RELIGIUS DALAM TANDA KUTIP


Saya mempunyai seorang teman yang tampaknya sangat religius. Rajin ke gereja, ikut persekutuan, dll. Pokoknya dimana ada acara gereja, di situ ia ada. Entah sebagai jemaat biasa, entah sebagai panitia. Dia juga sering mengucapkan kata-kata seperti : Puji Tuhan, Shallom, Tuhan berkati, dsbnya.  Bahkan, dia menjadi semacam guru agama di gerejanya.

Hal itu sangat membuat saya kagum. Saya merasa, rohani banget ya orang ini. Tetapi, ternyata dalam kehidupannya sehari-hari, saya tidak melihat sisi religiusnya.  Bolos kerja tetap dilakukan, korupsi duit kantor juga pernah dicicipi, kerja asal-asalan sudah jadi makanan sehari-hari, dan masih banyak lagi kelakuannya yang membuat saya bertanya-tanya : Apakah ini yang disebut religius? Apakah religius hanya saat di gereja dan di hadapan orang-orang seiman?

Salah seorang kenalan saya yang lain juga terlihat sangat alim.  Rajin sholat, puasa dan ikut kegiatan pengajian di kompleks tempat tinggalnya. Tetapi, saya mendengar kabar bahwa dia sering tidak masuk kantor dengan alasan yang diada-adain. Bossnya sampai kesal sekali tetapi mau dipecat nggak tega. Terakhir, malah saya dengar dia ribut dengan rekan sekantornya sampai jambak-jambakan dan tentu saja mengeluarkan sejuta caci maki yang tak pantas diucapkan oleh seseorang yang rajin ibadah.

Dua kisah nyata  di atas membuat saya mengkaji diri sendiri. Apakah saya sudah bersikap religius dalam kehidupan sehari-hari? Atau..saya juga tak beda dengan mereka? Saya jadi ngeri bila ada orang yang menjuluki saya cewek alim atau cewek religius. Jangan-jangan saya hanya religius dalam tanda kutip. Aduh, jauh-jauh deh.

Jangan sampai saya menjadi orang yang selalu berbicara tentang Tuhan, namun mengabaikan tentang perbuatan yang memuliakan Tuhan. Karena itu, ketika saya mendapat tawaran job review dari blogvertise mengenai iklan sebuah casino, saya pun menuruti saran seorang rekan blogger. Rekan blogger ini bilang : “Kalau kamu terima job review itu,apakah sesuai dengan misi blog kamu?”

Iya juga, setelah saya pikir-pikir benar juga apa kata rekan blogger ini. Postingan di blog saya banyak bertutur mengenai kebaikan Tuhan, kehebatanNya, mujizatNya, dll. Lha, kalau saya mendadak posting job review yang intinya mengiklankan sebuah casino, apakah itu pantas?  Maka, tanpa menunggu lama, saya langsung menolak job review tersebut.  Lebih baik tidak mendapatkan uang daripada harus mengotori citra blog ini.


Komentar

Claude C Kenni mengatakan…
Seringkali orang yg paling sering cuap2 soal Tuhan di sekitar kita adalah orang yg paling sering terlihat labil dan galau. Ironis ya. Gua sih lebih prefer orang yg tidak sok menampilkan dirinya high n mighty, tapi ketaatannya pada Tuhan tercermin lewat sikap dan tutur kata sehari2...thumbs up for this great post! =)
Basith Kuncoro Adji mengatakan…
Waah.. memang benar... yang terpenting sebenarnya adalah tingkah lakunya dalam kehidupan sehari-hari, masalah terlihat atau tidaknya dia dalam beribadah, itu urusan dia dengan Tuhan :D
Ninda mengatakan…
kalau saya biasanya lihat2 dulu mbak itu casinonya game apa gamble (bener gak ya tulisannya gini.. yang judi2 itu)

soalnya sekarang juga jadinya relatif mbak game anak2 juga bisa pakai uang
rabest mengatakan…
kalo dalam islam sih....dianjurkan supaya kita bisa seimbang, antara hubungan dengan tuhan dan hubungan ddengan orang-orang di sekitar lingkungan kita , nah..kalo dengan tuhan yaa itu tadi, hal-hal yang spiritual, kalo dengan lingkungan yaaa...kita harus bisa menjaga dan melaksanakan hak dan kewajiban kita, hehehe
Anonim mengatakan…
saya juga menemukan orang seperti itu mbak, bahkan hal itu bsa jadi cerminan diri
Suciati Cristina mengatakan…
jadi ngintip ke hati sendiri juga nih saya...
Klo dibilang religius, smoga apa yg disangkakan orang tentang kita yg baik2, kita bisa lebih baik dari yg disangkakan. amin
Pilihan yg tepat untuk menolak (*wink)
Jiah Al Jafara mengatakan…
bercermin pada hati sendiri nih,,,alim tanda kutip,,semoga saja tidak...
al kahfi mengatakan…
kadang byk org rajin beribadah hanya sebatas rutinitas yg tdk di serap apa maknanya di beribadah,,inti dari ibadah yaitu aplikasi nya di kehidupan
epay mengatakan…
semua butuh konsistensi, urusan dunia atau akhirat sama saja, dan itu tidak mudah, salut mbak...dirimu lolos uji ^^
great posting...semoga kita dijadikan orang yang konsisten memegang nilai yang kita percayai.
meilya dwiyanti mengatakan…
i'm so proud of you, sista..

bener banget, ngapain diterima kalo tidak sesuai dengan blog kita (nurani kita).
saya juga banyak nemu orang orang yang katanya "religius", tapi kebanyakan mereka emang OMDO (omong doang), mudah mudahan kita semua terhindar dari sifat yang demikian.
Tiara Putri mengatakan…
agama memang gg sekedar hubungan individu dengan Tuhan, tapi juga bagaimana seorang individu dengan individu lainnya. makasih mbak :) so inspiring
Aulawi Ahmad mengatakan…
kata orang dulu, itu namanya mereka hanya menjalankan kewajiban tanpa menghayati apa yg mereka kerjakan :)
Shine Fikri mengatakan…
semoga ga melenceng dari tujuan awal membuat blog ya mba, aamiin :)
ketty husnia mengatakan…
yap..yap..yap...ini adalah peringatan buat saya juga. selalu lalai dalam keseharian, naun pandai bicara teori agama..:( hiks bangets deh
Ummi Nabil & Nadia mengatakan…
semoga ini bisa menjadi renungan buat kia semua
Rika Purba mengatakan…
ada yang menjalankan ibadah karena kewajiban, ikut agama orangtua tanpa penghayatan yang sebenarnya.

Semoga bisa menjadi renungan juga buat saya tentang keimanan saya. amin :)
Miss U mengatakan…
ibadah bukan hanya sekedar rutinitas dan kewajiban...
postingan bagus lagi neh mbak fanny ;)
attayaya mengatakan…
hmmm berarti dia termasuk jenis manusia ababil alias manusia labil
Nia mengatakan…
wah kalo temenku lain lagi mbak....kalo ngomongin soal agama kesannya fanatik banget, sehari-hari di kantor lebih sering pake baju koko, tapi sholat ngga pernah hihihihi........sholat cuma bulan puasa ajah....
Ajeng Sari Rahayu mengatakan…
beribadah kalau cuma untuk dilihat orang nggak ada gunanya mbak, renungan di sore yang teduh...
Uli Kerenzia mengatakan…
Pohon dinilai dari buahnya
Unknown mengatakan…
Blog merupakan sebuah cermin kehidupan dari seseorang yang berada dibelakangnya. karena kita dapat mengetahui sifat dan karakter seseorang dari bahasa dan pola pikirnya.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
kalo gw mah, masa bodohlah dengan apa yang gue lakuin. cenderung cuek mau dibilang apa. itulah sebabnya gw ga pernah ngaku alim atau apalah.. let someone point me.... :)
Susi Susindra mengatakan…
Oalaaaaahh... Saya setuju mbak Fanny "terpaksa" menolak mereview tentang casino. Uangnya tak seberapa dibanding dampak tulisannya. Meski bekerja, kita berhak memilih yang terbaik. Sukses sekalu, ya....
Btw, soal 2 teman di atas, well, saya speechless karena itulah manusia. Sulit memahami karena setiap orang punya motif sendiri. Semoga mbak Fanny selalu termasuk yang religius dan berbuat sesuai perintah Tuhan. Amin.
nicamperenique mengatakan…
tulisan ini mengingatkan saya juga, agar lebih berhati2 mengumbar kata, karena yang lebih penting memang perbuatan religius dalam keseharian :)

soal review itu, suamiku juga tidak mau menerima job review berkaitan dengan casino dan bznz lendir katanya :D tapi memang begitu bukan, kita harus (belajar) konsisten, setidaknya dari diri sendiri terlebih dulu.
Dihas Enrico mengatakan…
sepertinya karena religius sudah bukan kebutuhan untuk menjaga dan membebtengi akhlak,,cuna agar menjadi warga negara seutuhnya... (deskripsi belgedes tentang sila pertama).
:P
Lyliana Thia mengatakan…
ya itulah mgkn ya orang2 yg membeda2kan antara agama dan kehidupan... dah selesai sholat ya udah, lupa maknanya...

mudah2an kita semua menjadi orang2 yg menerapkan agama dlm kehidupan sehari2 ... amin

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR