SANKSI DENDA, PERLU GAK SIH?
Waktu saya masih kerja sebagai staf legal di sebuah perusahaan finance, salah seorang manajer dari divisi operasional pernah menerapkan sanksi denda bagi para stafnya yang melakukan kesalahan. Kesalahan apa? Kesalahan kecil sih seperti : salah menaruh dokumen, lupa mengisi daftar lembur padahal ybs lembur dan beberapa kesalahan kecil tak berarti lainnya.
Sanksi dendanya pun tidak besar. Hanya seribu rupiah per kesalahan yang dibuat. Setelah uang denda itu terkumpul lumayan banyak, maka digunakan buat beli gorengan atau penganan kecil lainnya. Dimakan beramai-ramai oleh para staf di bagian operasional. Waktu itu, pemikiran si manajer operasional bikin saya tersenyum geli. Ada-ada saja gitu idenya. Kok, bisa kepikiran ngasih sanksi denda ke stafnya yang gajinya sudah minim hanya karena kesalahan yang kecil?
Apakah dengan teguran saja tidak cukup? Apakah dengan cara sanksi denda maka kesalahan yang diperbuat stafnya jadi berkurang? Saya tidak memperhatikan lebih lanjut tapi...entah mengapa akhir-akhir ini saya mulai memikirkan makna di balik sanksi denda tersebut.
Ternyata, yang harus dilihat bukan masalah tega atau nggak tega terhadap para staf yang gajinya sudah minim. Bukan pula masalah kesalahan yang terlalu sepele. Tetapi, dengan adanya sanksi denda diharapkan para staff bisa lebih teliti dan berhati-hati dalam bekerja. Kadang, memang ada orang yang kerjanya serampangan. Pengin cepat beres tanpa peduli pada hasil akhir. Yang penting selesai. Nggak tahunya, salah naruh dokumen. Mestinya di lemari B, malah masuk ke lemari A. Atau...salah ketik nama. Mestinya YENNY jadi YENI. Sepele dan kecil tapi kalau keseringan melakukan kesalahan yang sama, tentunya akan jadi tanda tanya. Kerjanya gimana sih? Apakah memang ceroboh? Atau...terlalu mau cepat beres sehingga malah banyak salahnya?
Lagipula, uang denda yang terkumpul itu kan digunakan untuk membeli makanan kecil yang bisa dinikmati bersama-sama, jadi rasanya sah-sah saja deh menerapkan sanksi denda kepada para staf. Setidaknya, mereka akan lebih cermat dalam bekerja. Bagaimana menurut teman-teman? Apakah kalian setuju dengan adanya sanksi denda dalam suatu perusahaan?
Komentar
Salam kenal mbak,, happy blogging.
semalem dhe baru nyampe rumah, dan paket dari kamu pun dengan sukses saya bongkar.. hehe, pake quote juga.. thx beb..
sob, follback ane dong,, udah ane follow tu
beda jika peraturan itu diterapkan pada pegawai yang bergaji besar, seribu rupiah tidak lah sangat berarti untuk mereka, sehingga belajar dari kesalahan juga akan minim dilakukan, karena merasa tidak terlalu rugi dengan itu.
itu pendapatku Mbak :)
syah2 saja sih mba, asal ga ngeberatin dan buat karyawan kapok ga ngulangi kesalahan yg sama :D
mungkin bisa di terapin sm anak nanti :p
*dengan suara manja. hwahahahahaha
masalah sanksi denda, enakan sanksinya cabutin rumput depan perusahaan aja dah.
*gak nyambung.
tapi kalo untuk kebaikan agar lebih disiplin itu malah lebih baik.
:)
soalnya jd terkesan militer.
:P
tapi setuju aja Mbak, biar lebih disiplin :)
tapi dalam prakteknya sering ga tega, ketika ada yg hilang mereka tau ada nilai yg akan diganti, tapi pas gajian saya akan bilang, saya tidak potong gajimu tapi lain x jangan diulang ... sampai hari ini sih lumayan mempan, tp klo sering2 pasti tega juga motong gajinya sebagai denda hehehe
mending sanksinya teka teki biar lebih cermat dan disiplin pegawainya,,