DIMANAKAH ENGKAU, TUHAN?
Saat saya menanyakan pertanyaan Dimanakah Tuhan? Keponakan saya yang masih duduk di bangku SD menjawab : Di surga.
Namun ketika pertanyaan itu diajukan oleh seorang pemuda, mungkin dia akan menjawab : "Tuhan ada di surga tapi juga ada di hati orang yang percaya."
Tapi bagaimana jika pertanyaan itu diajukan kepada orang yang sedang mengalami masalah yang sangat berat. Mungkin, ada yang menjawab : Dimanakah Tuhan? Mengapa Dia tidak menjaga anak saya ketika dia sedang menyeberang jalan? Mengapa Dia biarkan anak saya tertabrak mobil?"
Yang lain mungkin bertanya : "Dimanakah Engkau, Tuhan? Mengapa Kau ijinkan kemalangan demi kemalangan menimpa bangsa ini? Mengapa Kau biarkan perang melanda negeri kami?"
Mereka yang sanak saudaranya meninggal karena bom, mungkin akan bertanya : "Dimanakah Engkau, Tuhan? Mengapa saudaraku yang tak bersalah ini menjadi korban bom di Bali?"
Sadar atau tidak, semua pertanyaan itu sudah melukai hati Tuhan. Sebab, pertanyaan itu bukan saja telah meragukan keberadaan Tuhan tetapi juga meragukan kasih dan kuasaNya. Bahkan, meragukan Pribadi Tuhan itu sendiri.
Saya tahu, hidup ini berat. Tidak ada yang mudah. BBM naik. Harga-harga bahan makanan dan barang-barang lain melangit. Keamanan tidak terjamin. Anak sakit-sakitan. Kejahatan merajalela, Perang tidak ada berhentinya. Bencana alam bagai tak kenal lelah.
Tapi, satu hal tetap perlu kita ingat. Jangan pernah ragukan kasihNya. Jangan ragukan keberadaanNya. Kita menderita atau tidak, Tuhan selalu bersama kita. Cuma itu yang saya pegang saat saya sedang mengalami berbagai masalah hidup. Tetap percaya dan tidak ragu akan kasih Tuhan.
Komentar
iya, sedih sama selera saya. temen2 pada ngobrolin buku bestseller, saya celingukan, soalnya ga pernah baca. dan maksa baca pun, ga bisa -__-
Kasih Tuhan sebenarnya mengalir seiring hembusan napas kita.