NATAL SAYA SELALU SEPI
Sejak TK saya dimasukkan ke sekolah Kristen oleh orang tua saya. Saya diajarkan cara berdoa, bernyanyi lagu-lagu rohani dan tentu saja ajaran-ajaran dalam Bible. Menginjak bangku SD, saya semakin akrab dengan ajaran-ajaran kristiani. Terlebih lagi ketika kelas 5 SD, saya diajar oleh seorang guru agama yang sangat ramah, baik hati dan pintar mengajar. Namanya pak Yafet. Seorang guru agama yang selalu jadi favorit murid-muridnya. Beliau yang mengajar saya bermacam-macam doa. Doa sebelum makan, doa sebelum tidur, doa waktu sakit, dll.
Sejak saat itu pula, saya bertekad untuk pindah agama. Padahal, orang tua saya beragama Budha. Mungkin lebih tepat kalau saya sebut Kong Hu Chu karena mereka jarang ke kelenteng dan tidak pernah merayakan hari-hari penting umat Budha. Tetapi, papa melarang saya menjadi Kristiani. Bukan saya saja yang dilarang, tetapi 3 orang adik saya juga dilarang. Bahkan, papa tidak mengijinkan kami ke gereja. Kami pun hanya mendapatkan ajaran agama Kristen dari guru agama di sekolah.
Namun, hal itu tidak mematahkan tekad saya untuk menjadi Kristiani sepenuhnya. Setiap hari saya berdoa memohon Tuhan mengetuk hati papa saya. Saya juga rajin berdoa, menghafal lagu-lagu rohani dan membaca Bible. Demikian pula yang dilakukan oleh adik-adik saya.
Hingga suatu hari ketika saya menginjak bangku SMP, seorang guru agama wanita memberi tugas kepada para muridnya untuk mencatat khotbah yang disampaikan pak pendeta setiap hari Minggu. Karena itu tugas sekolah, papa pun mengijinkan saya dan adik-adik untuk ke gereja.
Thanks God! Sejak hari itu, saya dan adik-adik diberi kebebasan untuk ke gereja. Bahkan, setelah kami semua lulus SMP dan tidak diharuskan membuat tugas mencatat khotbah hari Minggu, kami tetap boleh beribadah di gereja. Tetapi….ada syaratnya : TIDAK BOLEH DIBAPTIS. Kalau nekad dibaptis, kami pasti tidak akan diakui sebagai anak lagi.
Tentu saja, kami semua sedih mendengar larangan papa. Tetapi, sebagai anak, kami harus mentaati larangan papa. Yang kami lakukan adalah tetap mendoakan beliau agar larangan itu dicabut. Namun, sampai saya kuliah papa tetap tidak mengijinkan kami dibaptis.
Alhasil, suatu hari saya berjanji pada Tuhan. Saya bilang, “Tuhan, kalau saya bisa lulus sarjana tahun ini, saya mau dibaptis.”
Kenapa saya kaul begitu? Karena waktu itu, saya nyaris tidak bisa lulus di tahun bersangkutan secara dosen pembimbing skripsi saya susaaah bener dicari. Padahal, ujian sidang terakhir semakin dekat. Kalau saya tidak bisa maju ujian sidang bulan itu, maka saya harus menunggu tahun depan. Alamaak! Itu kan berarti saya mesti bayar uang kuliah lagi. Rugi banget! Wong, tidak ada lagi mata kuliah yang perlu diambil kok. Tinggal skripsi doang.
Ternyata doa saya itu didengar Tuhan. Skripsi saya di ACC oleh dosen pembimbing dan bulan itu juga saya bisa ikut Ujian Sidang. Bahkan, saya lulus dengan nilai Cum Laude. Saya ingat banget, waktu itu ujian sidang diadakan tanggal 2 Oktober dan hari wisuda dilangsungkan pada tanggal 17 Oktober. Mepet banget kan?
So, awal bulan Desember saya pun dibaptis. Dua orang adik cewek juga ikut dibaptis. Tentu saja, tanpa sepengetahuan papa. Hanya mama yang tahu. Bertahun-tahun kemudian, setelah adik yang cowok dibaptis, papa baru tahu kalau 4 dari 5 anaknya sudah dibaptis. Memang, hanya ada satu adik cowok yang mengikuti agama orang tua saya.
Tetapi, ancaman papa untuk tidak mengakui kami sebagai anak, sudah tidak berlaku lagi karena bila ancaman itu dilakukan berarti papa harus mengusir 4 orang anaknya. Di situ saya melihat kuasa Tuhan bekerja. Jelas, papa nggak mungkin mengusir 4 orang anaknya yang sudah jadi Sarjana dan sudah bekerja semua.
That’s why, setiap kali natal tiba, saya tidak pernah merasakan suasana natal di rumah. Tidak ada baju baru, tidak ada kue natal, tidak ada acara natal berupa doa bersama ataupun makan malam bersama. Natal di rumah saya sama saja dengan hari libur lainnya. Tidak ada kunjungan ke rumah saudara yang merayakan natal. Walaupun beberapa saudara mama dan saudara papa adalah orang-orang Kristen.
Namun, saya tidak berkecil hati karena makna natal itu sendiri sesungguhnya bukan untuk hura-hura. Bayi Yesus saja lahir di kandang domba yang berarti melambangkan kehadiranNya di tempat yang sangat sederhana. So, natal saya boleh selalu sepi. Tetapi tidak dengan hati saya. Karena kasihNya selalu melingkupi saya.
Btw, saya baru saja dapat kado natal dari teman-teman blogger. Tentu saja, seperti biasa, kadonya berupa award yang sangat cantik. Kali ini saya dapat award.
dari Fanda dan dari YUNNA.
Khusus, award dari Yunna, saya bingkiskan kembali kepada :
ZAHRA LATHIFA, Ayas Tasli Wiguna, ZZ..minor exploring (anindyarahadi) , Coretan KARIN
Erikson, Ivan Kavalera (radio sastra), Munir Ardi, Ninneta , Ra kun, Yolizz
Bagi yang namanya disebut di atas, harap diambil awardnya ya.
NOte : semua award telah dipindahkan ke SINI dan KE SINI
Komentar
iya ya, bentar lagi Natal... wah... waktunya mengunjungi Budhe yang merayakan Natal nih aku..
tpi koq bisa y kak fanny nyembunyiin kalo Kak fanny udh dibaptis? Bertahun2 lg, ckckck...
Selamat natal aja ya, smoga natal thn ini nggak sepi.
untuk kue, knp nggak bikin bareng2 ama sodara2 kakak aja?
Btw, makasih awardnya... :)
magnevicent.co.cc
pengen awardnya itu,,,,
Saya kok tersentuh sekali membaca postingan ini Mbak..
Ya, karena Tuhan selalu mencintai kita, walaupun sepi, Tuhan pasti selalu menghangati hati Mbak.. :)
Semangat Mbak.
Jesus loves you.
@gek : tks ya, non. GBU too.
@achen : apa kabar ?
biar rame.... siip....
Semangat terus, kk. Meski kk bilang Natal selalu sepi, tapi saya yakin dalam hati kk, para malaikat terus bernyanyi, menemani kk... :)
Salam, kk.
@kang sugeng : kapaan2 saya kasih kamu award juga deh.
PADA AKHIRNYA HATI AYAHANDA MBAK FANNY BISA LULUH, MENERIMA PEMBABTISAN MBAK DAN ADIK-ADIK. SEBENARNYA KEINGINAN MBAK FANNY UNTUK PINDAH AGAMA MEMANG TIDAK BISA DISALAHKAN, BERHUBUNG AYAHANDA MBAK PUNYA ANDIL DENGAN MEMASUKKAN MBAK KE SEKOLAH KRISTEN, YANG SECARA TIDAK LANGSUNG MEMBUAT KEINGINAN MBAK UNTUK MEMELUK AGAMA KRISTEN, KARENA PENGARUH POTENSI LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN GURU AGAMA YANG SABAR DAN RAMAH SEPERTI YANG DICERITAKAN MBAK DI ATAS TADI.
MENURUT SAYA SEMUA AGAMA ITU BAIK. TOH YANG KITA SEMBAH SATU YAITU TUHAN YANG ESA, HANYA CARANYA SAJA YANG BERBEDA DAN MELALUI JALAN YANG BERBEDA PULA. BILA DITINJAU DARI SEGI LARANGAN YANG DIBERLAKUKAN SEMUA AGAMA JUGA HAMPIR SAMA, SEPERTI TIDAK BOLEH MENCURI, BERBOHONG DAN LAINNYA. BEGITU JUGA DARI SEGI AJARAN DAN PERINTAH AGAMA, SEMUA JUGA HAMPIR SAMA. SEPERTI HARUS MENYAYANGI SESAMA, SALING TOLONG MENOLONG DAN LAINNYA.
APALAGI INDONESIA ADALAH NEGARA DEMOKRASI DAN NEGARA BERAGAMA, YANG MENJAMIN KEBEBASAN WARGANYA UNTUK MEMELUK AGAMA YANG DIYAKININYA.
KALAU DITELISIK, SEBENARNYA AGAMA YANG KITA PELUK ADALAH AGAMA WARISAN ORANGTUA. PADAHAL KALAU SETIAP ORANGTUA MENERAPKAN SISTEM DEMOKRASI DI KELUARGANYA, ANAK-ANAK BISA DIBERI KEBEBASAN UNTUK MEMELUK AGAMA YANG DIYAKININYA, TAPI KARENA MASIH DIKORODOR OLEH AJARAN AGAMANYA YANG TIDAK BOLEH BERPINDAH AGAMA.
NATAL YANG BERKESAN ADALAH TIDAK HARUS MERAYAKANNYA DENGAN CARA YANG BIASA ORANG LAKUKAN ATAU ACARA YANG BIASA ORANG ADAKAN. SETIAP ORANG PUNYA CARA MASING-MASING DALAM MERAYAKAN HARI BESAR AGAMANYA. MUNGKIN AKAN LEBIH BERMAKNA KALAU MBAK FANNY MERAYAKANNYA DENGAN CARA YANG BERBEDA, MISAL DENGAN PUJI-PUJIAN TERHADAP TUHAN, MELANTUNKAN DOA DENGAN KHUSYUK UNTUK MEMUJI KEBESARAN TUHAN, BERTUKAR KADO NATAL DENGAN ADIK-ADIK DAN SAUDARA YANG MERAYAKANNYA, BERBAGI KE SESAMA, DENGAN MENGUNJUNGI PANTI ASUHAN ATAU PANTI JOMPO, SEKALIAN UNTUK BERAMAL DAN MASIH BANYAK LAGI. DENGAN BEGITU PERAYAAN NATAL AKAN JAUH LEBIH BERMAKNA, MEMBEKAS, DAN BERMANFAAT. WALAUPUN HARI NATAL BELUM TIBA, KUINGIN UCAPKAN SELAMAT NATAL DAN SEMANGAT....
@pelangi anak :yap, setidaknya ortu memang ikut andil ya. hehee..tapi memang tdk setiap ortu bisa nerima kalo anaknya berpindah agama. tapi semuanya sudah selesai kok. Sekarang, saya sudah boleh ke gereja, hanya saja gak bisa terlalu aktif di pelayanan.
Mba fan perlu tahu dirumah saya tuh agama Islamnya kuat banget tapi temen2 dari adik dan saya snd banyak yang dari agama lain bhkn banyak yang chines dan kalau lebaran merekalah tamu yang paling rame... knp? karena toleransi ortu yang sudah teranam kuat...
nah untuk kesuntian natal saya cuma bisa bilang begini :
"Mba Fan hatiya ndak sempitkan? dan harapan saya jangan disempitkan karena dari hati itulah dunia yang luas dan beraneka ragam ini bisa disematkan karena hanya kita yang tahu seluas apa hati kita"
jadi berbahagialah dengan natal yang lebih damai walaupun sunyi hatinya mba fan selalu lapang...
salam buat kelurganya mba fan ya
hati saya sempit gak ya? hmmm...ntar saya ukur dulu. pinjem sentimeter dong. hehehe.
bisa cumlaude??!
canggiihh!!!
aku aja SMA belum tamat. #halah
#malahcurhat
btw,, makasih awardnya mbak,, ntar aku pajang deehh...
buat yang dapet juga.. selamaat...
baguss...baguss...
kisah hidup yang menarik :)
banyak juga ya Awardnya :D
selamat!!!!! :D
Dhe waktu Lebaran jg gitu fann, sepi.. bedanya dhe sepi krn jauh dr kluarga dan hidup sendiri di semarang^^.
Fanny benar untuk tidak berkecil hati, bersyukurlah.. fanny masih bersama kluarga saat2 natal tersebt. [walau tak ada suasana natal di rumah, hendaknya fanny masi bisa jalan2 ama teman seagama pd natal nanti]
hm, apapun pilihan fanny, fanny tetap anak bagi orangtua kamu fan..
gak ada istilah bekas anak... :)
syukur kalo akhirnya papanya fanny bisa ngerti...
biasa, lagi musim ujian... jadi jarang OL :)
hm, rupanya gitu toh...
Ya, biarpun gak merayakan seperti orang-orang lain, tapi yang penting hikmahnya dapet kan Mbak :)
ohya, makasih buat awardnya ^_^
Itu semuanya boleh langsung dipamerin kan? :D