SEPUCUK SURAT, SERANGKAI RINDU
Saat kutulis surat ini, aku pasti masih berada di suatu tempat yang jauh....jauh....sekali dari istanamu, pangeran....Tapi, aku tahu jarak tak pernah membuat kita benar-benar terpisah. Ada tali tak kasatmata yang selalu menghubungkan hatimu dan hatiku. Tali yang seperti sinyal ponsel yang selalu mampu menjangkau getar rasa kita berdua.
Meski tak bisa menghubungimu via SMS (sinyalnya belum tentu ada) dan tak ada waktu untuk ke warnet untuk menulis imel karena jadwal perjalanan yang pasti sangat padat. Tetapi, getar rasa itu tak pernah sirna.
Meski aku tahu, rinduku padamu pasti sudah sedalam samudra Pasifik dan setinggi gunung Fujiyama, namun..aku mencoba bersikap cuek demi memenuhi jiwa pelanoong yang sudah mendarah daging. Dan, sepert katamu :
"Suami isteri yang pisah berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun karena harus kuliah di luar negeri saja tidak heboh. Masa, kita yang pisah beberapa hari saja jadi histeris? Kalau bisa kan kita bisa SMS-an."
Yup! Kamu benar sayang....Tetapi, aku tak yakin bisa SMS-an sama kamu dari tempat yang kukunjungi saat ini. Sementara aku tidak mempunyai Blackberry ataupun ponsel canggih yang bisa menghubungkan orang dari berbagai belahan dunia.
Maka, biarlah kita simpan rindu yang menggelora di kotak hati masing-masing. Kita rangkai rindu itu menjadi seuntai kalung kasih yang akan kita kenakan di sanubari masing-masing.
Note : Sengaja kutulis surat ini sehari sebelum berangkat untuk mengingatkan dirimu, betapa aku (pasti) sangat merindukanmu...
Love u, prince...
Komentar
nice posting mb :) kalo ga ada blackberry, blueberry pun jadi. kalo ga ada sinyal masih lumayan cuz bisa di makan. ya kan ya kan ?
hehee...
romantis banget dah :D
yihaaaaaaaa
bener2,, belom jauh aja udah kangen :)apa lagi sekarang yaa,, heheh