HATI-HATI DENGAN AMARAHMU

Gito baru empat bulan menikah dengan Susi. Mereka tinggal di rumah peninggalan orang tua Gito. Karena Gito memiliki seorang adik yang belum menikah maka sang adik juga tinggal di rumah itu. Suatu hari, Gito harus bertugas ke luar negeri untuk jangka waktu yang cukup lama. Dia pun meminta Dewo, adiknya untuk menjaga Susi.

Susi dan Dewo seumuran sehingga mereka cepat akrab satu dengan yang lainnya. Mereka sering bercanda layaknya seorang teman. Dewo juga sering membantu Susi melakukan pekerjaan rumah tangga.

Keakraban mereka rupanya memancing gosip di antara para tetangga mereka. Ketika Gito kembali dari tugasnya, gosip itu  terdengar sampai ke telinganya. Gito menjadi cemburu. Apalagi ketika dilihatnya perut Susi semakin buncit. Rupanya Susi sedang hamil. Gito tak bisa menahan kecemburuannya. Dia memanggil Dewo dan tanpa banyak kata, dia memukuli adiknya sampai Dewo terluka parah dan menghembuskan nafas terakhirnya.

Gito ditangkap oleh pihak yang berwajib dan dipenjara karena perbuatannya itu. Dia sangat menyesali perbuatannya tapi nasi sudah terlanjur menjadi bubur. Penyesalannya tiada guna. Apalagi, saat dia melihat Susi yang shock harus dirawat di rumah sakit karena keguguran.

Ketika Gito diberi kesempatan untuk membesuk Susi, dia mendapatkan fakta yang membuatnya semakin terpuruk di dalam rasa sesalnya.  Susi berkata diantara rasa dukanya :

“Aku tidak pernah selingkuh dengan adikmu, mas. Janin yang pernah ada dalam kandunganku ini benar-benar anakmu. Tapi aku baru mengetahuinya seminggu setelah kamu pergi ke luar negeri. Aku sengaja tak memberitahumu karena ingin memberimu kejutan ketika kau pulang dari tugasmu. “

Apa yang dialami Gito adalah buah dari amarahnya yang sulit dibendung. Dia lebih menuruti nafstu amarahnya ketimbang berpikir jernih. Bagaimana dengan kita? Maukah kita menjadi orang yang selalu mau  mendengar (penjelasan orang lain) tapi lambat untuk marah?

Note : Setiap orang seharusnya dapat menguasai emosinya dengan benar, sebab kemarahan tidak mendatangkan kebaikan.


Komentar

Yanuar Catur mengatakan…
kalau nuruti nafsu, apalgi di bulan ramadhan nanti, puasa saya jadi batal dech mbakk..
hehehe..
Hariyanto Wijoyo mengatakan…
dalam Islam,,perang yang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu ...salam :-)
Basith Kuncoro Adji mengatakan…
Mengerikan kronologinya, tapi memang benar seperti itu.
Unknown mengatakan…
sebuah cerita sederhana tetapi mengandung makna yang sangat dalam. Api amarah yang bergejolak dalam dada manusia kerap kali membutakan akal, pikiran dan hati manusia (lihat peristiwa2 yang terjadi di sekitar kita)
warcoff mengatakan…
bener itu sist, emosi kalau tidak tepat atau gak bisa nahannya akan merugikan diri kita sendiri n org lain
ceritatugu mengatakan…
Mazmur37:8 Berhentilah marah dan tinggalkanlah panas hati itu, jangan marah, itu hanya membawa kepada kejahatan.
Pringadi mengatakan…
Memang ya kita nggak boleh suudhon dan mengklarifikasi masalah dulu sebelum mengambil keputusan....

hufff
http://reinvandiritto.blogspot.com/
Marchia Diandra mengatakan…
Jika kita marah jangan biarkan amarah itu melewati hari berganti, karena itu akan memberi peluang si Iblis untuk turut campur :)
attayaya mengatakan…
ga cek and ricek dolooo seeeh

mohon maaf lahir bathin ya
Lidya Fitrian mengatakan…
mempunyai amarah banyak ruginya ya
Reni mengatakan…
Sesal kemudian tiada berguna... :(
ayie kasturi mengatakan…
amarah memang selalu merugikan. baru mampir lagiiii mbaaa. ahoihoiii..^^
Unknown mengatakan…
emang paling sulit sih menahan amarah
Suci Mine mengatakan…
amarah memang susah dikontrol, kalau keluar dengan membabi-buta bisa menyesal dikemudian hari, kalau dipendam bisa membuat penyakit...^_^
Hariyanti Sukma mengatakan…
Pembelajaran yg sangat berharga

Hmmmm......lama ya gak ke rumah mbak Fanny
Dihas Enrico mengatakan…
kok kayak sinetron ceritanya ya....
:P
Dihas Enrico mengatakan…
kok kayak sinetron ceritanya ya....
:P
Unknown mengatakan…
aPa KaBaR SaHaBaTKu...

LaMa TaK JuMPa

SaLaM

DaRi

BaNG BaKa
https://www.facebook.com/penari.aksara
IjoPunkJutee mengatakan…
Amarah, mudah meledak, namun biasanya berujung penyesalan....
attayaya mengatakan…
aloo
alooo
aloooo

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR