WAKTU KAMU SAKIT
Beberapa hari lalu, kamu sakit campur aduk. Masuk angin, tenggorokan sakit saat menelan, badan panas dan terasa ngilu, terutama di bagian betis. Sungguh, gejala masuk angin binti panas dalam yang sudah akut.
Akh, membuat hati risau saja. Saya takut kamu kena typhus. Mana saya nggak mungkin pergi ke rumahmu yang nun jauh di sana. Saya cuma bisa menghubungimu via ponsel. Menanyakan keadaanmu plus memberikan pesan-pesan ala emak-emak bawel yang gagal jadi bu dokter. Banyak minum air putih (dicampur garam secukupnya), makan buah pepaya, minum susu cap Beruang, jangan makan gorengan dan yang pedas-pedas, tidur pake jaket, dll.
Secara kamu sering kepanasan dan kalau naik motor malas pakai jaket. Padahal meskipun siang hari mestinya pakai jaket juga untuk mencegah angin. Belum lagi hobimu begadang menyelesaikan pekerjaan yang dikejar deadline. Duh..duh…ingin rasanya meminjam sepasang sayap peri agar saya bisa terbang ke rumahmu.
Saya ingin meraba dahimu yang panas, mengukur suhu tubuhmu, mengerok punggungmu yang masuk angin, membalurnya dengan minyak cap tawon, menyediakan bubur ayam hangat, mengambilkan segelas air putih, memotongi buah pepaya dan mengawasimu saat kamu tertidur. Bila perlu saya akan melotot galak bila kamu nggak mau tidur juga.
Memang hanya penyakit ringan, tetapi kalau dengar ceritamu tentang punggungmu yang merah hitam karena di kop, itu berarti anginnya sudah lama masuk ke tubuh. Cuma kamu tidak merasakannya. Malah, kamu mengaku sempat sedikit pusing saat bangun dari tidur.
Untunglah, kamu lekas-lekas memeriksakan diri ke dokter. Jika tidak, saya akan semakin cemas. Walaupun, sesungguhnya penyakitmu bisa disembuhkan tanpa harus ke dokter. Hanya saja, perlu seseorang yang rajin mengingatkan dirimu untuk pantang makan, mau memakai jaket saat naik motor dan stop begadang. Dan, saya belum bisa menjadi orang itu karena tanah di hadapan kita masih terlalu liat, bukan?
Tapi kemarin malam saya gembira sekali, karena kamu sudah merasa jauh lebih sehat. Kamu ajak saya bercakap-cakap dan bercanda. Walau speedy kamu error melulu. Membuat saya harus menunggu beberapa menit. Padahal waktu sangat berharga bagi kita dan saya – sebenarnya – masih ingin ngobrol lebih lama denganmu. Tetapi, saya tahu kamu butuh istirahat. Maka, saya minta kamu pergi tidur saat jarum jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
NOTE : Hanya sebuah catatan tak penting untuk mengingatkan betapa saya selalu peduli akan kesehatanmu, pangeran..
Komentar
bawel tu karena sayang...
indahnya cinta ya........^^
mau ngajak tukeran link (blogroll/blog list) nih...blog kamu sudah agak lama saya pasang di blog saya,
yuk tukeran link juga...(tujuannya sih pingin punya backlink segunung..hehheheh)
trims,
salam
moga cepat sembuh.
kok pantang makan Mbak??
Maksudnya biar ga telat makan gitu?
saya bingung.....
uhuik doble, ada iklan di atas link sobat.wkwkkwkw.... *matrenya kambuh*
jiahahahaha
moga ga kena sakit
nb :
maaf baru bisa BW sekarang
@gek : pantang makan yg gorengan gitu lho.
@si biskuit : belum tuh, belum jadi hubby. ha ha ha..
emang nggak ada yang ngalahin obat masuk angin mujarab selain sentuhan (baca : kerokan) dari sang belahan jiwa
kontak saya di rapper.gerdu@gmail.com
minum susu cap bendera..
hehehe..