A Wedding After Story, novel romantis nan lucu
Akhir-akhir ini penerbit Elex Media dan Grasindo sering banget menerbitkan novel bertema wedding. Diantara sekian banyak novel bertema pernikahan tersebut, ada satu novel yang lumayan menghibur. Ada sisi romantisnya dan ada sisi lucunya. Saking lucunya, saya sampai mesem-mesem sendiri ketika membacanya. Mau tahu novel apa tuh? Yuk, simak resensinya di sini.

Penulis : Maeta Sari
Penerbit : Elex Media
A wedding after story. Dari judulnya aja, sudah bisa ditebak kira-kira isinya tentang apa. Ya, apalagi kalo bukan semua pernak pernik yang terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Jadi, setelah married itu apa aja kira-kira yang bakal dihadapi suami isteri. Seperti yang dialami oleh Aga dan Aira yang terpaksa menikah karena perjodohan.
Diawali dengan Aga yang kabur karena gak suka dijodohin. Lalu, Aira yang tahu calon suaminya kabur, ikutan kabur juga tapi keduanya berhasil ditemukan dan akhirnya dinikahkan. Adegan pertemuan mereka saat kabur aja udah bikin mesem. Ditambah lagi setelah mereka menikah. Kelakuan Aga yang 'menderita' karena nggak bisa berhubungan intim dengan Aira, asli bikin ngakak. Apalagi ada istilah nananina yang artinya berhubungan intim. Entah dari mana tuh si penulis dapat istilah itu. Atau saya yang nggak ngeh kalo istilah nananina itu adalah bahasa baru yang lagi ngetrend. He he he...Tapi beneran deh....saat si Aga yang berotak mesum itu ngomong dalam hati soal nggak bisa nananina dengan Aira karena Aira menolak, itu beneran lucu.
Belum lagi, saat Aga teriak-teriak di kantor polisi ketika dia mendapat kabar ada cowo iseng megang-megang bokong Aira. Saya ngebayanginnya, Aga lari-lari sambil teriak-teriak heboh. Ha ha ha...kalo dibuat film, pasti seru nih. Tapi kok saya membayangkan si Aga ini cowo tampan yang kebanci-cian ya. Ya iyalah, soalnya kalo membaca jeritan hati Aga itu kok rada mirip jeritan hati bencong. Hihihihi...
Mana si Aira ini kan digambarkan sebagai wanita super galak, tomboi, punya ilmu bela diri tapi...suka anak kecil. Kalo saya sutradara, yang terpikir di benak saya adalah Nirina Zubir yang cocok menjadi tokoh Aira. Galak, tomboi tapi manis. He he he...sok tahu ya saya?
Disamping lucu, novel ini ada sisi romantisnya lho. Ya so pasti, kalo novel wedding nggak ada romantisnya mana asik. Dan, tentu aja ada petatah petitihnya tentang perkawinan itu adalah menyatukan dua manusia yang berbeda untuk saling beradaptasi, saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.
O ya, meskipun banyak plusnya, novel ini ada minusnya nih. Minusnya : Pada adegan kabur. Mestinya lebih dibuat panjang sedikit. Seharusnya, Aga dan Aira nggak semudah itu ditemukan. Biar lebih tegang gitu lho. He he he..emangnya novel kriminologi....banyak maunya nih...
Oke, segitu aja resensi singkat saya. Yang pasti novel ini pas banget buat kamu-kamu yang suka novel romantis tapi lucu. Romantis yang nggak mendayu-dayu lebay.

Penulis : Maeta Sari
Penerbit : Elex Media
A wedding after story. Dari judulnya aja, sudah bisa ditebak kira-kira isinya tentang apa. Ya, apalagi kalo bukan semua pernak pernik yang terjadi dalam kehidupan berumah tangga. Jadi, setelah married itu apa aja kira-kira yang bakal dihadapi suami isteri. Seperti yang dialami oleh Aga dan Aira yang terpaksa menikah karena perjodohan.
Diawali dengan Aga yang kabur karena gak suka dijodohin. Lalu, Aira yang tahu calon suaminya kabur, ikutan kabur juga tapi keduanya berhasil ditemukan dan akhirnya dinikahkan. Adegan pertemuan mereka saat kabur aja udah bikin mesem. Ditambah lagi setelah mereka menikah. Kelakuan Aga yang 'menderita' karena nggak bisa berhubungan intim dengan Aira, asli bikin ngakak. Apalagi ada istilah nananina yang artinya berhubungan intim. Entah dari mana tuh si penulis dapat istilah itu. Atau saya yang nggak ngeh kalo istilah nananina itu adalah bahasa baru yang lagi ngetrend. He he he...Tapi beneran deh....saat si Aga yang berotak mesum itu ngomong dalam hati soal nggak bisa nananina dengan Aira karena Aira menolak, itu beneran lucu.
Belum lagi, saat Aga teriak-teriak di kantor polisi ketika dia mendapat kabar ada cowo iseng megang-megang bokong Aira. Saya ngebayanginnya, Aga lari-lari sambil teriak-teriak heboh. Ha ha ha...kalo dibuat film, pasti seru nih. Tapi kok saya membayangkan si Aga ini cowo tampan yang kebanci-cian ya. Ya iyalah, soalnya kalo membaca jeritan hati Aga itu kok rada mirip jeritan hati bencong. Hihihihi...
Mana si Aira ini kan digambarkan sebagai wanita super galak, tomboi, punya ilmu bela diri tapi...suka anak kecil. Kalo saya sutradara, yang terpikir di benak saya adalah Nirina Zubir yang cocok menjadi tokoh Aira. Galak, tomboi tapi manis. He he he...sok tahu ya saya?
Disamping lucu, novel ini ada sisi romantisnya lho. Ya so pasti, kalo novel wedding nggak ada romantisnya mana asik. Dan, tentu aja ada petatah petitihnya tentang perkawinan itu adalah menyatukan dua manusia yang berbeda untuk saling beradaptasi, saling menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing.
O ya, meskipun banyak plusnya, novel ini ada minusnya nih. Minusnya : Pada adegan kabur. Mestinya lebih dibuat panjang sedikit. Seharusnya, Aga dan Aira nggak semudah itu ditemukan. Biar lebih tegang gitu lho. He he he..emangnya novel kriminologi....banyak maunya nih...
Oke, segitu aja resensi singkat saya. Yang pasti novel ini pas banget buat kamu-kamu yang suka novel romantis tapi lucu. Romantis yang nggak mendayu-dayu lebay.
Komentar