Macaroon Love
Penerbit : Qanita
Cover bukunya menarik dengan judul yang unik bikin saya tertarik membelinya. Selain itu, novel ini merupakan salah satu naskah unggulan dalam lompa penulisan novel romance yang diadakan oleh penerbit Qanita. Jadi, saya yakin pasti novelnya keren.
Novel ini bertutur tentang seorang cewek yang nggak suka dengan namanya yang aneh. Magali. Saking anehnya tuh nama, Magali sering diledek oleh teman-temannya : Gali, tukang gali sumur, tukang gali kubur. Padahal nama itu memiliki arti yang bagus. Dalam bahasa Perancis artinya Mutiara. Arti lebih dalam lagi : Daughter of the sea.
Selain nama yang aneh, Magali juga punya kebiasaan makan yang aneh. Misalnya saja : Dia suka makan french fries yang dicocol es krim sundae. Kebiasaan aneh ini mempertemukan dia dengan seorang cowok bernama Ammar. Suatu kebetulan (ciri khas novel fiksi selalu ada kebetulan yang aneh) Ammar juga punya selera yang sama. Mencocol french fries dengan sundae. Nggak heran, Ammar langsung menghampiri Magali. Mereka kenalan dan buntutnya jadi jatuh cinta. Kisah pertemuan dua mahluk lain jenis yang berlanjut ke percintaan. Klise ? Nggak juga sih. Kalau melihat latar belakang keluarga Magali dengan segala keanehannya, ide cerita yang klise menjadi tidak klise banget. Mungkin ini yang menjadi point bagi para juri untuk memasukkan novel ini menjadi naskah unggulan.
Yah, pada bab-bab awal memang seru bacanya karena karakter Magali yang cuek (penampilannya suka ala kadar) dan pekerjaannya yang unik : food writer (saya belum pernah baca novel - lain - yang tokohnya bekerja sebagai food writer), saudara sepupunya : Beau yang pengen banget buka usaha sendiri, neneknya yang dipanggil Nene, ayahnya yang seorang cook dan dipanggil Jodhi (karena namanya emang Jodhi), semuanya unik dan menjadikan novel ini 'tidak biasa'.
Tetapi, makin ke belakang alurnya mulai sedikit membosankan. Nggak bikin penasaran gitu. Memang sih happy ending karena Magali akhirnya jadian dengan Ammar tapi...jalan menuju 'jadian' nya itu kurang ada gregetnya. Kurang bikin saya penasaran. Dan terlalu banyak kebetulan : Nama restoran milik Ammar : Suguhan Magali (mungkin ingin menunjukkan bahwa mereka emang jodoh), pekerjaan Ammar : seorang cook sama seperti profesi ayah Magali. Tapi, bukan fiksi namanya ya kalo nggak ada 'kebetulan' yang mempersatukan. He he he..
Selain itu judulnya pun kurang cocok dengan isi cerita. Yang saya tahu, judul awalnya Magali Chronicle tapi kayaknya dirubah oleh penerbitnya jadi Macaroon Love. Nah, unsur 'Macaroon' nya ini sedikit sekali disinggung dalam novel ini. Kebetulan aja, para tokohnya ketemu lagi dan jadian di depan cake shop sang master macaroon idolanya. Dan, mereka jadian di area cake shop tersebut. Mungkin karena itu maka judulnya jadi Macaroon Love.
Well, itu sih menurut saya. Penerbit kan punya pendapat sendiri, jadi siapa saya sok mengatur judul novel harus begini begitu? He he he....
Anyway, novel ini lumayan deh. Salut buat penulisnya yang sudah menciptakan karakter Magali nan unik. Saya suka tokoh Magali dan Nene...(seru juga kalo punya nenek seantik Nene....hehehe....).
Hmm...abis baca novel ini, jadi pengen cobain makan kentang goreng yang dicocol es krim deh. Atau, gimana kalo saya makan tempe goreng sambil menyeruput coca cola? Hi hi hi....Nice idea!
Hmm...abis baca novel ini, jadi pengen cobain makan kentang goreng yang dicocol es krim deh. Atau, gimana kalo saya makan tempe goreng sambil menyeruput coca cola? Hi hi hi....Nice idea!

Komentar
Sukses selalu
Salam,