SEVEN DAYS
Penulis : Rhein Fathia
Tidak heran novel ini menjadi pemenang pertama dalam lomba
penulisan novel Romance tahun 2011 yang diadakan oleh penerbit Qanita. Karena
isinya memang layak diacungkan jempol. Meski temanya sederhana, tetapi lokasi
yang menjadi setting kisah novel ini yaitu beberapa tempat wisata di Bali
sangat unik. Meski semua orang tahu Bali
tetapi deskripsi setiap lokasi wisata yang dikunjungi para tokohnya sangat
mengagumkan. Secara tidak langsung, orang yang membaca novel ini akan tahu
betapa indahnya Bali dan pastinya pengen ke sana. Kalo ada pemilihan novel
bertema pariwisata, kayaknya ini novel cocok banget. Jadi, selain menuturkan soal cinta, kesetiaan dan perselingkuhan, juga menyajikan tempat-tempat wisata yang oke punya di Bali.
Btw, novel ini bercerita mengenai cinta Shen kepada Nilam, sobatnya sejak kecil. Nilam pun memiliki perasaan yang sama kepada Shen. Hanya saja, ia baru menyadarinya setelah memiliki seorang kekasih yang sebentar lagi akan melamarnya. Shen yang cinta mati sama Nilam mencoba menguak perasaan gadis itu karena ia yakin bahwa Nilam juga mencintainya. Walaupun Nilam selalu merasa tidak mungkin mencintai Shen dan berusaha tetap setia pada sang kekasih, tetapi kebersamaan mereka selama liburan berdua di Bali, telah menggoyahkan perasaan Nilam. Ternyata, dia memang mencintai Shen.
Idenya simpel kan? Tapi, cara penulisannya emang keren. Setiap hari bersama Shen menjadi catatan manis bagi Nilam. Sayangnya, saya menemukan sedikit kejanggalan. Kok, bisa gitu cowok dan cewek - seerat apapun persahabatan mereka - pergi liburan ke pulau seromantis Bali hanya berdua aja? Padahal, si cewek sudah punya pacar dan sebentar lagi dilamar. Okelah, mereka memang sudah seperti saudara, tapi kan tetep aja beda kelamin. Kayaknya hal seperti ini nggak sesuai dengan budaya kita deh. Tapi, mungkin kejanggalan ini cuma karena saya yang terlalu konservatif saja. Bagi saya, liburan berdua dengan lawan jenis meskipun dia sahabat super akrab, tetap aja kurang pantas. Apalagi, ada adegan sekamar berdua. Sekuat apapun iman seorang cowok kan bisa aja tergoda gitu buat melakukan hal-hal yang gitu deh.
Terus, kok bisa seorang pria membiarkan kekasihnya liburan berdua saja dengan sobatnya yang berjenis kelamin cowok? Agak aneh kalo pria ini gak cemburu. Padahal, dia sangat mencintai kekasihnya.
Well, apapun kejanggalan yang saya temukan, nyatanya novel ini tetap tampil sebagai pemenang. Atau, selera saya aja yang payah. Kurang mengerti perkembangan jaman dan gaya pergaulan anak muda sekarang. He he he....

Komentar
anyway, soal liburan bareng itu kayanya udah jadi hal yang 'biasa' dhe belakangan ini :)
Dari reviewmu, mungkin novel diatas kelebihannya bisa menutupi kekurangannya secara halus hingga layak jadi pemenang :D