KAMU BIKIN AKU GROGI
'Kamu bikin aku grogi." Kamu sering mengatakan kalimat itu saat aku memujimu berlebihan. Saat aku dengan noraknya meledekmu dengan sejuta rayuan gombal rasa siomay tanpa bawang bombay. Ho ho ho...Aku senang sekali melihatmu tersipu malu. Waduh, kok, ada cowok tersipu malu sih? Rona merah di wajahmu terlihat jelas meski kulitmu cukup ireng maulana.
Aku seperti melihat seorang bocah lelaki yang sedang malu, kikuk dan tak tahu harus berkata apa. Ahai, aku memang jail ya? Dengan kemampuanku menguntai kata dan memadu imajinasi, aku sering menghujanimu puisi-puisi manis, semanis senyum anggurmu (walau anggur tak manis utuh). Aku memang romantis, seperti kata seorang sahabat. Benakku tak pernah kehabisan ide. Terlebih lagi, aku memiliki kamu, sumber inspirasi yang tak pernah kering.
Saat aku merasa rindu, kamu kulukis dengan selaksa kata indah. Saat aku merasa sedih, kamu juga yang kuuntai dalam kalung puisi nan cantik. Saat aku merasa kesal (kepadamu tentu saja), kamu juga yang kucoret-coret di lembar kertas putih.
Aku tak bisa membayangkan jika aku kehilangan dirimu. Mungkin puisiku akan terasa hambar bagai sayur rendang tanpa bumbu. Mungkin imajinasiku tak selincah burung murai yang sedang mencari makan. Mungkin aku tak pernah bisa lagi menulis kalimat-kalimat secantik gaun para bidadari.
Aku yang katamu penuh semangat, memang tak pernah kering ide. Apalagi saat sosokmu hadir dengan indahnya di kehidupanku. Ide-ideku yang semula hanya sekolam kecil, kini berubah menjadi seluas danau Toba (hiperbola banget ya?).
Hmm, aku sungguh beruntung memilikimu, pangeran...Meski kamu tak menyediakan istana semegah istana raja minyak. Meski kamu tak sekaya raya Donal Trumph. Meski kamu tak setampan Choky Sitohang. Meski kamu tak segagah Rambo. Tetapi, kamu adalah miracle dalam hidupku.
Kamu tahu, caramu memerhatikan aku, caramu tersenyum, meledek dan menjaili aku, selalu saja menimbulkan....
Rasa grogi yang luar biasa di hatiku. Dan, selalu saja ada yang hangat muncul di dalam hati saat kamu mulai menguntai kalimat gombalmu. Walau kamu tak terlalu mahir menggombal dan jarang sekali mau menggombal. Padahal, aku suka bila sesekali kamu menggombal karena pada saat kamu menggombal, jiwaku bagai gombal eh...maksudnya....melayang di atas awan gemawan. Dan, yang aku tahu, gombalmu selalu serius karena kamu memang tak pernah berbakat jadi tukang gombal. Mungkin lebih berbakat jadi tukang tambal ban...:)
Seperti yang pernah kamu bilang : "Aku memang tidak bisa seekspresif kamu dalam menyatakan rasa sayang. Aku tak ingin semuanya menjadi artifisial."
Yah, aku mengerti, pangeran...Aku tahu, tak semua orang bisa mengungkapkan rasa sayangnya dengan gamblang. Yang penting, di sanubarimu yang terdalam, kamu memang tulus menyayangiku. Itu jauh lebih cukup daripada sejuta kata gombal.
Tapi, satu hal yang pasti, setiap kali kamu mulai menggombal, aku juga selalu grogi. Grogi yang sangat indah....
Note : KARENA CEWEK (KADANG) BUTUH DIGOMBALIN. KARENA COWOK BERSEDIA JADI GOMBAL (Enak aja, kata para cowok...he he he...). Ups, sori..pangeran..kalimatmu kukutip sedikit deh. kedap kedip mode on.
Komentar
Tipsnya gmana?
ghombalis
puitis
jiahahaha..........