KISAH PAK RT : SAMPAH NGGAK DIBUANG
Kelakuan pak RT yang semena-mena dalam menetapkan uang iuran keamanan tanpa diskusi dulu dengan warga, masih berlanjut. Ketika dia tahu, ada beberapa warganya yang ogah bayar iuran keamanan karena perbedaan jumlah iurannya, pak RT pun lagi-lagi bikin ulah.
Ibu Siti, isteri pak Roni heran karena sampah di bak sampah depan rumahnya tidak dibuang. Padahal, tukang sampah kompleks baru saja membuang sampah di bak sampah tetangganya. Ibu Siti pun menghampiri mang Asep, si tukang sampah.
"Mang, kok sampah di bak saya nggak dibuang?"
"Tanya pak RT aja, bu. Saya diperintahkan gitu kok. Katanya, rumah ibu jangan dibuang sampahnya."
Ibu Siti kaget.
"Lho, kok bisa?"
"Iya, saya kurang tau juga. Ada lima rumah sih yang nggak boleh dibuangin sampahnya. Atas perintah pak RT."
Ibu Siti melongo. Benaknya langsung teringat pada masalah uang iuran keamanan yang belum dibayar oleh suaminya. Oh, jadi begini toh sanksinya dari pak RT? Wah, wah...keterlaluan banget ya, tuh pak RT. Kayak anak kecil aja, pake sok kasih sanksi gak dibuangin sampahnya. Padahal yang salah kan dia juga. Kenapa seenaknya saja menaikkan uang iuran keamanan tanpa diskusi dengan warga. Sudah begitu, dibedakan pula iurannya. Buka usaha di rumah kan nggak salah. Selama nggak menganggu lingkungan sekitar. Wong, suami saya buka kantor notaris juga nggak bikin berisik lingkungan. Mobil kliennya juga tertib parkir di depan rumah kami. Dan, jarang banget nerima tamu di rumah. Kebanyakan suami saya kan ketemu klien di kantor kliennya sendiri. Jadi, mestinya nggak ada itu yang namanya iurannya lebih mahal. Itu namanya diskriminasi. Gerutu ibu Siti dalam hati.
"Ya sudah, nggak apa-apa kalo emang nggak mau dibuangin. Saya juga bisa buang sendiri ke tempat pembuangan sampah." Ujar ibu Siti akhirnya.
Ketika hal itu dilaporkan ke suaminya, pak Roni hanya mesem geli.
"Baru juga sampah.....gampang itu, bu. Nanti aku yang buang sendiri sampah di rumah ini ke tempat pembuangan sampah. Kan lokasinya juga nggak jauh dari rumah kita. Nanti ibu masukin ke plastiknya dobel aja ya, bu. Biar nggak tercium baunya kemana-mana pas dimasukin ke mobil."
"Iya, pak." Ibu Siti mengangguk. Sambil dalam hati merasa bingung. Ibu Siti pun teringat, kalau pak RT memang baru saja pensiun. Jangan-jangan uang iuran keamanan pun ditilep. Soalnya, salah seorang tukang sampah pernah bercerita kalau gajinya kecil sekali. Nggak naik-naik. Padahal iuran keamanan sudah tiga tahun ini naik melulu. Lha, jadi untuk apa saja uang kenaikan itu?
Komentar
kan keren tuuh.....
:)
aq dl pernah punya niat buat usaha menerima sampah...
mungkin akan direalisasikan suatu saat nanti....
:)
kan keren tuuh.....
:)
aq dl pernah punya niat buat usaha menerima sampah...
mungkin akan direalisasikan suatu saat nanti....
:)
Mohon maaf lahir bathin :)
Selamat lebaran bagi yang merayakan, selamat liburan bagi yang tidak :D