Postingan

MENTAL ORANG KAYA

Saya termasuk orang yang lumayan boros (ngaku dot com). Setiap mendapatkan uang, rasanya nggak tahan untuk tidak membelanjakannya (biasanya sih beli novel).   Apa yang saya rasakan ternyata juga dirasakan oleh seorang teman yang hobi ke mal dan selalu belanja setiap kali ke mal. Padahal, konon orang yang bermental miliarder berpikir berbeda mengenai kegunaan uang. Dalam pola pikir mereka, uang adalah alat untuk berinvestasi dan menghasilkan lebih banyak uang lagi. Sedangkan untuk orang bermental miskin, uang adalah cara untuk menikmati hidup yang lebih mewah. Wow! Saya jadi berpikir, apakah saya termasuk orang yang bermental miskin?   Lalu, saya teringat waktu masih duduk di bangku SMA, saya punya seorang teman yang berasal dari keluarga cukup berada alias tajir.     Dari sisi ekonomi dan pengelolaan keuangan, kami berdua sangat berbeda. Dia sangat mudah memakai uangnya untuk membeli hal-hal yang sebenarnya tidak dia butuhkan, sementara saya harus den...

BIKIN NENEK SENANG

Gambar
Seorang ibu guru sedang mengajar anak-anak balita. Dia bertanya kepada murid-muridnya. “Ayo, anak-anak! Siapa yang kemarin   sudah bisa   membuat orang lain senang?” Tita, seorang anak kecil yang sangat nakal mengangkat tangan. “Saya, bu gulu!" “Iya, Tita….coba ceritakan kamu sudah bikin senang siapa kemarin ?” “Bikin senang nenek, bu gulu.” “Wah, bagus sekali. Apa yang kamu lakukan untuk nenekmu, Tita?” “Tita main ke lumah nenek selama …4 jam. Telus, Tita kan mau pulang. Telus, Tita kan pamit sama nenek. “ “Iya, terus?” Tanya bu guru sabar. “Iya, telus..nenek bilang gini : “Bagus sekali, Tita. Nenek senang kamu mau pulang. Nenek udah gak tahan liat kamal ini belantakan sama kamu.” Sambil ngomong begitu, Tita nyengir memperlihatkan giginya yang ompong.

KISAH SI PAGO

Pago adalah seekor kura-kura yang sangat ingin sekali berenang di lautan luas dan bertualang di dunia bawah laut seperti yang dilakukan oleh sahabatnya, Galop, yang merupakan seekor penyu. Berkali-kali Galop memperingatkan Pago agar tidak coba-coba berenang di lautan yang luas dan megah itu, namun Pago tidak mau tahu dan terus menjalankan latihan berenang selama sebulan di sebuah kolam. Dalam hatinya ia terus berkata, “Aku harus dapat menjadi seperti Galop, berenang bebas di lautan yang katanya sangat indah tersebut!” Galop sesungguhnya cemas sekali karena ia belum pernah melihat seekor kura-kura berenang di lautan, namun ia tidak berdaya lagi untuk melarang Pago. Hingga suatu hari,   Pago ingin mencoba hasil latihan berenangnya selama ini di sebuah kolam. Ia pun pergi ke pinggir pantai dan menceburkan dirinya dengan semangat ke dalam arus gelombang air. Hasilnya menyenangkan sekali! Ia bisa berenang sekitar 15 meter jauhnya dari pinggir pantai. Namun sesuatu yang aneh ...

NGADEP MANA?

Opa : “Cu, coba puter antenanya ke kiri.” Cucu : “Udah nih, opa. Udah diputer ke kiri.” Opa : “Lho, kok film Pocong? Cob puter ke kanan.” Cucu : “Iya, opa. Nah, udah diputer ke kanan.” Opa : “Hah? Kok, malah film Vampire? Coba cu, ngadepin antenanya ke arah belakang.” Cucu : “Oke, opa. “ Opa : “Waduh, sekarang film Kuntilanak. Piye iki?” Cucu : “Oh…pantesan filmnya horor semua. Antenanya ngadep kuburan sih.” Opa : “Kalo gitu, antenanya diputer ngadep gereja aja. Opa mau nonton khotbah.”

JUALAN NON PROFIT

Masih aja ada teman blogger yang nanya, kenapa Fanny jadi jualan buku online sih? Well, untuk menjawab pertanyaan itu, lebih baik saya ceritakan asal usulnya saja (halaaah kayak mau ceritain Riwayat Hidup aje. He he he...). Jadi gini nih, teman-teman :  Saya suka (banget) membaca novel. Saking sukanya, duit jajan (kayak masih dikasih uang jajan aja.hehehe) selalu habis untuk belanja buku. Lalu, lambat laun novel yang saya beli kian bertumpuk. Daripada bingung, akhirnya saya jualin saja novel-novel yang baru sekali dibaca (kadang dua kali karena adik saya suka ikutan baca) dan masih rapi. Tentu saja dengan harga miring tapi nggak miring-miring banget.  Lalu, saya kan juga nerbitin secara self publishing buku kumcer karya sendiri. Nah, daripada sulit mendistribusikannya di toko buku (ribet dan lebih menguntungkan si distributor), so saya jualin aja secara online. Jadi, nulis nulis sendiri, jualin juga sendiri. Hiks... Tentu saja, saya nggak berharap banyak dapat...

IRI HATI YANG MEMBINASAKAN

Gambar
Pernah baca novel Narnia?   Bila pernah, coba perhatikan   karya terakhir serial novel Narnia-nya yang berjudul The Last Battle. Di novel ini, CS. Lewis menciptakan sebuah kisah tentang akhir dari dunia ajaib Narnia yang diawali dari sebuah sifat jahat seekor monyet yang memiliki perasaan iri di dalam hatinya. Monyet yang bernama Shift ini iri dengan Aslan, sang Singa yang menciptakan dunia ajaib Narnia tersebut. Shift ingin memiliki kuasa seperti Aslan, namun ia tidak bisa. Akhirnya ia memiliki sebuah ide untuk mendandani seekor keledai bodoh dengan sebuah kulit singa liar yang ditemukannya. Ia pun mengatakan bahwa keledai tersebut adalah Aslan sendiri, dan mengatakan bahwa dirinya adalah juru bicara Aslan. Dengan cara ini, ia memerintahkan hal-hal kejam untuk dilakukan di negeri Narnia, dan membuat setiap makhluk menjadi budaknya yang harus melayaninya setiap saat atas nama Aslan. Akhir kisahnya, berkat bantuan dari anak-anak manusia pilihan Aslan sendiri, tindakan jahat...

TIGA KOLAM RENANG

Gambar
Asep : “Lihat, Kir. Gue punya 3 kolam renang di rumah nih.” Bokir : “Wuih, keren. Tapi, apa nggak kebanyakan? Satu aja kale, Sep. “ Asep : “Gak kok. Gak banyak. Kan masing-masing kolam ada fungsinya.” Bokir : “O ya? Coba elu sebutin fungsi masing-masing kolam renang elu.” Asep : “Kolam pertama isinya air hangat cocok buat yang nggak suka berendam di air  dingin. Kolam kedua, isinya air dingin, cocok buat yang suka kepanasan.” Bokir : “Kolam ketiga untuk apa? Kok, nggak ada airnya?” Asep : “Buat teman-teman gue yang gak bisa berenang.”