NAMPAN BAU APAK
Kira-kira sebulan lalu saya berniat membeli roti di sebuah toko roti yang terkenal dan cabangnya ada dimana-mana. Kayaknya hampir di tiap mal ada cabang toko roti ini. Tanpa menyebut namanya, juga pasti udah pada tahu ya. Lagian, nggak etis kalo disebut namanya. Jadi, kita sebut saja namanya Toko Roti X. Sudah tiga tahun ini saya dan keluarga menjadi pelanggan tetap toko roti X. Bahkan, papa dan pangeran sangat suka roti-roti buatan mereka. Setiap kali ke mal, selalu mampir beli beberapa buah roti.
Tapi, bulan lalu saya sempat kecewa dengan salah satu cabang toko roti ini yang terletak di Central Park Mal. Gimana nggak kecewa? Baru saja, saya ambil nampan kosong beserta capitannya buat ngambil roti, sudah tercium bau apak yang astaga naga..bikin lubang hidung menciut.
"Ih, kok bau ya? " Tanya saya kepada adik saya yang ngintil di belakang.
"Iya, kok bau ya? Bau apa ini?" Adik saya mendengus-dengus.
"Nampannya kali." Saya angkat nampan kosong dan menciumnya. Gubraaak! Rasanya mau pingsan. Bau banget. Kayak bau apak. Bau lap basah yang belum dicuci.
"Wah iya nih. Nampannya bau.." Adik saya ikut mencium nampan kosong di tangan kiri saya.
"Coba ambil nampan lainnya. " Saya ambil sebuah nampan lain yang letaknya di barisan nampan yang berbeda. Saat itu memang ada dua barisan nampan kosong.
Lalu, saya cium nampan kosong itu. Yaaak!! Baunya masih sama walau nggak setajam bau nampan yang pertama tapi aromanya masih idem.
Penasaran, saya ambil nampan lainnya secara acak. Sampai empat nampan semuanya sama. Bau apak yang aje gile bikin pusing kepala dan perut mual. Niat membeli roti pun batal tal tal....Saya pulang dengan kecewa. Rencana mau bawa oleh-oleh buat papa dan mama buyar sudah. Nggak sangka sama sekali kenapa Toko roti seterkenal itu tidak menjaga kebersihan nampannya. Dugaan saya sih : Nampan itu dilap dengan kain lap yang belum dicuci. Entah karena pegawainya sibuk semua atau karena malas. Yang jelas, selama menjadi pelanggan roti di Toko roti itu, baru kali ini saya menemukan nampan yang bau apak.
Tapi kejadian itu tidak membuat saya kapok membeli roti di sana. Karena di cabang lainnya nggak pernah ngalamin kayak gitu. Anehnya lagi, pegawai yang bertugas saat itu cuek aja. Padahal mestinya mereka heran ya lihat saya bolak-balik ambil nampan lalu menciumnya berkali-kali. Yasuds, saya pun malas menanyakan ke mereka tentang nampan yang bau. Setelah sampai di rumah baru nyesel, kenapa tadi nggak nanyain ke mereka ya. Hi hi hi...
Komentar
makasih mbak sudah baca X, hehehe