DIBAYAR DENGAN VOUCHER ATAU DISURUH BELANJA?

Bulan Nopember lalu, saya menerima imel berupa tawaran kerjasama dari sebuah website yang menjual produk fashion dan asesorisnya. Tapi karena benefitnya hanya berupa voucher belanja di website mereka, saya jadi malas menanggapinya. Imel  berisi penawaran itu pun saya cuekin.  Tapi nggak lama kemudian, muncul lagi imel serupa. Kalau yang sebelumnya, blog Toko Buku Stroberi  yang ditawari. Kali ini blog Miss Gaptek.  Dan, karena saya lagi sibuk berat, imel itu pun saya cuekin.

Anehnya, sebulan kemudian muncul lagi imel serupa. Saya cuekin lagi. Dan, terakhir  akhir Maret lalu mereka kembali mengirimkan imel yang sama. Saya pikir, wah ini orang tough juga ya. Lalu, saya iseng aja menjawab imel mereka.  Saya tanyakan lebih dahulu tentang syarat dan ketentuan pengiriman artikel dan berlakunya voucher. 

Dan, mereka menjawab seperti Ini :

1. Mengenai berapa postingan yang harus kamu buat, cukup satu kali postingan saja, karena kerjasama ini berlaku untuk satu post artikel pada satu blog saja. Dan pada artikel tersebut terdapat satu kata yang di link ke webiste kami.

2. Satu voucher untuk satu artikel pada satu blog

3. Voucher akan saya berikan dalam bentuk kode voucher melalui email dengan masa berlaku satu bulan dan satu kali pemakaian. Namun jika kamu belum menggunakannya, kamu dapat merequest perpanjangan voucher ke saya.

4. Setelah kami memberikan kode voucher ke kamu, sepenuhnya kode voucher tersebut adalah hak kamu.
 
Hmm, saya mulai tertarik, tetapi masih ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, terutama mengenai nilai voucher yang hanya Rp. 100.000,- per artikel. Sementara, produk yang mereka jual rata-rata diatas 
Rp. 100.000,-.   Sementara perpanjangan masa berlaku voucher hanya satu bulan. Kalau voucher yang diperoleh bisa digabung/dikumpulin dulu baru dibelanjakan baru deh siip. Tapi ternyata jawaban atas pertanyaan-pertanyaan saya membuat saya berpikir ulang untuk bekerjasama dengan mereka. 
 
Dan, inilah jawabannya : 
 
V oucher yang belum terpakai biasanya diperpanjang untuk satu bulan kedepan.

Mengenai ongkos kirim:

  • Jabodetabek gratis pengiriman tanpa minimum pembelian (siplah kalo ini..)
  • Pulau Jawa, Bali, Sumatera dan Kalimantan gratis pengiriman untuk total pembelian setelah diskon di atas Rp 200.000
  • Wilayah Indonesia Timur dan Nusa Tenggara gratis pengiriman untuk total pembelian setelah diskon di atas Rp 300.000
Mengenai voucher, sayangnya hanya tersedia satu kolom voucher pada setiap transaksi, jadi kamu tidak dapat menggabungkan kode voucher yang kamu punya. (hiks, percuma deh dapat voucher).
 
Jleeeb! Yaaah, sama aja bohong dong. Dapat voucher tapi tidak bisa dibelanjakan. Iya, kalo barang yang harganya pas 100 ribu atau dibawah 100 ribu itu ada stoknya. Kalo ga ada, masa saya mesti keluarin uang lagi buat beli barang lain. Misalnya : Saya naksir tas seharga Rp. 300.000,- berarti saya harus nombok
Rp. 200.000,- Jiaaah, sama aja saya - secara tidak langsung - disuruh belanja online.  Males bangeet.  Saya jadi curiga : Ini mau ngajak kerjasama atau 'maksa' belanja online secara halus? Ups...jadi negative thinking deh.

Soalnya, saya kan anti belanja online kecuali beli buku. Lha, mereka nggak jualan buku. Kalo buku kan pasti banyak yang harganya dibawah 100 ribu atau pas 100 ribu. Lagian, ukuran baju dan ukuran sepatu saya rada sulit. Ukuran baju bisa M, kadang bisa L. Ukuran sepatu bisa 36, bisa 37. Dan, kalo untuk urusan beli baju, sepatu dan tas, lebih suka ngeliat seperti apa barangnya. Daripada ntar udah beli tahu-tahu kualitas nggak oke. 

Dan, kalo udah cape-cape nulis artikel tapi voucher yang diperoleh nggak bisa dipakai, apa nggak bikin bete? So, daripada bete, mending saya tolak aja tawaran kerjasamanya. Lain halnya, kalo mereka menawari pembayaran berupa uang tunai. Adik saya pun setuju dengan pemikiran saya. Akhirnya, saya balas imel mereka. Saya sampaikan bahwa saya tidak bersedia kerjasama dengan mereka.
 
Tapi, esoknya, tepatnya siang ini, saya dapat imel lagi dari mereka yang isinya : pembayaran dengan voucher diganti dengan cash. Tapi pembayarannya sebulan setelah artikel dikonfirmasi aktif.
 
Lha, ini baru oke..... tapi lama amat ya bayarnya. Satu bulan.....Hmm....hmm...? Kenapa nggak satu minggu gitu ? Hi hi hi..nanya kan boleh dong. 

Well, belum dijawab sih. Tapi, sebelumnya saya mau tahu nih saran dari teman-teman? Apakah saya harus terima penawaran ini?

Komentar

Hariyanto Wijoyo mengatakan…
saya juga mengalami hal yang sama, untuk sebuah artikel saya akan mendapatkan voucher, namun saya melakukan negoisasi mengenai jumlah voucher yang saya inginkan,,,,dan ternyata negoisasi saya berhasil....
Keep happy blogging always…salam dari Makassar :-)
warcoff mengatakan…
wah aku juga pernah tuh yg nawarin voucher sebesar itu , tapi krn bukan cash (diatas 300 ribu) saya tolak fan hehehe
Unknown mengatakan…
@bloghariyanto : oh gitu toh...iya akhirnya dibayar cash. hehee

@Warung coffee : waaah...kenapa ga limaratus aja sekalian, mas? hehee
Ginanjar mengatakan…
Hmm mending enggak usah deh. Itu pengelabuan--tipu--. Kalau mau belanja ya beli di toko langganan di tempat tinggalmu. Walaupun kadang kualitas barang tak begitu bagus--kaya di kota saya--. Setidaknya harga dan barang reality.
Elsa mengatakan…
aku sih gak suka dapet hadiah voucher mbak
mendingan barang sekalian atau uang gitu

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR