Postingan

MENGGOSIPKAN TUHAN

Sinta berusaha menulikan telinganya saat mendengar ocehan teman-teman sekantornya. Mereka sedang sibuk menggosipkan pak boss dan sekretarisnya yang diduga ada 'hubungan khusus'. Sinta merasa nggak nyaman karena ia tidak suka bergosip. Apalagi, kalo ngegosipin boss sendiri. Gosipnya yang jelek-jelek pula.  Acara bergosip ria itu baru berhenti ketika mobil yang ditumpangi Sinta dan teman-temannya tiba di sebuah panti asuhan. Saat itu mereka memang sedang mengadakan kunjungan ke sebuah panti asuhan. Setiba di panti, mereka beribadah bersama anak-anak panti. Lalu, acara selanjutnya adalah pertunjukan tari dan nyanyi yang ditampilkan oleh anak-anak panti.  Pada acara terakhir, tampil seorang gadis kecil yang tampil solo dan tampaknya berusaha menyanyikan sebuah lagu. Mata gadis kecil  itu buta dan gerakan mulutnya tidak sesuai dengan lagu yang ia nyanyikan.  Suara yang ditimbulkannya hanya berupa : Aaaaa.....uuuuuuu......aaaa.....uuu..... Sinta merasa sedikit ...

BIKIN RENDAH DIRI

Tomi mengeluh kepada Tody. Tomi : "Kenapa ya setiap kali pekerjaanku nggak ada yang beres di mata boss? Bikin aku rendah diri deh. " Tody : "Akh, itu biasa kali Tom...Bos kan dimana-mana gitu. Hobi nyalahin karyawannya." Tomi : "Biasa gimana? Lama-lama aku bukan hanya merasa rendah diri, tapi juga merasa nggak berarti di mata boss. Aku kan seorang pria." Tody : "Yang bilang kamu perempuan siapa? Jadi heran deh, emangnya bossmu siapa sih? Kok, kamu sampe keliatan minder gitu?" Tomi : "Ya, isteriku sendirilah."

MEMBANGGAKAN AYAH

Ali : "Eh, teman-teman tau nggak, kemarin ayahku dipanggil pak Menteri Pendidikan lho!" Ayu  : "Ayahku dong lebih hebat. Minggu lalu dia dipanggil bapak Presiden." Andi : "Halaaah...itu sih nggak seberapa hebat. Dua hari lalu, ayahku dipanggil Tuhan." Ali dan Ayu : (*&^%%

THE NOT SO AMAZING LIFE OF @AMRAZING

Gambar
Penulis : Alexander Thian Penerbit : Gagas Media Jujur, pertama kali lihat cover buku ini saya nggak tertarik. Warnanya kuning gitu. I hate yellow. Tapi judulnya kok menarik amat ya. Terus, baca sinopsisnya...wah..kayaknya lucu juga nih. Tapi entah kenapa saya masih juga nggak berniat membelinya. Sampai suatu ketika saya melihat buku-buku yang menjadi pilihan staf dari sebuah toko buku online. Ternyata buku ini termasuk pilihan staf. Berarti bagus dong.  Akhirnya saya beli deh. Terus, baca...lho lho...saya ketagihan membacanya. Lucu, sinis, penuh makna, bikin takjub dan seribu satu rasa memenuhi isi kepala dan sanubari saya. Pengalaman demi pengalaman si penulis sebagai mantan pe njaga konter handphone di sebuah mal bener-bener ruarrr biasa. Walau kadang lebay. Entah apakah yang lebay ini memang disengaja biar ceritanya lebih menarik atau...memang berdasarkan kejadian yang bener-bener dialami? Saya nggak berani menghakimi akh.  Hampir semua cerita di buku ini ...

Macaroon Love

Gambar
Penulis : Winda Krisnadefa Penerbit : Qanita Cover bukunya menarik dengan judul yang unik bikin saya tertarik membelinya. Selain itu, novel ini merupakan salah satu naskah unggulan dalam lompa penulisan novel romance yang diadakan oleh penerbit Qanita. Jadi, saya yakin pasti novelnya keren. Novel ini bertutur tentang seorang cewek yang nggak suka dengan namanya yang aneh. Magali. Saking anehnya tuh nama, Magali sering diledek oleh teman-temannya : Gali, tukang gali sumur, tukang gali kubur. Padahal nama itu memiliki arti yang bagus. Dalam bahasa Perancis artinya Mutiara. Arti lebih dalam lagi : Daughter of the sea. Selain nama yang aneh, Magali juga punya kebiasaan makan yang aneh. Misalnya saja : Dia suka makan french fries yang dicocol es krim sundae. Kebiasaan aneh ini mempertemukan dia dengan seorang cowok bernama Ammar. Suatu kebetulan (ciri khas novel fiksi selalu ada kebetulan yang aneh) Ammar juga punya selera yang sama. Mencocol french fries dengan sundae. Ng...

SEPERCIK PENGALAMAN BELANJA DI TB ONLINE

Sebagai seorang kutu buku, saya mempunyai beberapa pengalaman yang baik dan yang tidak baik dalam membeli buku-buku secara online. Setelah mencoba membeli buku via beberapa TB online, akhirnya saya hanya menemukan satu TB online yang bisa dipercaya dengan ongkir yang murah karena kebetulan letaknya di Jakarta. Tapi sebelum saya menceritakan pengalaman saya membeli buku di TB online yang sekarng jadi langganan saya, lebih baik saya ceritakan dulu pengalaman yang tidak enak saat membeli beberapa buku di sebuah TB online. Ada 3 TB online yang pernah menjadi langganan saya. Sebut saja, Toko A, toko B dan toko C (nama TB online memang sengaja tidak saya sebutkan). Toko A :  Kalau membeli di Toko A, mesti hati-hati karena setelah uang ditransfer dan buku yang kita inginkan tidak ada, maka uang yang tersisa nggak dikembalikan. Melainkan disimpan sampai kita mau beli lagi buku lain di toko tersebut. Saya kurang suka dengan sistem seperti ini. Seharusnya, kalo emang ngga ada stok...

BUKU BIKIN MALAS KELUAR

Sebagai pecandu buku, saya merasakan akhir-akhir ini jadi malas keluar terutama ke mal. Kalo saya hitung-hitung, kayaknya terakhir ke mal itu akhir Desember tahun lalu deh. Kalo ke mal yang ada gereja saya tempat beribadah tiap minggu itu nggak masuk hitungan ya. Soalnya, kan itu buat ke gereja. Kebetulan aja gerejanya di dalam mal. Lagian, malnya kecil dan nggak ada toko yang menarik di sana.  Yang saya maksudkan di sini adalah beneran ke mal dalam rangka window shopping atau shopping beneran. Yah, bagus juga sih. Jadi lebih hemat ya. Tapi enggak juga lho. Yang ada, saya malah ngabisin duit buat beli buku. Ho ho ho...kadang pas akhir bulan baru nyadar. Gileee! Gue udah belanja buku segini banyaknya. Terus, itu tumpukan buku yang belum dibaca segitu menggunungnya. Bertebaran dimana-mana. Hiks....ga hemat juga dong.  Parahnya lagi, gara-gara buku saya juga sering menolak ajakan teman-teman buat hang out. Gaswat! Bisa-bisa dianggap kuper nih. Pernah juga pas kapan itu y...