SALAH NOMOR

Menjadi pedagang online memang banyak suka dukanya. Selalu saja ada bahan cerita yang unik, seru, lucu, bikin bete, nyebelin tapi ada juga yang menyenangkan. Nah,kejadian yang sedikit nyebelin dan cukup merepotkan ini kembali saya alami. Dan, semuanya berawal dari nomor rumah yang salah ketik dan nomor hape yang salah ketik (lagiii??).

Seorang pembeli, sebut saja namanya ZZ mengirimkan imel berisi pesanan buku dan alamat lengkapnya plus nomor hp nya. Saat membaca imelnya, memang sempat mikir apa iya ada nomor hp 0915....dstnya. Tapi karena alamatnya di Bandung, saya berpikir mungkin ada provider baru yang hanya beredar di daerah Bandung dan sekitarnya. Yang pasti bukan kode area Bandung. Nomor rumahnya pun besaaar. 2310. 

Namun kecurigaan itu tidak sempat saya tanyakan karena kesibukan pekerjaan sehari-hari. Setelah transfer dilakukan, buku pun saya kirim esok harinya. Eh, siapa sangka, 1 hari setelah kirim paket buku, saya ditelpon JNE. Katanya alamat yang diberikan nggak ditemukan, Nomor hp gak bisa dihubungi. Penasaran, saya coba telp dan SMS ke pembeli ybs. SMS failed. Telpon pun nggak ada nada sambung sama sekali. Padahal pihak JNE sudah mengirimkan SMS dan minta saya untuk memberitahu alamat yang benar plus nomor hp yang bisa dikontak. 

Alhasil, saya pun hanya bisa kirim imel kepada si pembeli. Tapi, sampai sore, imel nggak dibalas. Sementara dari JNE kembali menelpon saya. Saya pun minta dikeep dulu paket bukunya karena saya belum dapat jawaban dari si pembeli. 

Esok paginya, saat membuka smartphone, imel balasan pun datang. Mulanya, ybs dengan kalem menjawab : Biasanya sampe. Mungkin kurir JNE nya nggak pernah ke daerah rumah saya. Tapi, nggak lama imel lainnya masuk : Astagaaa! Iya, nomor rumah salah. Mestinya nomor 203. Maaf, kakak jadi repotin. Hp saya juga nggak aktif kemarin.

Alamak! Saya cuma mesem getir. Akhirnya, saya dan si pembeli berbalas pantun eh SMS. Soalnya, dia ngak selalu online. Lalu, saya minta dia untuk menghubungi orang JNE Bandung. Tanya saja ke sana, apakah paketnya masih ada. Dan, beritahu alamat jelasnya. Soalnya, kalo sampe paket kembali ke Jakarta, saya nggak akan mengirimkan ulang kecuali dia mau transfer ongkir lagi. Kalo toh, nggak mau transfer ongkir ya saya akan kembalikan uangnya tapi hanya seharga buku yang dipesannya, karena ongkir sudah digunakan untuk bayar JNE. Memang setiap paket yang kembali, ongkirnya pasti hangus. 

Untungnya, dia mau ngerti kalo itu terjadi karena kelalaiannya. Dan, untungnya paket masih di JNE Bandung, jadi  tak lama kemudian paketnya sampai setelah dia menghubungi pihak JNE. So, pengalaman ini semoga bisa menjadi pelajaran bagi teman-teman yang suka membeli barang via online. Kalau memberikan alamat sebaiknya yang jelas dan jangan sampai salah ketik. Begitu juga saat memberikan nomor telpon atau hp. Karena kalo salah nulis atau ketik, bisa fatal akibatnya. Jangan sampai sudah salah kasih nomor rumah eh salah kasih nomor hp juga.

Pelajaran juga buat saya untuk selalu mengingatkan para pembeli dalam mencantumkan alamat jelas dan nomor hp/telp yang benar. Jangan salah ketik/nulis.
Jadi jangan heran kalo ada kalimat tambahan di setiap postingan buku yang saya jual. Bunyinya begini nih : 

Pesan via tokobukustroberi@yahoo.com dengan menyebutkan nama, alamat lengkap dan nomor hp/telpon (mohon ditulis jelas dan jangan ada kesalahan ketik karena bila paket tidak sampai/hilang/nyasar karena kesalahan dalam memberikan alamat maka TB Stroberi tidak akan mengganti kerugian).


Komentar

Unknown mengatakan…
jadi pengalaman saja, semoga lain kali gak salah lagi...
ketty husnia mengatakan…
memang harus teliti banget ya Mba Fanny..salam hangat buat Mba Fanny, lm saya tak berkunjung ke blog mba :)
Lidya Fitrian mengatakan…
kalau aku pernah tuh diresinya salah nomor rumah, padahal aku sudah betul menulsinya

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR