ANAK HUKUM YANG TERSESAT

Banyak blogger termasuk si Nuel yang sebentar lagi jadi SH (Selalu Happy, Selalu Haleluyah), mengira saya lulusan Fak Sastra. Wedew! Kenapa bisa begitu? Apakah karena gaya tulisan saya yang sastra banget? Perasaan, saya menulis biasa saja. Kadang, juga pake bahasa gaul. Walaupun lebih banyak pakai bahasa Indonesia yang lumayan rapi jali.

Mungkin karena saya suka nulis cerpen ya? Atau..dipengaruhi oleh profesi saya yang bergerak di bidang pemberian jasa hukum, khususnya membuat akta-akta. Tapi, kalau dipengaruhi profesi hukum, mestinya bukan bahasa anak sastra dong. Mestinya itu bahasa anak hukum. So, dari mana azaz praduga itu timbul? Menduga-duga saya anak sastra?

Well, saya mau cerita sedikit nih tentang masa muda saya saat baru lulus SMA. Waktu itu, saya memang kepingin banget kuliah di Fak Sastra jurusan Bahasa Indonesia. Karena saya memang suka menulis dan nilai pelajaran Bahasa Indonesia saya cukup bagus. Tetapi, papa melarang saya. Katanya : "Mau makan apa kuliah di Fak Sastra? Jadi, penulis itu nggak bikin kamu kaya."

Padahal, si penulis novel Harry Porter kan kaya raya ya? He he he....Tapi, sebagai anak baik hati dan penurut, saya tidak membantah ucapan papa. Saya nurut saja digiring ke kandang Fak Hukum. Lagian, saya pikir-pikir...boleh juga sih kalau kuliah hukum, biar bisa jadi Notaris kayak oom saya. Daripada disuruh masuk Fak Ekonomi yang pasti ada hitung-hitungan. Mana nilai math saya jeblok pisan. Maklum, IQ dibawah standar. Ha ha ha....

Itu alasan saya menerima saja titah papa tercinta buat kuliah di Fak Hukum. Alasan lainnya adalah : saya ingin membantu ortu. Saya berharap dengan menjadi Notaris kelak, bisa mempunyai penghasilan lumayan buat meringankan beban ortu. Maka, saya pun belajar dengan tekun. Lulus dengan nilai cum laude (ups..bukan mau nyombong lho...). Lalu, lanjutin kuliah di Program Spesialis Notariat Fak Hukum UI. Lulus juga. And, sekarang sudah buka kantor Notaris sendiri. Bukan kantor yang besar dan keren, tetapi....setidaknya saya bisa mempunyai penghasilan sendiri.

Tapi, dunia menulis tidak saya lupakan begitu saja. Bagaimanapun juga, menulis adalah dunia tempat saya melarikan diri dari kepenatan hidup dan kelelahan memelototi akta-akta yang bahasanya baku dan kaku banget. Menulis juga menjadi sarana bagi otak saya yang suka berimajinasi. Apalagi dengan adanya blog, wah...tambah mabuk kepayang deh sama menulis.

Jadi, nggak salah dong, kalau saya bilang : "Sang Cerpenis adalah anak hukum yang tersesat di dunia tulis menulis." Makanya, rada bau-bau sastra gitu lho.

Komentar

AJe mengatakan…
yang penting tidak sesat, bukan begitu mba?
Anonim mengatakan…
asli selalu happy.
t h y a mengatakan…
jelas gapapa. kalo dunia tulis menulis kan bs otodidak.
nah, dengan kuliah dihukum bisa tetep nulis juga kan? bisa tetep bikin buku juga..
jadi ada 2 ilmu.. :D
semangat menulis!!
Lidya mengatakan…
gak masalah kok mbak, banyak yang beda jurusan tapi suka menulis.Om ku lulusan pertanian tapi jadi wartawan :)
sama kayak gw dong... gw juga awalnya ga minat ke hukum. lebih interested ke dunia perfilman. hehehe...
Anabele Octora mengatakan…
Met sore mba, mampir lg kesini ^^
btw, aku anak komunikasi yg hobi menulis jg... dan aku jg pnya tmn yg anak Ekonomi tp malah pengenny jd penulis aja pas dia lulus kuliah ^^ ... jd nggak hrs ank satra aja yg boleh hobi nulis ya heheh :P
Hendriawanz mengatakan…
Untungnya tidak terbalik ya mood nya. Pengin nulis gaul abis di akta, dan menulis dengan format-format dan aturan bahasa tertentu untuk artikel di blog..hehe
Dihas Enrico mengatakan…
saya masih ingat nasihat guru saya,,jadi apapun kamu,menulislah,paling tidak tulislah perjalanan hidup kamu di dalam sebuah buku yg mungkin akan km wariskan.....yang jadi ahli hukum tulislah tentang hukum,yg jadi guru tulislah tentang caa mengajar,yang jadi dokter tulislah apa yg bisa berguna untuk penyembuhan...insya allah bangsa ini akan menjadi bangsa yg maju.....

:)
rama mengatakan…
Buat bisa menulis nggak harus kuliah d fak sastra bukan?
setuju sekali sama zone, apa pun profesi kita tetaplah menulis..
Yudi Darmawan mengatakan…
bwakakak, mantan mahasiswa hukum yang jadi cerpenis nih,

hehe, betul mbak, gak harus kuliah d sastra baru bisa nulis, wong nulis itu hoby kok, ya kan..
Art Blogger mengatakan…
Kalo saya beda mba'.,.
Kalo malaem saya ambil KOMPUTER,, siangnya di HUKUM,,.
JejakShally mengatakan…
memang masih banyak mba yang memandang sebelah mata tentang dunia sastra...
sama setujunya sama Zone :)
selama kita nyaman untuk menulis dibanding berbicara, kenapa harus meninggalkan kumpulan kalimat kalimat, yaa toh..
Etha mengatakan…
ga tersesat tersesat amat kok mbak *apa coba ga nyambung :D*
Anonim mengatakan…
gpp mba kalo cuma tersesat daripada anak hukum yg sesat. heheheheh *piss
Tiara Putri mengatakan…
tapi hebat loh mbak meskipun tersesat, profesi keilmuannya lancar dan hobi menulisnya pun tersalurkan :D
Igniel mengatakan…
asli loh mbak waktu pertama main kesini kirain anak sastra. Pas baca postingannya Nuel naru tau klo mbak juga anak hukum D:
Amanda mengatakan…
Mungkin karena tulisan mbak selalu menarik dan enak dibaca hihi
Sanchia Surya Janita mengatakan…
waktu pertama kali mampir di sini juga saya kira anak sastra huahahahaha.
kenapa orang tua rata-rata melarang anaknya masuk jurusan sastra dengan alasan "nggak bisa kaya" ya? ortu saya pun begitu huhu.
Lyliana Thia mengatakan…
hehhee... kalau aku pertama tau blog seseorang, pasti berusaha cari tau tentang penulisnya... jadi udah tau klo mbak Fanny notaris...

OOt mbak, mamanya suka bikin siomay... wah untung qta nggak tetanggaan mbak... klo iya, bisa tiap hari suami bertamu... hahaaa...
exort mengatakan…
mgkn kl baru kenal elo pasti banyak yg ga nyangka kl elo notaris secara elo ga sering nyeritain (eh padahal sering juga ya) tentang seputar kehidupan kerjaan elo ya
Sarah mengatakan…
dengan menulis, dunia akan mengenal kita :)
Orin mengatakan…
Tersesat atopun tidak, saya pikir menulis mah oanggilan hati *tsaaah*, maksud saya, banyak kok temen2 saya anak sastra Indonesia yg malah pada ga bisa nulis hihihihi

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR