JAUH TAPI DEKAT

Beberapa hari yang lalu ada masalah dalam keluarga yang membuat saya sedih dan menangis tanpa suara. Dan, di saat seperti itu...saya hanya bisa cerita kepada Yesus yang saya sembah. Tetapi sebagai manusia, saya juga butuh teman untuk curhat. Saya ingin menelpon salah seorang sahabat perempuan saya tetapi..sudah terlalu malam. Saya tak ingin menganggu mereka.

Alhasil, saya coba mengirim SMS kepada sang pangeran. SMS pertama : "Kamu sudah tidur, belum?"

Tidak ada jawaban. Hmm..mungkin sudah tidur, pikir saya. Tapi, saya tidak kuat lagi menanggung kesedihan ini. Lalu, saya kirim lagi SMS berikutnya :

"Pangeran, saya sedang sedih." Itu bunyi SMS saya yang ke 2.

Tak berapa lama, dia menjawab SMS saya.

"Gw lagi di jalan, bentar lagi sampai rumah. Tenang ya..... "



Hanya sebaris kalimat tapi cukup menenangkan saya. Saya hanya mengusap air mata yang menggenang di sudut mata dengan jari telunjuk saya. Saya berusaha sabar dan tidak mengirimkan SMS lagi. Hanya beberapa menit kemudian, SMS nya masuk lagi.

"Ada apa puteri?"

Duh, rasanya hati ini begitu terharu dengan pertanyaan pendeknya itu. Segera saya jawab SMS nya. "Kamu sudah tiba di rumah?"

"Di pintu gerbang." Jawabannya datang secepat kilat.

Saya balas SMS nya dengan :

"Kalau begitu, kamu masuk dulu ke rumah dan cuci muka dulu deh."

Tak lama, kembali SMS nya muncul.

"Kenapa puteri?"

Saya pun curhat. Mengirimkan beberapa SMS. Setiap SMS dibalas dengan kata-kata yang lembut, menguatkan dan penuh perhatian. Kali ini saya menangis karena tersentuh oleh perhatiannya. Apalagi ketika dia mengaku bahwa dia berhenti sebentar demi membaca SMS saya. Dia tahu ada SMS masuk karena hapenya yang ditaruh di saku bajunya bergetar. Dan, dia yakin itu SMS dari saya. Mungkin karena ada kontak batin. Padahal, bisa saja itu SMS dari orang lain.

Saya tahu, malam itu dia baru saja selesai mengerjakan suatu pekerjaan yang sedang dikejar deadline. Dia pasti lelah sekali dan mengantuk. Tetapi, demi saya, dia singkirkan rasa kantuk dan letihnya. Bahkan, di tengah jalan dia berhenti hanya untuk membalas SMS saya. Dia coba luangkan waktunya yang sempit untuk mendengarkan curhat saya. Dia support saya dengan kelembutannya. Dia buat saya tersenyum dengan candaannya.

Masalah dalam keluarga saya belum selesai ketika malam itu dia menyuruh saya untuk tetap tabah, tetap kuat dan tetap tersenyum. Namun, saya merasa jauh lebih lega. Saya pun berhenti menangis. Saya usap air mata yang jatuh di pipi. Saya ukir sebuah senyum untuknya meski dia tak bisa melihat saya. Tapi, saya tahu dia selalu ada untuk saya. Dia jauh tapi dekat.

Dan..malam itu saya tertidur sambil mendekap kalimat terakhirnya : "I love you.."

Note : Thanks for loving me....

Komentar

Ivan Rahmadiawan mengatakan…
Eeuhbuset dah, baek bener th pangeran. Tak kira curhatan mbk Fanny, tak taunya cerpen mini. :) salam buat penulisnya. :)
alamendah mengatakan…
(Maaf) izin mengamankan KETIGAX dulu. Boleh, kan?!
Kepedulian kek gini menentramkan banget buat si "Aku" tentunya
Umy Diary mengatakan…
yang punya temen curhat akan selalu nyaman dan ringan
Irma Senja mengatakan…
hemmm,.....indahnya mba ^^

pangeran dan puteri memang harus sellau salng mengisi.

duhh,romantisnya.....

semoga masalahnya segera terselesaikan ya mba ^^
Winny Widyawati mengatakan…
Hmm, jadi ikut tenang bacanya, kenapa ya ? :)
non inge mengatakan…
sebuah perhatian yang walau hanya sederhana tapi itu yang penting ^^

have a nice day mba'... semoga masalah yang ada cepet mendapat jalan keluar ^^

have a nice day ^^
Fanda mengatakan…
Perhatian dalam hal-hal kecil maupun besar, itulah ekspresi dari cinta...
SunDhe mengatakan…
Fanny.,. maaf dhe baru muncul.
rasanya dah puluhan tahun tak bertemu, hikz2.

ternyata skrg fanny dah miliki seorang pangeran. selamat yah :D

dan tabah dengan masalah yg dihadapi
Yolizz mengatakan…
eh, ini bukan sekedar cerpen mini kan mbak? hayoo... pengalaman si puteri sendiri kan ini :p

yang pasti so sweeeettt... baik banget pangeran itu ;)
Unknown mengatakan…
@Dhe : hai, Dhe...kemana aja dikau?

@Yolizz : mesti baik dong..hehehe...
Aulawi Ahmad mengatakan…
semoga masalahnya cepet selesai ya :)
Mood mengatakan…
Owhh, pangeran yang baik hati, semoga saja selalu begitu.
Pipit Pito mengatakan…
pangeran dan puteri
hehe
romantisnyaaaaa

hmmm
naik kuda putih tidak?
hihihi

jangan sedih lagi, mbak
=)
warcoff mengatakan…
bawain kopi buat princess hehehe
-Gek- mengatakan…
gek bawain tisuuu.. dan stroberi langsung metik dari bedugul biar si princess ga sedih lagi. :)
Justmeilani mengatakan…
Dan..malam itu saya tertidur sambil mendekap kalimat terakhirnya : "I love you.."
ohhh sweetttt,...
exort mengatakan…
duh senengnya yang lagi kasmaran
waah udah lama ni gak kesini..baca baca cerpen dulu ah,,,mana tau dapet inspirasi heh eh e
Rela Rahmah mengatakan…
suit suiitt.. pangerannya baik bangeeett... :D
Unknown mengatakan…
@pipit : naik motor.hehehe

@Gek : makasih. hehhee

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR