Buku Favorit bulan ini
Buku apa saja yang sudah saya lahap di bulan Mei? Buanyaaak! Tapi hanya beberapa buku yang menurut saya menarik dan meninggalkan kesan yang daleeem bangeeet. Yuk, intip buku apa aja sih yang bikin daku terpesona.
Uglies dan Prettiest




Kesederhanaan dan gaya hidup hemat si nenek dan cucunya inilah yang bikin buku ini sangat menarik. Btw, ini kisah nyata lho. Salute!
Uglies dan Prettiest


Novel lama ini termasuk genre fantasi yang seru. Bertutur tentang seorang remaja bernama Tally. Tally hidup di dunia dimana setiap orang yagn sudah berusia 16 tahun akan dioperasi bentuk fisiknya menjadi rupawan dan dengan menjadi rupawan, dia akan masuk ke dunia berteknologi
tinggi yang menawarkan kehidupan untuk selalu bersenang-senang. Hanya
dalam beberapa minggu, Tally akan memasuki dunia tersebut.
Namun, teman baru Tally, Shay, tidak yakin mau berubah menjadi
rupawan. Dia memilih untuk hidup di dunia luar yang penuh resiko. Saat
Shay melarikan diri, Tally mempelajari sesuatu yang baru dari dunia
rupawan yang ternyata tak secantik wujudnya. Dia berada dalam situasi
terburuk yang tak pernah dibayangkannya: menyerahkan Shay ke dunia
rupawan atau takkan bisa berubah menjadi cantik. Pilihan Tally akan
mengubah dunianya menjadi sangat berbeda untuk selamanya.
See, membaca sinopsisnya aja sudah bikin penasaran kan? Apalagi pas baca novelnya. Waaah, makin penasaran. Gimana gak penasaran? Secara saya belum dapat novel ketiganya. Sudah cari kemana-mana tapi belum nemu. Dan, novel keempatnya belum diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Hiks....!

Kayaknya hampir semua anak muda yang
hobi nonton film petualangan dan fantasi pasti tahu novel ini. Yup,
Divergent, Insurgent dan Alliegent adalah novel trilogi yang lagi
booming di kalangan kaum muda. Novel ini bercerita tentang kehidupan
manusia di masa depan yang dipisahkan oleh faksi-faksi tergantung dari
sifat alamiah mereka. Banyak adegan berantem, lompat dari tempat
tinggi, loncat dari kereta yang sedang berjalan dan adegan action
lainnnya. Bikin saya melek sepanjang malam dan nggak mau berhenti
membacanya. Tapi meskipun seru, menurut saya novel ini sangat 'keras'.
Jangan dibaca oleh anak-anak. Takutnya mereka meniru beberapa adegan
actionnya. Gimana coba kalo ada anak kecil jadi melompat dari kereta api
karena mau meniru para tokoh di novel ini? Wah, berbahaya banget kan?

Buku lama yang dicetak ulang ini bikin saya terkagum-kagum sampai melongo dan ileran (jangan dipercaya kalo yang ini). Dalam buku ini, saya mendapatkan banyak petuah yang maknyus dari seorang nenek sederhana. Nenek dari Saga yang miskin tapi tidak pernah menyesali kemiskinannya. Bahkan dengan bangga dia mengatakan kepada sang cucu bahwa mereka adalah keluarga miskin yang ceria. Keren kan? Dimana-mana orang miskin biasanya bertampang muram dan merasa dirinya malang. Tapi nenek satu ini malah membanggakan kemiskinannya.
Saking miskinnya, sang nenek memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan sang cucu dengan berbagai cara penghematan. Minum teh, ampas tehnya dikeringkan dan dibuat abon buat camilan. Mau makan sayuran, tinggal taruh galah di sungai dan tunggu sampai ada sayuran yang dibuang tukang sayur nyangkut di galahnya. Tentu saja sayuran yang nyangkut itu bukan sayuran segar tapi yang sudah jelek tapi oleh si nenek tetap bisa diambil dan dijadikan menu makan mereka. Bahkan, sungai tempat menampung sayuran nyasar itu disebut Supermarket.
Kesederhanaan dan gaya hidup hemat si nenek dan cucunya inilah yang bikin buku ini sangat menarik. Btw, ini kisah nyata lho. Salute!
Komentar
lama banget nggak beli novel T__T
gak pula semua hehe