Jumat, 18 Desember 2009

NATAL SAYA SELALU SEPI

Sejak TK saya dimasukkan ke sekolah Kristen oleh orang tua saya. Saya diajarkan cara berdoa, bernyanyi lagu-lagu rohani dan tentu saja ajaran-ajaran dalam Bible. Menginjak bangku SD, saya semakin akrab dengan ajaran-ajaran kristiani. Terlebih lagi ketika kelas 5 SD, saya diajar oleh seorang guru agama yang sangat ramah, baik hati dan pintar mengajar. Namanya pak Yafet. Seorang guru agama yang selalu jadi favorit murid-muridnya. Beliau yang mengajar saya bermacam-macam doa. Doa sebelum makan, doa sebelum tidur, doa waktu sakit, dll.

Sejak saat itu pula, saya bertekad untuk pindah agama. Padahal, orang tua saya beragama Budha. Mungkin lebih tepat kalau saya sebut Kong Hu Chu karena mereka jarang ke kelenteng dan tidak pernah merayakan hari-hari penting umat Budha. Tetapi, papa melarang saya menjadi Kristiani. Bukan saya saja yang dilarang, tetapi 3 orang adik saya juga dilarang. Bahkan, papa tidak mengijinkan kami ke gereja. Kami pun hanya mendapatkan ajaran agama Kristen dari guru agama di sekolah.

Namun, hal itu tidak mematahkan tekad saya untuk menjadi Kristiani sepenuhnya. Setiap hari saya berdoa memohon Tuhan mengetuk hati papa saya. Saya juga rajin berdoa, menghafal lagu-lagu rohani dan membaca Bible. Demikian pula yang dilakukan oleh adik-adik saya.

Hingga suatu hari ketika saya menginjak bangku SMP, seorang guru agama wanita memberi tugas kepada para muridnya untuk mencatat khotbah yang disampaikan pak pendeta setiap hari Minggu. Karena itu tugas sekolah, papa pun mengijinkan saya dan adik-adik untuk ke gereja.

Thanks God! Sejak hari itu, saya dan adik-adik diberi kebebasan untuk ke gereja. Bahkan, setelah kami semua lulus SMP dan tidak diharuskan membuat tugas mencatat khotbah hari Minggu, kami tetap boleh beribadah di gereja. Tetapi….ada syaratnya : TIDAK BOLEH DIBAPTIS. Kalau nekad dibaptis, kami pasti tidak akan diakui sebagai anak lagi.

Tentu saja, kami semua sedih mendengar larangan papa. Tetapi, sebagai anak, kami harus mentaati larangan papa. Yang kami lakukan adalah tetap mendoakan beliau agar larangan itu dicabut. Namun, sampai saya kuliah papa tetap tidak mengijinkan kami dibaptis.

Alhasil, suatu hari saya berjanji pada Tuhan. Saya bilang, “Tuhan, kalau saya bisa lulus sarjana tahun ini, saya mau dibaptis.”

Kenapa saya kaul begitu? Karena waktu itu, saya nyaris tidak bisa lulus di tahun bersangkutan secara dosen pembimbing skripsi saya susaaah bener dicari. Padahal, ujian sidang terakhir semakin dekat. Kalau saya tidak bisa maju ujian sidang bulan itu, maka saya harus menunggu tahun depan. Alamaak! Itu kan berarti saya mesti bayar uang kuliah lagi. Rugi banget! Wong, tidak ada lagi mata kuliah yang perlu diambil kok. Tinggal skripsi doang.

Ternyata doa saya itu didengar Tuhan. Skripsi saya di ACC oleh dosen pembimbing dan bulan itu juga saya bisa ikut Ujian Sidang. Bahkan, saya lulus dengan nilai Cum Laude. Saya ingat banget, waktu itu ujian sidang diadakan tanggal 2 Oktober dan hari wisuda dilangsungkan pada tanggal 17 Oktober. Mepet banget kan?

So, awal bulan Desember saya pun dibaptis. Dua orang adik cewek juga ikut dibaptis. Tentu saja, tanpa sepengetahuan papa. Hanya mama yang tahu. Bertahun-tahun kemudian, setelah adik yang cowok dibaptis, papa baru tahu kalau 4 dari 5 anaknya sudah dibaptis. Memang, hanya ada satu adik cowok yang mengikuti agama orang tua saya.

Tetapi, ancaman papa untuk tidak mengakui kami sebagai anak, sudah tidak berlaku lagi karena bila ancaman itu dilakukan berarti papa harus mengusir 4 orang anaknya. Di situ saya melihat kuasa Tuhan bekerja. Jelas, papa nggak mungkin mengusir 4 orang anaknya yang sudah jadi Sarjana dan sudah bekerja semua.

That’s why, setiap kali natal tiba, saya tidak pernah merasakan suasana natal di rumah. Tidak ada baju baru, tidak ada kue natal, tidak ada acara natal berupa doa bersama ataupun makan malam bersama. Natal di rumah saya sama saja dengan hari libur lainnya. Tidak ada kunjungan ke rumah saudara yang merayakan natal. Walaupun beberapa saudara mama dan saudara papa adalah orang-orang Kristen.

Namun, saya tidak berkecil hati karena makna natal itu sendiri sesungguhnya bukan untuk hura-hura. Bayi Yesus saja lahir di kandang domba yang berarti melambangkan kehadiranNya di tempat yang sangat sederhana. So, natal saya boleh selalu sepi. Tetapi tidak dengan hati saya. Karena kasihNya selalu melingkupi saya.

Btw, saya baru saja dapat kado natal dari teman-teman blogger. Tentu saja, seperti biasa, kadonya berupa award yang sangat cantik. Kali ini saya dapat award.



dari Fanda dan dari YUNNA.

Khusus, award dari Yunna, saya bingkiskan kembali kepada :

ZAHRA LATHIFA, Ayas Tasli Wiguna, ZZ..minor exploring (anindyarahadi) , Coretan KARIN
Erikson, Ivan Kavalera (radio sastra), Munir Ardi, Ninneta , Ra kun, Yolizz

Bagi yang namanya disebut di atas, harap diambil awardnya ya.
NOte : semua award telah dipindahkan ke SINI dan KE SINI


47 komentar:

ivan kavalera mengatakan...

Horeee..dapet award cantik. Selamat menyambut hari natal ya mbak.

ivan kavalera mengatakan...

Terimakasih banyak ya, mbak. Oh ya saya baru tahu kalo sebelumnya mbak Fanny kong hu cu ya.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

@ivan : benar, Van. tapi itu krn ngikut ortu aja. karena wkt kecil kan gak ngerti soal agama.

anindyarahadi mengatakan...

langsung di jemput... langsung di bingkis.. makasih ya mbak fanny ;)

iya ya, bentar lagi Natal... wah... waktunya mengunjungi Budhe yang merayakan Natal nih aku..

anindyarahadi mengatakan...

akhirnya blog satunya pertama kali dapet award :D

suzhu BITES mengatakan...

baik jeung, kemaren sibuk kerja, online aja gag bisa soalnya diawasi. teh fanny, walo gag bisa ngerasaain natal kek keluarga lain, setidaknya bisa dirayaiin ma temen2 gereja. walo terlalu cepat Merry Christmas ya

ROSMANA APOLLA PUTERA mengatakan...

Selamat atas awardnyha mbak!

Rhien-chan mengatakan...

ribet ya Kak mengenai hal2 yg d larang ma ortu itu...
tpi koq bisa y kak fanny nyembunyiin kalo Kak fanny udh dibaptis? Bertahun2 lg, ckckck...

Selamat natal aja ya, smoga natal thn ini nggak sepi.
untuk kue, knp nggak bikin bareng2 ama sodara2 kakak aja?

Btw, makasih awardnya... :)

a-chen mengatakan...

duuuh, selamat tuk awardnya.....diriku baru tahu mbak, perjalanan rohaninya mbak fanny tuh luar biasa....salute mbak...

Anonim mengatakan...

salam kenal sob..... link dan follow Aku..... konfirmasi ya, makasih :D :thumbsup:

magnevicent.co.cc

pengen awardnya itu,,,,

-Gek- mengatakan...

*berkaca-kaca

Saya kok tersentuh sekali membaca postingan ini Mbak..

Ya, karena Tuhan selalu mencintai kita, walaupun sepi, Tuhan pasti selalu menghangati hati Mbak.. :)

Semangat Mbak.
Jesus loves you.

G mengatakan...

Terharu jadinya Fan.. JLU!

fanny mengatakan...

@rhien chan : ya, gak usah ngomong apa2 dong soal dah dibaptis. diam aja.

@gek : tks ya, non. GBU too.

@achen : apa kabar ?

dwina mengatakan...

sebuah perjuangan yang panjang. tapi akhirnya mendapat apa yang diinginkan. itu pelajaran yang saya ambil dari tulisan mbak fanny kali ini

Sri Riyati Sugiarto & Kristina Melani Budiman mengatakan...

Halo Fanny. Ceritamu bagus sekali. Kadang-kadang saya mikir Natal itu apa ya, apa sekedar lagu-lagu dan dekorasi di mall-mall dan diskonan akhir tahun saja? Kalo melihat ceritamu ini, kelihatannya Natalmu yang sepi justru lebih berarti. Selamat merayakan saat yang indah ini di hati, ya Fanny...

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

@sri riyati : terima kasih.memang itu arti natal sesungguhnya. bukan belanja belanji,pesta pora, hura2.

Cerita Tugu mengatakan...

perjalanan yang berliku,ini akan menjadi anak Tuahan yang tangguh

Etha mengatakan...

met natal ya mbak ... ^^

Bahauddin Amyasi mengatakan...

Wah, ceritanya menghentak banget mbak...Selamat ya. Setiap perjuangan pasti mendapatkan hasil yang memuaskan...

Aulawi Ahmad mengatakan...

yg penting hikmahnya terasa :) met liburan ya :)

Erikson mengatakan...

makasi fan ya... *hore dapat award.. :D

Wisata Riau | Pekanbaru Riau mengatakan...

main ke Pekanbaru aja mbk...
biar rame.... siip....

Yunna mengatakan...

award dariku dipajang bersama dengan tulisan yang cantik...

Fanda mengatakan...

Benar Fan. Natal yg sejati ada di hati kita, bukan pada dekorasi atau lagu2. Itu semua cuma memberi suasana beda aja. Berat banget ya perjuanganmu tuk jd Kristen. Kalo dipikir2 Tuhan itu memanggil kita semua dn cara yg beda2 ya.

Zahra Lathifa mengatakan...

auuuwh...jadi malu mbak, aku ga kasih award ke mbak (ehm, sebenarnya ga pede sich..hueheh) eh malah mbak berbaik hati kasih award ke aku..huhuuu, terharuu..makasih ya mbak cantikk..nanti aku posting :) have a nice weekend :) jgn kesepian dunk!

Kang Sugeng mengatakan...

Beruntung sekali buat yg udah di tag sama Mbak fanny, selamat ya buat yg udah dapat bagian award

tuteh mengatakan...

Semoga Tuhan senantiasa memberkti kk Fanny ya :) memilih Agama dan taat pada pilihan itu adalah hal yang lumayan berat apalagi intimidasi dari orangtua juga ada dalam pilihan itu...

Semangat terus, kk. Meski kk bilang Natal selalu sepi, tapi saya yakin dalam hati kk, para malaikat terus bernyanyi, menemani kk... :)

Salam, kk.

Joddie mengatakan...

So, natal saya boleh selalu sepi. Tetapi tidak dengan hati saya. Karena kasihNya selalu melingkupi saya --> Luv this.. !!!! tetep semangat yah.. sepi gak papa kook.. ^^

fanny mengatakan...

@tuteh, Joddie, fanda, Aulawai, Bahaudin : makasih ya...GBU all.

@kang sugeng : kapaan2 saya kasih kamu award juga deh.

pelangi anak mengatakan...

MENGHARUKAN. BAGAIMANAPUN JUGA TIDAK ADA YANG NAMANYA MANTAN ANAK, KALAU TIDAK DIAKUI SEBAGAI ANAK. HUBUNGAN DARAH ANTARA ANAK DAN ORANGTUA TIDAK AKAN PERNAH TERPUTUS BEGITU SAJA, LAYAKNYA HUBUNGAN SUAMI ISTRI YANG BERCERAI, HINGGA BISA MENJADI MANTAN ISTRI ATAU MANTAN SUAMI.
PADA AKHIRNYA HATI AYAHANDA MBAK FANNY BISA LULUH, MENERIMA PEMBABTISAN MBAK DAN ADIK-ADIK. SEBENARNYA KEINGINAN MBAK FANNY UNTUK PINDAH AGAMA MEMANG TIDAK BISA DISALAHKAN, BERHUBUNG AYAHANDA MBAK PUNYA ANDIL DENGAN MEMASUKKAN MBAK KE SEKOLAH KRISTEN, YANG SECARA TIDAK LANGSUNG MEMBUAT KEINGINAN MBAK UNTUK MEMELUK AGAMA KRISTEN, KARENA PENGARUH POTENSI LINGKUNGAN SEKOLAH DENGAN GURU AGAMA YANG SABAR DAN RAMAH SEPERTI YANG DICERITAKAN MBAK DI ATAS TADI.

MENURUT SAYA SEMUA AGAMA ITU BAIK. TOH YANG KITA SEMBAH SATU YAITU TUHAN YANG ESA, HANYA CARANYA SAJA YANG BERBEDA DAN MELALUI JALAN YANG BERBEDA PULA. BILA DITINJAU DARI SEGI LARANGAN YANG DIBERLAKUKAN SEMUA AGAMA JUGA HAMPIR SAMA, SEPERTI TIDAK BOLEH MENCURI, BERBOHONG DAN LAINNYA. BEGITU JUGA DARI SEGI AJARAN DAN PERINTAH AGAMA, SEMUA JUGA HAMPIR SAMA. SEPERTI HARUS MENYAYANGI SESAMA, SALING TOLONG MENOLONG DAN LAINNYA.
APALAGI INDONESIA ADALAH NEGARA DEMOKRASI DAN NEGARA BERAGAMA, YANG MENJAMIN KEBEBASAN WARGANYA UNTUK MEMELUK AGAMA YANG DIYAKININYA.

KALAU DITELISIK, SEBENARNYA AGAMA YANG KITA PELUK ADALAH AGAMA WARISAN ORANGTUA. PADAHAL KALAU SETIAP ORANGTUA MENERAPKAN SISTEM DEMOKRASI DI KELUARGANYA, ANAK-ANAK BISA DIBERI KEBEBASAN UNTUK MEMELUK AGAMA YANG DIYAKININYA, TAPI KARENA MASIH DIKORODOR OLEH AJARAN AGAMANYA YANG TIDAK BOLEH BERPINDAH AGAMA.

NATAL YANG BERKESAN ADALAH TIDAK HARUS MERAYAKANNYA DENGAN CARA YANG BIASA ORANG LAKUKAN ATAU ACARA YANG BIASA ORANG ADAKAN. SETIAP ORANG PUNYA CARA MASING-MASING DALAM MERAYAKAN HARI BESAR AGAMANYA. MUNGKIN AKAN LEBIH BERMAKNA KALAU MBAK FANNY MERAYAKANNYA DENGAN CARA YANG BERBEDA, MISAL DENGAN PUJI-PUJIAN TERHADAP TUHAN, MELANTUNKAN DOA DENGAN KHUSYUK UNTUK MEMUJI KEBESARAN TUHAN, BERTUKAR KADO NATAL DENGAN ADIK-ADIK DAN SAUDARA YANG MERAYAKANNYA, BERBAGI KE SESAMA, DENGAN MENGUNJUNGI PANTI ASUHAN ATAU PANTI JOMPO, SEKALIAN UNTUK BERAMAL DAN MASIH BANYAK LAGI. DENGAN BEGITU PERAYAAN NATAL AKAN JAUH LEBIH BERMAKNA, MEMBEKAS, DAN BERMANFAAT. WALAUPUN HARI NATAL BELUM TIBA, KUINGIN UCAPKAN SELAMAT NATAL DAN SEMANGAT....

Newsoul mengatakan...

Sepi tidak mengapa mbak Fanny, hakekat natal yang indah tetap ada di hati mbak Fanny. Bukankah Isa Al Masih juga lahir dalam suasana sederhana dan sepi. Perjuangan spiritual yang indah mbak, salut. Selamat ya atas award-awardnya.

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

@newsoul : tks, mbak

@pelangi anak :yap, setidaknya ortu memang ikut andil ya. hehee..tapi memang tdk setiap ortu bisa nerima kalo anaknya berpindah agama. tapi semuanya sudah selesai kok. Sekarang, saya sudah boleh ke gereja, hanya saja gak bisa terlalu aktif di pelayanan.

batjoe mengatakan...

Mba fan.. artikelnya enak, renyah dan gurih dech hihihihi

Mba fan perlu tahu dirumah saya tuh agama Islamnya kuat banget tapi temen2 dari adik dan saya snd banyak yang dari agama lain bhkn banyak yang chines dan kalau lebaran merekalah tamu yang paling rame... knp? karena toleransi ortu yang sudah teranam kuat...

nah untuk kesuntian natal saya cuma bisa bilang begini :
"Mba Fan hatiya ndak sempitkan? dan harapan saya jangan disempitkan karena dari hati itulah dunia yang luas dan beraneka ragam ini bisa disematkan karena hanya kita yang tahu seluas apa hati kita"
jadi berbahagialah dengan natal yang lebih damai walaupun sunyi hatinya mba fan selalu lapang...
salam buat kelurganya mba fan ya

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

@batjoe : wah, senang sekali punya ortu yg spt itu. btw,emang biskuit kali kok, renyah dan gurih? terima kasih ya, Batjoe.

hati saya sempit gak ya? hmmm...ntar saya ukur dulu. pinjem sentimeter dong. hehehe.

Andie mengatakan...

wah keren banget mbaakk....
bisa cumlaude??!
canggiihh!!!

aku aja SMA belum tamat. #halah
#malahcurhat

Andie mengatakan...

wah tigapuluh kelimaaakkss!!!! :P

Yolizz mengatakan...

aku baru tau lho ternyata mbak ini awalnya Kong Hu Cu,, aku kirain dari lahir emg kristen,, tapi salut deh ama keteguhan hati mbak :)


btw,, makasih awardnya mbak,, ntar aku pajang deehh...

BrenciA KerenS mengatakan...

akhir tahun.. musim award.. selamaat yaa mbak..

buat yang dapet juga.. selamaat...

baguss...baguss...

andriristiawan - Ngotot Belajar Bisnis Online mengatakan...

wah ceritanya sebegitu ruwetnya ya mbak -_-a
kisah hidup yang menarik :)
banyak juga ya Awardnya :D
selamat!!!!! :D

RanggaGoBloG mengatakan...

ehm... semoga pesan natal tetap tertanam di hati mbak fanny..

Dhe mengatakan...

Meski sepi, yang penting tetap bersyukur, masi berada di tengah2 kluarga.

Dhe waktu Lebaran jg gitu fann, sepi.. bedanya dhe sepi krn jauh dr kluarga dan hidup sendiri di semarang^^.

Fanny benar untuk tidak berkecil hati, bersyukurlah.. fanny masih bersama kluarga saat2 natal tersebt. [walau tak ada suasana natal di rumah, hendaknya fanny masi bisa jalan2 ama teman seagama pd natal nanti]

anna fardiana mengatakan...

baru ngerti fan..
hm, apapun pilihan fanny, fanny tetap anak bagi orangtua kamu fan..

gak ada istilah bekas anak... :)
syukur kalo akhirnya papanya fanny bisa ngerti...

munir ardi mengatakan...

asyik dapat award lagi

Ra-Kun mengatakan...

maaf baru mampir mbak.
biasa, lagi musim ujian... jadi jarang OL :)

hm, rupanya gitu toh...
Ya, biarpun gak merayakan seperti orang-orang lain, tapi yang penting hikmahnya dapet kan Mbak :)

ohya, makasih buat awardnya ^_^
Itu semuanya boleh langsung dipamerin kan? :D

fanny mengatakan...

@ra kun : boleh dong.

reni judhanto mengatakan...

Disini panen award terus rupanya... selamat ya mbak.. ?

Ayas Tasli Wiguna mengatakan...

maaf mbak baru dateng.. yup, tidak ada paksaan dalam agama :) selamat natal ya mbak.. dan terima kasih tuk awodnya :D