IKAN LELE TITIPAN TUHAN
Dedi pusing tujuh keliling. Penghasilannya sebagai pedagang
tempe di pasar tidaklah seberapa. Hanya cukup untuk makan sehari-hari
keluarganya. Sementara sudah seminggu ini puteranya sakit keras. Sudah dibawa
ke puskesmas tetapi belum sembuh juga. Dedi ingin membawa ke rumah sakit yang
lebih besar dengan harapan puteranya bisa diobati dan segera sembuh. Tetapi, ia
tak punya uang yang cukup untuk biaya berobat.
Di tengah kepusingannya, puteranya yang sedang demam
mengatakan keinginannya makan daging ikan. Aduuh, dari mana uang buat beli
daging? Kemarin saja, tempenya banyak yang belum terjual. Dedi pun hanya bisa meminta puteranya
bersabar karena dia belum punya uang untuk membelikannya daging.
Tak lama kemudian, seekor kucing lewat di depan rumah Dedi.
Di mulut kucing itu ada seekor ikan lele yang cukup gemuk. Ikan lele itu masih
segar dan tampaknya baru ditangkap si kucing. Entah mengapa, kucing itu
meletakkan ikan lele itu ke halaman rumah Dedi.
Lalu dengan santai , sang kucing berlalu dan tak kembali lagi.
Dedi yang sedang duduk di teras rumahnya merasa heran. Dia
mengamati ikan lele itu. Wah, ikannya masih segar sekali. Ekornya saja masih bergerak-gerak sedikit. Akhirnya
karena sang kucing tak juga kembali, Dedi mengambil ikan lele itu dan meminta
isterinya untuk membersihkannya lalu menggorengnya.
Sore itu juga, putera Dedi bisa menikmati daging ikan lele.
Dia makan dengan lahap dan anehnya besok pagi dia sudah lebih sehat. Badannya
tak lagi demam. Bahkan, semakin hari kondisi kesehatan puteranya semakin baik
dan akhirnya sembuh total.
Dedi pun bersyukur kepada Tuhan. Dia percaya ikan lele itu
adalah titipan Tuhan untuk puteranya. Dan, kucing itu mungkin saja jelmaan
malaikat yang diutus Tuhan untuk membawakan ikan lele. Mungkin terdengar
seperti dongeng anak-anak, tetapi bagi Tuhan tak ada yang mustahil. Apapun
kesulitan kita, percayalah bahwa Tuhan dapat menolong kita bahkan dengan
caraNya yang tak terduga.
NOTE : KEAJAIBAN KECIL YANG TERJADI ADALAH BUKTI BAHWA KASIH
SETIA TUHAN TAK PERNAH BERKESUDAHAN.
Komentar