JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA
Seorang sahabat - sebut saja namanya Mimi - pernah merasa kecewa dengan kelakuan teman baiknya yang ternyata telah merusak kepercayaannya. Rupanya, Mimi pernah menceritakan satu rahasia hidupnya kepada teman baiknnya ini. Dan, Mimi berpesan : Jangan bilang siapa-siapa ya. Ini hanya kuceritakan ke kamu.
Nyatanya? Teman baik Mimi malah menyebarluaskan rahasia itu. Mimi tentu saja kecewa dan marah. Tapi, dia tak bisa menyalahkan temannya itu karena dia juga merasa ikut andil. Coba kalau dia nggak ceritain rahasianya kepada sang teman. Mungkin rahasia itu akan tetap aman.
Dari pengalaman Mimi, saya pun berpikir begini : Kalau menceritakan rahasia pribadi sebaiknya liat-liat dulu. Meskipun teman baik, nggak menjamin dia nggak membocorkan rahasia kita.
Dan, setiap rahasia yang kita ceritakan kepada orang lain, siapapun orang itu, sedekat apapun kita dengan dia dan sebaik apapun dia, tetap saja ada resiko RAHASIA KITA DIBOCORKAN.
Ssst...JANGAN BILANG SIAPA-SIAPA YA KALAU SAYA NULIS PENGALAMAN SI MIMI. HI HI HI....
Komentar
yaah,, emg harus pilih2 sih kalo mo cerita rahasia..
nama'a juga rahasia, bagusnya emg cuma diri sndiri yg tau.. :D
hahahahahah
mau ke nyokap, nanti dia yang malah jadi lebih kepikiran dibanding gua ;p
mau ke teman/sahabat, ya itu.. kadang ada 'ketakutan' kalau nanti sampai ke telinga orang lain juga :)) ditambah lagii.. sakiitt boo, kalau udah cerita sesuatu yang personal tapi ya kok tanggapan mereka tuh kaya ngga peduli, haha :p *apes*
emang sih udah sering dengar kalau curhat terbaik itu adalah ke Tuhan, karena Dia yang paling tau, mengerti dan peduli, bahkan sebelum kita berkata2 sekalipun, Dia udah terlebih dulu tauu :)
tapi yahh.. sometimes, berasa pengen dapat respon langsung dari orang yang kita ajak 'bicara' :))
*upss.. ini komen kok panjang amat ya, hahahaha ;p*