ANDAI WAKTU BISA KEMBALI
Sebagai anak bungsu dari lima bersaudara, Via diperlakukan dengan manja oleh orang tua dan saudara-saudaranya. Suatu hari, Via harus menyaksikan kondisi tubuh ayahnya yang mendadak tak dapat bicara. Stroke mendadak yang dialaminya membuatnya bisu dan lumpuh pada sebagian anggota tubuhnya.
"Kak, kenapa ayah bisa sepert ini? " Tanya Via cemas.
"Tadi ayah terpeleset dan sekarang tak bisa jalan. Juga tak bisa bicara. Dokter bilang, ayah terkena stroke dan lumpuh sebagian tubuh." Jawab Sinta, kakak sulung Via.
Sejak itu, Via selalu membantu merawat ayahnya. Kadang dia menyuapi ayahnya makan atau mengambilkan koran pagi untuk ayahnya. Di malam hari, Via sering memijit betis ayahnya sambil menceritakan kegiatannya di sekolah hari itu.
Tetapi perhatian dan kasih sayang Via lambat laun memudar. Ia mulai sibuk dengan teman-temannya. Setiap pulang sekolah Via lebih suka keluyuran ke mal atau membuat pe-er di rumah sahabatnya. Apalagi setelah tamat SMA, ia melanjutkan kuliah di luar kota. Perhatiannya pada sang ayah kian berkurang.
Suatu hari, Bimo kakaknya menelpon Via.
"Via, kamu harus pulang hari ini juga. Ayah sudah tiada."
Via tersentak. Hatinya mendadak diselimut kabut kesedihan. Ia pun segera pulang ke rumah dan menemukan tubuh ayahnya sudah terbujur kaku di dalam peti. Via teringat bahwa liburan semester tahun lalu saat terakhir bertemu, ayahnya meminta Via memijit pundaknya tetapi Via menolak. Ia sudah janji akan pergi jalan-jalan dengan teman-temannya. Via tersedu. Ia merenungkan kembali sikapnya selama ini. Ternyata selama ayahnya lumpuh, ia sering bersikap tidak baik. Ia sering merasa bosan harus merawat ayahnya dan tak jarang membentak ayahnya bila menjatuhkan makanan di atas ranjang.
Via ingin minta maaf pada ayah, tetapi semuanya sudah terlambat. Ia meminta Tuhan untuk mengembalikan hidup ayahnya. Tetapi ayahnya tetap terbujur diam. Akh....
Komentar
Salam wisata
tapi waktu berbicara tegas padaku,.. Itu musthail !, dan aku hanya bisa terdiam.