Review Novel Meniti Hati
Penerbit : GPU
Penulis : Ida Ernawati
Baca judulnya nggak tertarik
akh. Judul kayak gini biasa aja. Tapi karena novel ini merupakan salah satu
novel yang masuk final dalam lomba penulisan novel Amore yang diadakan oleh
Gramedia, saya jadi iseng beli. Pengen tahu juga apakah isinya bagus? Kok, bisa
masuk final?
Eh….eh..pas dibaca …wah,
bagus. Meski ceritanya rada klise tapi…renungan hidup yang maknanya dalam
tercantum di novel ini. Kisah dalam
novel ini adalah tentang Alanna yang berkulit hitam tapi manis yang berjumpa kembali
dengan Wisnu, mantan pacarnya yang memutuskan hubungan dengan alasan : ingin
berkarir alias cari uang yang banyak buat membantu ibunya. Secara Wisnu ini
dari keluarga yang perekonomiannya pas-pasan.
Meski sedih dan patah hati,
Alanna bisa terpaksa menerima keputusan Wisnu. Tapi siapa sangka, takdir mempertemukan mereka kembali. Wisnu
diterima bekerja sebagai manajer Farmasi di perusahaan tempat Alanna bekerja sebagai
staf HRD.
Alanna terpesona. Dia merasa
cinta lama bersemi kembali. Apalagi setelah tahu Wisnu berpacaran dengan
Myriam, teman SMP Alanna yang pernah membully Alanna.
Merasa ingin membalas
dendam, Alanna pun melancarkan pdkt terhadap Wisnu. Gayung bersambut. Wisnu
ternyata masih mencintai Alanna. Bahkan, berjanji akan memutuskan Myriam karena
sesungguhnya Wisnu juga terpaksa berpacaran dengan Myriam dengan alasan hutang
budi kepada ortu Myriam yang sudah banyak membantu Wisnu. Wisnu memang pernah
bekerja di perusahaan milik papanya Myriam.
Cinta lama yang kembali
disambut baik oleh Wisnu membuat Alanna memutuskan hubungannya dengan Kevin. Akh, Kevin yang baik dan sabar menerima semua
keputusan Alanna. Tapi sepertinya
keputusan Alanna untuk kembali kepada Wisnu tidak disukai oleh Myriam. Gadis cantik
berkarakter buruk itu mengaku bahwa dirinya kena kanker sehingga dia memohon
pada Alanna untuk meninggalkan Wisnu karena dirinya tak bisa hidup tanpa Wisnu.
Alanna gamang. Dia memang benci pada
Myriam tapi sisi baik hatinya membuatnya rela melepaskan Wisnu. Bahkan, dia
meminta Kevin untuk pura-pura menjadi tunangannya agar Wisnu diputuskan oleh
Alanna.
Lagi-lagi Kevin yang baik
hati dan sangat mencintai Alanna, membantu gadis itu. Tapi anehnya, untuk
meyakinkan sandiwara mereka, Kevin meminta Alanna memakai cincin pertunangan. Alanna
menurutinya walaupun sempat heran dan curiga dari mana Kevin mendapatkan cincin
itu. Masa iya, dia pinjam dari sepupunya yang mau tunangan. Apa ada orang yang
rela meminjamkan cincin pertunangannya ?
Aksi pura-pura tunangan ini
malah menimbulkan pertengkaran antara Wisnu dan Myriam karena akhirnya Wisnu
mencium trik licik Myriam. Apalagi setelah dia tahu kalau Myriam dan Alanna
sebenarnya musuh bebuyutan sewaktu mereka masih SMP. Ternyata, Myriam memang
mengerjai Alanna. Dia pura-pura sakit kanker payudara agar Alanna mau
melepaskan Wisnu. Lagi-lagi, Alanna dikerjai Myriam. Tapi tentu saja kali ini
Alanna berani membela dirinya.
Lalu, apakah Alanna tetap
memilih Wisnu ? Atau, kembali kepada Kevin? Baca saja ya novelnya…biar tahu
jawabannya.
Btw, tokoh yang saya suka
dari novel ini :
Tentu saja, si Kevin itu.
Gayanya dia saat bercanda, menjaili Alanna, kebaikan hatinya, ketulusannya dan
sikap tenangnya menghadapi Alanna yang seenaknya meminta dia pura-pura jadi
tunangan. Coba, mana ada cowok sebaik itu? Sudah diputusin eh masih dimintai
bantuan jadi tunangan pura-pura. Terlaluuuuu……!!!
Untunglah si Alanna akhirnya
milih dia. Kalo masih milih Wisnu…..duh, kujiwir deh kupingnya. Hiks.
Eh, masih ada satu lagi nih
yang saya suka dari Kevin yaitu kalo dia udah manggil Alanna, dengan panggilan
sayang : Karamel…Sweet banget ga sih. Bikin iri deh…
Adegan yang bikin saya sebal
:
Waktu Wisnu keluar kota dan gak
mencoba kontak Alanna. Alasannya : hp hilang. Astaga! Kalo dia masih cinta sama
Alanna mestinya kan berusaha telpon dong. Dari situ kan jelas ya dia gak cinta
beneran sama Alanna.
Kekurangan novel ini :
Yaa.....di awal-awal bacanya sih kayaknya ceritanya bakal biasa aja nih. Eh, makin ke belakang makin seru juga ya.

Komentar