Marriage of Convenience
Penulis : Shanti
Penerbit : Elex Media
Ngeliat covernya....ih jelek amat. Kayak gambar jadul gitu. Judulnya juga ga romantis. Tapi ..ini kan salah satu novel genre Le Mariage nya Elex Media. Biasanya novel-novel genre ini bagus-bagus. Jadi, saya beli deh.
Pas dibaca...aduuh duh..dari awal sampai akhir saya dibuat terkesima. Gaya bahasanya lincah, alurnya menarik. Romantis abissss....dan bikin penasaran terus..
Kisahnya sederhana sih. Tentang Dita yang sedang hamil muda lantaran diperkosa pacarnya, Aditya (brengsek!! ups...jadi pengen ngutuk si Aditya nih...) dan berjumpa lagi dengan sobat masa SMA nya, Krishna, kakak dari Arimbi. Arimbi ini sahabatnya Dita juga.
Krishna yang pernah (dan masih) diam-diam mencintai Dita sudah lama tidak pulang ke Indonesia karena pernah diusir oleh sang ayah. Gara-garanya, Krishna emoh meneruskan usaha papanya. Jadilah Krishna ke London dan bekerja sebagai fotografer. Kepulangannya kali ini pun karena Arimbi mau married sama Barga.
Tapi siapa sangka, kalau Krishna akhirnya ketemu Dita. CLBK deh. Cinta lama bersemi kembali. Apalagi ketika Dita terpaksa cerita kalo dirinya sedang hamil muda dan itu akibat diperkosa sang kekasih. Krishna yang didiagnosis tidak bisa punya anak karena kena Azoospermia (kondisi dimana sel sperma tidak ada di air mani seorang pria sehingga pria itu menjadi mandul) mengajak Dita menikah dengan alasan simbiosis mutulisme. Dita butuh suami agar anaknya tidak lahir sebagai anak haram. Krishna butuh anak karena dia di vonis dokter nggak bisa punya anak. Mereka pun menikah dah bahagia karena Dita yang semula nggak cinta akhirnya jadi mencintai Krishna.
Tapi kebahagiaan itu nggak berlangsung lama. Aditya mendadak muncul dan mencari Dita. Cowok jahat itu bahkan menculik Dita dan membawanya ke apartemennya. Memaksa Dita untuk ikut ke Singapura bersamanya. Tidak peduli Dita sudah menikah. Karena Aditya tahu kalo bayi yang dikandung Dita itu adalah anaknya. Di bagian penculikan Dita ini , cerita yang semula romantis banget jadi seru ala detektif. Walau adegan Krishna mendobrak pintu apartemen Aditya dan menghajar cowok itu kurang sangar...tapi okelah.....namanya juga novel romantis. Bukan novel thriller.
Alhasil, Dita berhasil diselamatkan tapi....ini dia kepiawaian si penulis. Setelah pembaca dibuat happy lagi, eh...tau-tau...ada mellow nya lagi. Dita harus kehilangan bayinya karena efek obat bius yang dihirupnya. Ugh, jadi pengen ngebunuh si Aditya. Ya....gara-gara tuh cowok membius Dita dua kali jadi bayinya meninggal deh. Dita sedih bukan main. Krishna juga.
Lantaran kehilangan bayi mereka, hubungan Dita dan Krishna pun merenggang. Dita yang sedang dilanda kesedihan menjadi salah paham. Dia merasa Krishna tidak bahagia menikah dengannya karena sang bayi meninggal. Padahal Krishna menikahinya kan karena pengen punya anak juga. Dita nggak tahu kalo Krishna menikahinya karena cinta mati pada dirinya. Saking merasa dirinya nggak bisa membahagiakan Krishna, Dita minta cerai.
Apakah Dita dan Krishna beneran bercerai? Kalau mau tahu, beli aja deh novelnya. Yang pasti kagak nyesel deh. Adegan lucu dan romantisnya berasa banget. Emosinya dapat.....Sepuluh jempol deh buat penulisnya.
Tokoh yang disukai :
Krishna lah..sudah jelas. Coba ya, ada fotocopy cowok macam dia. He he he....sudahlah baik hati, romantis, setia pula...Bayangin, dia sampai mau nemenin Dita di ruang operasi waktu bayi Dita harus diambil karena sudah meninggal dunia dalam rahim.
Tokoh yang dibenci :
Aditya...Udah memperkosa eh menculik pula. Kejaaaam...Gara-gara dia juga si bayi meninggal dunia. Pake obat bius segala sih buat membungkam Dita yang menjerit minta tolong.
Satu point lagi nih buat novel ini : Baca novel ini jadi dapat ilmu baru soal penyakit gondongan yang pernah menyerang Krishna waktu dia tugas di Kenya. Penyakit itulah yang bikin testis Krishna membengkak dan akibatnya jadi mandul. Ooh...'manggut-manggut'.....
Eits...ngapain yang baca ikutan manggut? Sok atuh, cepetan cari novel ini ke toko buku deh. "udah cocok jadi sales diriku ini?"

Komentar