DISANGKA MASIH MAGANG
Saya sering merasa iri melihat cewek-cewek
bertubuh jangkung ala model. Kayaknya asyik kalau punya bodi tinggi
menjulang dengan tungkai panjang. Pakai baju apa saja pasti pantas.
Kalau beli celana panjang tidak usah repot membawa ke tukang vermak
levis. Tidak usah cape-cape pakai high heels. Sementara saya, yang
bertinggi 153 senti (kadang malah pas diukur cuma 152 senti, entah mana
yang bener) harus hati-hati memilih baju. Jangan sampai pake baju yang
modelnya bikin tubuh kian tenggelam. Apalagi beli celana jins...duh,
harga celana jins yang sudah diskon jadi berasa gak diskon, karena harus
ke vermak jins buat memendekkan tuh celana jins.
Mana pacar saya tinggi and ndut. Makin berasa deh imutnya diriku ini. Kalau pergi-pergi sama sang pangeran, saya sengaja memakai sandal berhak 5 senti. Tapi tetep aja beda jauh tingginya. Ha ha ha...Aneh juga ya, sudah imut gini eh, malah dapat cowok yang tinggi ndut. Abis gimana ya? Udah kadung cinta seeh.
Itu
baru soal pakaian dan celana jins. Belum lagi soal kebimbangan para
klien. Banyak klien yang tidak percaya kalau saya adalah sang notaris
yang akan membacakan akta untuknya. Seperti yang terjadi pada hari
Jum'at lalu. Saya dan seorang notaris senior (yang sudah pensiun)
mengadakan kerjasama pembuatan akta. Jadi, kliennya dari si notaris
senior, tapi yang buat aktanya saya. Pakai nama saya karena kalau sudah
memasuki usia pensiun (65 tahun), tidak boleh lagi membuat akta pakai
namanya. Ijin Notarisnya sudah habis (istilah gampangnya begitu).
Nah, pada waktu kami bertemu dengan para klien, salah seorang dari mereka bertanya kepada saya :
"Mbak ini lagi magang ya di kantor bu Mirna?"
"Oh,
gak pak..Dia ini notarisnya. " Sebelum saya buka mulut, sudah dijawab
oleh bu Mirna, sang notaris senior yang sudah pensiun (bukan nama
sebenarnya).
"Oh, lulus tahun berapa?" Tanya si klien lagi.
"Lulus tahun .....," Jawab saya. Tahun lulus dirahasiakan. Xixixi....
"Oh...kirain masih magang." Si klien manggut-manggut sambil ngeliatin saya dengan heran. Heran apa takjub? Entahlah.
"Dia
ini emang awet muda,pak. Ramping sih." Kata bu Mirna, membuat saya
tersipu-sipu. Ramping dari mana? Wong, saya sudah jauh lebih ndut
ketimbang dulu ketika masih magang sama bu Mirna. Dulu berat badan saya
kan cuma 42 kilo. Sekarang kayaknya udah 48 kilo deh. Tuh, udah naik 6
kilo.
Well,
ini bukan yang pertama kali saya disangka masih magang di kantor
notaris orang lain. Sudah terlalu sering. Ada yang gak secara langsung
nanya, tapi...banyak yang mengira saya bukan si ibu notaris, tetapi
asisten notarisnya. Ada klien yang memandang saya dengan tatapan : bener
- gak sih - kamu notarisnya?
Padahal
saya sudah pakai kemeja lengan panjang dan celana panjang hitam yang
rapi. Sepatu berhak 5 senti yang cocok untuk orang kantoran. Sudah pakai
lipstik. Rambut disisir rapi walau gak sampai disasak ala ibu pejabat
(mungkin mesti disasak rambutnya ya? Hahahah...). Teuteup aja dikira
bukan ibu notarisnya. Duuh, duh....
Yasuds, saya berusaha cuek bebek. Toh, nanti mereka akan melihat sendiri hasil kerja saya. Tidak usah banyak cingcong buat memperjelas : SAYA LHO NOTARISNYA. Cukup dengan kemampuan yang saya tunjukkan saat memberi konsultasi, menjawab pertanyaan mereka dan merangkum keinginan mereka dalam suatu akta.
Komentar
Tapi kalau di jalan ada yg nyangka masih mahasiswa, malah seneng, karena jadi merasa awet muda huahahaha
Mba Fanny kecil2 cabe rawit ya ibaratnya ^^
@ria : cabe ijo aja deh.
tapi gak papa tandanya awaet muda :)
apa kbr mbak strawberry?? :D
tapi ada enaknya juga loh mbak... "TETAP MUDA", buktinya sampe sekarang org gak percaya kalo saya udah 46 thn... kecuali bawa akte kelahiran kali ya...hehehehhee...?!!?
Bersyukurlah atas anugerah yang diberikan oleh Nya kepada kita, sehingga kita terlihat lebih muda,
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
si abang : "baru pulang sekolah ya dek?"
oalaaah gubraks!!! ahahahaha...
Gpp mba, artinya itu kita dianggap baby face gimana getoo :D *maksa*
@Shine : hahaha...untung gak ditanya, TK nya dimana?
@yanuar : baik baik...
Waaa Mbak Fanny itu notaris tho :D :D
terlalu imut imut barangkali ya, jadi banyak yang engga percyaa
coba disasak rambutnya...
ayo dong foto ama pangeraaan, terus di upload di blog, ayoooo
Berarti nanti kalau saya mau beli rumah, bisa dong ke anda, bu Notaris? hehe
Salam,
Kevin
Blog : www.nostalgia-90an.com
Nostalgia Segala Sesuatu pada Tahun 90an
@kevin : kalo letak rumahnya di luar jakarta utara, gak bisa. mesti ke notaris setempat.
eh, padahal penampilan mbak kan udah kantoran gitu, kalau gitu ya? :D
kalau begitu, masih banyak orang yang terlalu cepat menilai dengan melihat keimutan XD
jadi kalau misal beli rumah di kota A , harus ke notaris di kota A juga gitu?
makasih buat infonya
jadi kalau mau mengenalkan harus gini,,
ini Bu Fanny yang sebenarnya notaris itu...
:P
Bersyukur dong, Mbak, berarti awet muda ^_^