MENGGOSIPKAN TUHAN

Sinta berusaha menulikan telinganya saat mendengar ocehan teman-teman sekantornya. Mereka sedang sibuk menggosipkan pak boss dan sekretarisnya yang diduga ada 'hubungan khusus'. Sinta merasa nggak nyaman karena ia tidak suka bergosip. Apalagi, kalo ngegosipin boss sendiri. Gosipnya yang jelek-jelek pula. 

Acara bergosip ria itu baru berhenti ketika mobil yang ditumpangi Sinta dan teman-temannya tiba di sebuah panti asuhan. Saat itu mereka memang sedang mengadakan kunjungan ke sebuah panti asuhan. Setiba di panti, mereka beribadah bersama anak-anak panti. Lalu, acara selanjutnya adalah pertunjukan tari dan nyanyi yang ditampilkan oleh anak-anak panti. 

Pada acara terakhir, tampil seorang gadis kecil yang tampil solo dan tampaknya berusaha menyanyikan sebuah lagu. Mata gadis kecil  itu buta dan gerakan mulutnya tidak sesuai dengan lagu yang ia nyanyikan. 

Suara yang ditimbulkannya hanya berupa : Aaaaa.....uuuuuuu......aaaa.....uuu.....

Sinta merasa sedikit kesal. Kenapa sudah tahu nggak bisa nyanyi, kok nekad bernyanyi juga sih? Tetapi, akhirnya ia sadar kalau gadis kecil itu memang cacat fisik. Ia tak hanya buta tetapi juga tidak bisa berbicara seperti anak-anak lainnya. Tetapi, hei...ia tetap berusaha menyanyikan lagu-lagu pujian kepada Tuhan. Gadis kecil itu berusaha dengan segenap kemampuannya untuk memuliakan Tuhan melalui lagunya. 

Sinta tersentak. Bagai ada yang menegur hatinya. Lihat, gadis kecil itu memuliakan Tuhan dengan segala keterbatasannya. Sementara dirinya yang bisa berbicara dengan lancar mana pernah menggunakan kemampuannya untuk memuliakan Tuhan. Yang ada, tanpa disadarinya, dia sering menggunakan bibirnya untuk marah, memaki dan  walaupun nggak suka gosip, kadang-kadang dia terpengaruh juga menjelekkan orang lain.

Betapa sering kita seperti Sinta dan teman-temannya. Kita bergosip ria menjelekkan orang, ngomongin orang. Tapi pernahkah kita gunakan lidah bibir kita untuk menggosipkan Tuhan? Memuliakan Dia? Memuji kebesaranNya? Hmm....jarang banget kan...Saya pun demikian. So, mulai dari sekarang...yuk, kita menggosipkan Tuhan. Gosipkan kebaikanNya kepada kita. Gosipkan kekuasaanNya yang luar biasa.

Komentar

Uli Kerenzia mengatakan…
renungan yg bagus mbak
ayie kasturi mengatakan…
hihi.. pas baca judulnya. wuii, menggosipkan Tuhan? Maksudnya berburuk sangka gitu? secara kalo di indonesia, yang namanya gossip itu yang jelek2, ternyata pas baca, eh, maksudnya memuliakan Tuhan. hihi.. salah sangka aku mba. hohoh...
Anonim mengatakan…
Waduh.... judulnya bikin ngeri!
Aul Howler's Blog mengatakan…
Yuk nge-gosip!

*salah fokus*

btw bahasanya kalo menggosipkan tuhan artinya jadi "ngomongin yang jelek-jelek tentang tuhan" bukan kak?
edi mengatakan…
Ayo kita sama2 memperbaiki diri!
Dihas Enrico mengatakan…
waaah nyindir niii....
:P
OUTBOUND DI MALANG mengatakan…
wiih waktu baca judulnya, mengosipkan tuhan?
kayak beburuk sangka gitu kepada tuha, eeh ternyata pas dibaca salah, ada makna tersembunyinya :)


http://www.nolimitadventure.com/

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR