Banyak orang yang menyambut Tahun Baru dengan mempersiapkan kembang api, petasan, pesta-pesta di hotel-hotel mewah, di pantai, di vila-vila, diskotik, dll. Tetapi, sedikit yang mempersiapkan hati dengan merenungi apa saja yang sudah ia lakukan di tahun yang lama, apa yang akan ia perbaiki di dalam hidupnya di tahun yang baru, apa saja yang harus ia lakukan untuk memiliki karakter yang lebih baik. Banyak orang yang hanya memikirkan hal-hal yang bersifat duniawi dengan berhura-hura di malam tahun baru. Kembang api dinyalakan, terompet ditiup sekencang mungkin, petasan diledakkan sebanyaknya lalu mereka tertawa, saling memeluk dan mengucapkan : Selamat Tahun Baru. Setelah itu, mereka kembali kepada kehidupan sehari-hari. Yang miskin ya tetap miskin. Yang kaya tetap saja kaya. Terompet yang ditiup kencang tidak pernah bisa mengubah keadaan. Kembang api yang dinyalakan tidak bisa memperbaiki kehidupan. Petasan yang diledakkan tidak mampu mengubah karakter/kelakuan buruk ...