunda Hamasah mengatakan...

Hmmm, semoga lekas sehat ya Mbak sang pangerannya ;)

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

lha menurutmu ini diary atau cerita? hehee..

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

libur panjang apanya? kan cuma senin liburnya. hihihi

.:diah:. mengatakan...

cepat sembuh ya Pangeran biar Puterinya gak cemas lagi tuuh, xixiix *romantiiissnyaaa #berlalu karena iri :D

lovepassword mengatakan...

Kayaknya sang Pangeran emang butuh dibelalai , eh dibelai ding.. ^_^ :)

Andy mengatakan...

itulah manusia mba,padahal aku tahu rasa'a sakit tapi terkadang kita suka menutupi semua itu karena takut orang disekitar kita menjadi khwatir dengan keadaan kita > ini antara ironi & cinta sebenernya

suci nabbila mengatakan...

pacarku mah kalo lagi sakit trus digituin akunya malah dimarahin gara2 panik sendiri :( hikshiks.. cepet sembuh yayangnya ya mbaak ^^

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

hehehe...bisa aja..

Sofyan mengatakan...

Hehehe,,mungkin benar juga kata Sang Pangeran, sakit karena kurang belaian Kak Fanny hehehe,,semoga cepat sembuh ya Kak sang Pangerannya...salam untuk sang Pangeran

Cerita Tugu mengatakan...

sangat perhatian sekali,semoga lekas sembuh

Senandung Di titian Angin mengatakan...

aduh, co cweetnya . Seneng bacanya . Heheh . :D

waroeng coffee mengatakan...

buatin dia puisimu Fan biar cepet sembuh, judulnya kerongkongan cintaku hehehehehe

Lidya - Mama Pascal mengatakan...

hihihi kebayang deh mbak fanny yg mencemaskan pangerannya.semoga lekas sembuh

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

jiah gak romantis amat judulnya. hehee

t h y a mengatakan...

semoga si dia cepet sembuh ya mbaa ;)

ketty husnia mengatakan...

ikut membayangkan wajah mbak Fanny yang sedang panik..semoga lekas embuh ya Pang.. (eran)
duh lama ga main kesini..banyak yg berubah..ada pantai di balik sana..uindah rek :D

Yudi Darmawan mengatakan...

iya iya, gak usah kawatir sama saya,
buakakak, hehe

:p

vie_three mengatakan...

tersenyum-senyum aku membacanya, asyik-asyik mbak fanny..... cie-cie.... jadi ikut tergetar hatiku membaca tulisan ini mbak..... hahahahaha

oh pangeran.... jangan suka sakit ya.....wkwkwkwkwk