GAK SOPAN!

Sebuah imel masuk ke akun yahoo puteri Stroberi. Dari tuan Braman, teman SMA nya dulu. Imel itu berisi hasil scan  draft perjanjian kerjasama antara tuan Braman dengan rekan bisnisnya.  Tanpa pesan apapun. Bikin kening puteri Stroberi berkerut kayak baju yang abis dicuci, diperes, belum disetrika, ketindih sofa pula. What is the maksud? Apa sih maksud imel ini? Gak ada hujan, ga ada badai, ga ada kilat, tahu-tahu ada imel kayak gini. 

Puteri Stroberi pun teringat beberapa hari lalu tuan Braman pernah meminta jasanya bikinin draft perjanjian kerjasama. Lah, sudah dikirim toh draftnya. Kenapa mendadak muncul draft antah berantah macam ini? Alhasil, puteri Stroberi mengirimkan jawaban via imel : Maaf, ini mau diapain ya? Kan kemarin sudah dibuatin draft kerjasama. 

Gak pake lama, hp puteri berdering. Ada telpon dari stafnya tuan Braman.

Staff : " Selamat siang, puteri Stroberi! Saya puteri Anti, stafnya tuan Braman."
 
Stroberi : "Ya, saya sudah terima. Itu maksudnya apa ya, mbak?"
 
Staff : " Gak tau, puteri. Soalnya, tahu-tahu saja diminta imel ke puteri Stroberi."
 
Stroberi menghela nafas (wangi pepsodent lho, abis sikat gigi sih) : "Saya kan sudah kirim draft kemarin. Kenapa mendadak muncul draft ini ya? Hasil scan pula. Sulit bacanya. Mesti di zoom berkali-kali. "

Staff : "Ya, puteri bicara aja ya dengan tuan Braman."
 
Telpon pun dioper ke tuan Braman. Seperti biasa, tuan Braman yang bossy cuma ngomong gini :

"Tolong direview perjanjiannya."

Stroberi langsung tuing-tuing. Emang ente pikir siape sih diri ente? Main perintah aje.Aye kan pemberi jasa hukum profesional. Bukan staff legal situ. Main asal jeplak minta direview. Mana dokumennya kirim pake imel. Dokumen berlembar-lembar gitu. Apa gak sepet ngeliatnya di kompi? 

"Tolong juga ya tuan Braman, dokumen itu dikirim by kurir. Jangan via imel. Suseh nih liatnya. Lagian kan kemarin minta dibuatin draft bukan minta review draft."

"Iya, nanti saya kirim via kurir. "

Pembicaraan pun putus. Begitulah lagak lagu tuan Braman. Sok ngebossy. Sok main perintah aje. Mentang-mentang sama teman SMA. Padahal waktu SMA juga ga akrab banget. Puteri Stroberi jadi gemes. Dia telpon balik ke ponsel tuan Braman tapi nggak diangkat. Akhirnya, dia telpon staffnya tuan Braman.

Dia keluarkan unek-uneknya. 

"Mbak, tolong sampaikan ke tuan Braman. Kalau mau kirim dokumen jangan via imel yang hasil scan dan sulit dibaca kayak gitu. Kalau toh mau dibantu review lebih baik dikirim dokumennya by kurir. Atau, ketik ulang saja di word ya. Lalu kirim via imel. Tapi jangan saya yang ketik ya. Saya bukan juru ketik. Saya ini pemberi jasa hukum. Tolong hargai profesi saya. Dan, jangan bolak balik terus. Kemarin minta dibuatin draft. Sekarang minta review draft. Kalau memang maunya seperti itu, sebaiknya tuan Braman rekrut staff legal. "

"Iya, puteri. Nanti saya sampaikan."

Gak pake lama juga, hp puteri berdering lagi. Staff tuan Braman menelpon.

"Puteri, ternyata maksud tuan Braman cuma minta diliatin bener gak isi draftnya. Bukan minta diperbaiki apalagi diketik ulang."

"Oh gitu? Yah, lain kali kasih pesan yang bener dong. Soalnya mendadak imel gitu. Ga jelas apa maunya. "

"Iya, saya juga sempet bingung tadi. Kok disuruh imel tanpa pesan apapun."
 
" Satu lagi. Jasa yang bisa diberikan cuma sekali review saja ya. Ini pun sudah nggak sesuai kesepakatan. Sudah dibuatin draft tahu-tahu minta review draft lain. Saya ngga mau diminta review berkali-kali. Saya bukan staff legal lho."

"Iya, puteri. Saya mengerti."

Yasuds, masalah clear. Tapi bikin gondok,. Baru bayar jasa drafting saja, lagaknya sudah ngebossy.  Huff! Memang susah kalo kliennya teman sendiri. Malah suka saenake dewe. Suka ga sopan!


Komentar

Anonim mengatakan…
Mungkin bakalan lebih menggigit ceritanya kalau diceritakan/digambarkan suasana Putri Sroberi dan Tuan Braman dalam berdialog Misalnya, saat Putri Stroberi meminta dikirim draft aslinya, digambarkan Putri memilin-milin kabel teleppon, atau sambil mondar mandir di ruangan, tangannya memainkan bolpen sambil mengingat ulah resenya Tuan Braman yang lainnya.
Salam kenal :)
Seiri Hanako mengatakan…
enak niy ceritanya
trims ya mbak
Bekti mengatakan…
Mwahaha.. aku pun pernah punya pengalaman yang sama mbak ^^
Aprijanti mengatakan…
"harga temen" itu harusnya emang lebih mahal sih. :))
Dulu waktu kuliah, sering ngalemin juga sih... Yah gitu deh kalau berteman karna ada maunya.. Saat udah lulus, aku serasa dilupakan... -_-
ayie kasturi mengatakan…
ya gitu tuh mba, kadang ada yang karena temen lebih enak lebih ngerti, tapi ada juga yang karena temen malah sesuatu begituh. haduuh,, variasi dah.^^
Lidya Fitrian mengatakan…
temen sih temen tapi harus menghargai profesi ya mbak
Dihas Enrico mengatakan…
dia gak tau sih bagaimana cara menggunakan "senjatanya" sbg seorang boss.....
heheee....
Elsa mengatakan…
beneerrr benerrr
aku juga menghindari tuh berbisnis sama teman sendiri atau saudara sendiri

ntar pasti ada gak enak nya gini

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR