JENGGOTNYA KAMU
Jujur, aku nggak suka jenggotmu. Tapi kamu cinta mati pada jenggotmu.
Sering, aku ngambek karena jenggotmu tak jua kau cukur. Tapi kamu seringkali cuek
"Tapi jenggot itu bikin kamu jadi serem. Kayak pencopet. Kayak teroris." Aku merajuk.
"Ya, kapan-kapanlah kucukur. Kalo lagi pengen." Kamu berkata kalem.
Aaaargggg!!
Aku sebel banget sama jenggot kamu. Kadang, kupikir kamu lebih sayang jenggotmu ketimbang aku.
Apa susahnya sih memenuhi pintaku yang satu ini? Apa sulitnya pergi ke tukang cukur dan cukur jenggotmu hingga bersih? Apa susahnya tampil lebih rapi. Demi aku...demi aku, sayaang...."Cinta itu menerima apa adanya, termasuk jenggotku." Kamu mengedipkan mata.
Aku terdiam. Iya juga sih, tetapi...tetapi...aaarggggghhh!! Aku sebel.Aku nggak suka pria berjenggot.
"Nyatanya, kamu tetap sayang aku kan? Tetap jadi pacarku kan?" Kamu malah menggodaku.
"Iya sih, tapi...dulu kan pertama ketemuan kamu nggak jenggotan." Aku merajuk lagi.
"Oh, itu kan pas abis cukuran. Iya, kadang kalo lagi mau, aku cukuran juga sih. " Kamu tersenyum.
"Kalo gitu, ayo cukur dong!" Pintaku manja.
"Iya, ntar ya kapan-kapan."
Kapan-kapan...tapi kapan? Tetap saja kau pelihara jenggotmu. Ugh, ingin rasanya kutarik jenggotmu atau kucukur diam-diam saat kamu tidur. Ingin rasanya mendiamkan kamu berbulan-bulan biar kamu mau mencukur jenggotmu. Tetapi...tetapi...mana tega....mana bisa aku cuekin kamu.
Aaargggghh!!
Kenapa juga aku bisa jatuh cinta pada kamu, wahai pria berjenggot? Apa aku sudah salah jatuh cinta?
Dan, malam itu aku bermimpi kamu ke rumahku dengan wajah bersih tanpa jenggotmu yang menyebalkan.
Komentar
Tapi ayah dini ada sih...dikit.
Menerima:
- Cukur di luar kantor
- Cukur pacar malas cukur
- Cukur untuk hubungan harmonis
Ahli cukur-mencukur pasangan Anda yang malas bercukur. Juga menerima cukur diam-diam.
Hubungan retak, di luar tanggung jawab kami.
Hubungi: kapan-kapan
Hahahahaha