LEBIH SAYANG HARTA

Suatu hari terjadi kebakaran di sebuah kota. Jeritan minta tolong terdengar menyayat telinga. Pak Andi yang sedang duduk terkantuk-kantuk di gardu, tempat para peronda berkumpul, terlonjak kaget. Bergegas dia berlari ke arah jeritan minta tolong. Tampak nyala api dari salah satu rumah tetangganya. Pak Andi pun memukul tiang listrik sambil berteriak : "Ada kebakaran! Ada kebakaran!"

Beberapa warga segera terbangun. Pintu dan jendela beberapa rumah terbuka bersamaan. Tak lama, semua warga bahu membahu mencoba memadamkan api yang berkobar di rumah pak Dudi. Mobil pemadam kebakaran yang ditelpon pun tak lama kemudian muncul dengan raungan sirenenya yang memekakkan telinga. 

Ketika akhirnya api berhasil dipadamkan, beberapa warga tampak menghampiri pak Dudi si pemilik rumah yang berhasil menyelamatkan diri dari amukan si jago merah. Pak Dudi terduduk lemas di atas rerumputan. Matanya memandang tumpukan puing dan abu rumahnya. Ada aliran bening mengalir di sudut mata tuanya.

"Pak Dudi..," Tegur pak Andi sambil menyentuh lengan pak Dudi.

"Isteri saya, pak..isteri saya masih di sana. Isteri saya kebakar, pak..." Rintih pak Dudi sambil terisak pedih.

"Apaa? Astaga! Jadi, isteri pak Dudi masih di...,"

"Dia mau ambil emasnya di lemari...saya sudah ajak dia keluar tapi dia malah kembali ke kamarnya. Dia lebih sayang hartanya, pak...Isteri saya kebakar, pak.." Pak Dudi berkata parau. Air matanya terus mengalir.

Pak Andi hanya bisa mengelus dada. Dia tak mampu berkata apapun. Lidahnya kelu.

Keesokan harinya, jenazah isteri pak Dudi ditemukan di antara reruntuhan rumahnya. Posisinya dalam keadaan duduk sambil memeluk kotak berisi perhiasan emasnya. 

Begitulah, kalau kita lebih sayang harta daripada nyawa. Isteri pak Dudi bukan saja kehilangan hartanya, tapi juga nyawanya dan tentu saja meninggalkan duka di hati suaminya.



Komentar

Indra Kusuma Sejati mengatakan…
Harta mudah di cari, namun keselamatan dan kesehatan di atas dari segalanya ya Mba.

Salam wisata
Hariyanto Wijoyo mengatakan…
kisah tragis seperti ini sebenarnya banyak terjadi dalam dunia nyata..dan juga diskitar kita ..salam :-)
Aul Howler's Blog mengatakan…
Tragis...

._.

PAs banjir juga tuh banyak yg kayak gitu. buru2 nyelametin barang2 berharga dan harta dulu. Keselamatan diri dinomer duain.

bener-bener...
Yanuar Catur mengatakan…
Kasian istrinya Pak Dudi. Beruntung dulu memiliki seorang suami seperti Pak Dudi, yang masih setia bersamanya.
Dihas Enrico mengatakan…
astaga.....
itu ngambilnya pasti gak cepet, coba cepet kayak di film-film, jadi pas rumahnya hampir runtuh dan meledak bisa loncat menerobos jendela....
:P
Padahal kalau hilang harta, pasti bakal diganti olehNYA
Unknown mengatakan…
duhh, tapi mmg begitulah kenyataan yg srg kita liat sekarang :(

bahkan seorg ibu rela jual anak demi uang hiks

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR