MAYORITAS TAK SELALU BENAR
Dalam suatu rapat, seorang pria berkata begini : "Ya, saya sih ngikut aja deh. Mana suara terbanyak ya saya ikut..."
Tapi, gunakan logika yang seimbang dengan emosi agar keputusan yang diambil tidak merugikan diri sendiri dan orang di sekitar kita.
Bila diperhatikan lagi, bukan hanya pria itu yang suka bicara demikian. Pada umumnya, kita sering berpendapat begitu. Ikut aja deh apa kata suara terbanyak. Gejala semacam ini sering disebut sindrom mayoritas. Padahal mayoritas tak selalu benar. Apalagi jika kita beranggapan bahwa suara mayoritas adalah suara Tuhan. Ungkapan seperti Vox Populi Vox Dei yang artinya suara rakyat adalah suara Tuhan, seringkali ungkapan itu digunakan demi kepentingan mayoritas.
Kenyataannya tidak seperti itu. Tidak heran, banyak sekali keputusan penting menimbulkan hasil yang penuh dengan kegagalan karena diputuskan berdasarkan suara mayoritas. So, dalam mengambil keputusan apapun sebaiknya kita berhati-hati, jangan berdasarkan : yang penting apa kata orang banyak deh.
Komentar
Zyadah.
Salam
1. Malas mikir
2. Takut pendapatnya diremehkan orang lain
3. Menghindari perdebatan kusir.