MENTAL ORANG KAYA
Saya
termasuk orang yang lumayan boros (ngaku dot com). Setiap mendapatkan uang,
rasanya nggak tahan untuk tidak membelanjakannya (biasanya sih beli
novel). Apa yang saya rasakan ternyata
juga dirasakan oleh seorang teman yang hobi ke mal dan selalu belanja setiap
kali ke mal. Padahal, konon orang yang bermental miliarder berpikir berbeda mengenai
kegunaan uang. Dalam pola pikir mereka, uang adalah alat untuk berinvestasi dan
menghasilkan lebih banyak uang lagi. Sedangkan untuk orang bermental miskin,
uang adalah cara untuk menikmati hidup yang lebih mewah.
Wow!
Saya jadi berpikir, apakah saya termasuk orang yang bermental miskin? Lalu, saya teringat waktu masih duduk di
bangku SMA, saya punya seorang teman yang berasal dari keluarga cukup berada
alias tajir. Dari sisi ekonomi dan
pengelolaan keuangan, kami berdua sangat berbeda. Dia sangat mudah memakai
uangnya untuk membeli hal-hal yang sebenarnya tidak dia butuhkan, sementara
saya harus dengan penuh hikmat menggunakan uang bulanan saya yang terbilang minim. Lebih seringnya saya malah
tidak diberi uang saku sama ortu karena kondisi ekonomi kami. Jadi, saya
benar-benar harus berhemat.
Ketika
kami lulus SMA, saya jarang bertemu dengan teman saya itu. Hingga suatu hari
saya bertemu lagi dengan dia. Saat itu saya sudah bekerja dan tidak pernah lagi
meminta uang kepada ortu. Bahkan, saya sering memberikan uang kepada mama saya
untuk belanja kebutuhan dapur. Namun apa yang terjadi dengan teman saya? Usaha ayahnya mengalami kemunduran dan dia tak
bisa lagi berharap pada uang jajan pemberian ayahnya. Selain itu dia juga sudah bekerja dan
penghasilannya pun lumayan besar. Hanya saja, setiap kali dia diberi berkat, dengan
cepat dia menghabiskan uang itu untuk membeli baju, sepatu, tas atau makanan
yang relatif mahal, yang sebenarnya tidak bisa lagi dia konsumsi dalam situasi
keuangannya yang tidak sehebat dulu saat ortunya masih berjaya. Tak heran jika sering
berutang kiri kanan untuk membayar tagihan kartu kreditnya.
Apa
yang dialami teman saya itu, membuat saya teringat pada ucapan seorang
motivator :
Orang bermental kaya menggunakan sebagian kecil uangnya untuk
menikmati kemewahan, dan menginvestasikan sebagian besar uang itu untuk
menciptakan hidup yang lebih mapan. Manajemen keuangan merupakan prioritas bagi
mereka. Karena itu, ataurlah segala sumber daya yang kita miliki di masa-masa
kita masih bisa produktif, agar kelak hidup kita menjadi lunak atau nyaman saat
kita sudah tidak kuat lagi mencari uang.
Hmm….saya
berharap bisa memiliki mental orang kaya seperti itu. Bagaimana dengan
teman-teman?
Komentar
Semoga saya bisa mendalami,menghayati dan menerapkan kata bijak dari mental orang kaya :)
salam,
met hari minggu. Good Bless you and your family.