Jumat, 17 Mei 2013

LAMPAU

Judulnya singkat : Lampau tapi ceritanya keren banget. Berlatar belakang salah satu suku di Kalimantan yang terkenal sebagai daerah penuh magis, penuh keajaiban, kisah di novel ini membuat saya teringat pada novel-novel ala Laskar Pelanginya Andrea Hirata.

Bertutur tentang semangat seorang remaja yang ingin meneruskan sekolahnya sampai masuk ke pesantren demi mendapatkan sekolah gratis. Padahal ia sendiri bukan muslim, tapi demi mendapatkan ilmu tanpa harus keluar biaya, ia rela menjadi murid di pesantren. Sayangnya, usaha dan kerja kerasnya selama di pesantren harus dikalahkan oleh kesombongan salah seorang murid yang berasal dari keluarga kaya. Ia difitnah telah menganiaya murid itu sehingga akhirnya ia memilih kabur dari pesantren dan berjuang menghidupi dirinya dengan bekerja serabutan. 

Suatu hari pemuda ini tak sengaja terdampar di pulau Jawa. Maka dimulailah kisah petualangannya sebagai seorang  preman yang harus berkelahi demi mempertahankan wilayah kekuasaannya. Dan, lagi-lagi ia kalah. Ia harus pergi dari  wilayah kekuasaannya dan menumpang di sebuah mesjid. Di tempat itulah, dia menemukan kembali bakat terpendamnya yaitu menulis. Ia pun mulai mengirimkan karyanya ke berbagai penerbit hingga akhirnya berhasil diterbitkan dan menjadi seorang penulis yang punya penghasilan lumayan.

Sayangnya, kisah yang pada awalnya bagus ini menjadi semakin datar di bab-bab terakhir, terutama ketika membahas masalah percintaan sang tokoh utama. Padahal di awal-awal kisah, rasanya seru banget. Apalagi adanya kekuatan magis yang dimiliki oleh sang ibu dari tokoh utama di novel ini.

Btw, terlepas dari kekurangannya di bab-bab akhir, novel ini tetap keren dan patut dibaca.

Penulis: Sandy Firly
Penerbit : Gagas Media




5 komentar:

ayie kasturi mengatakan...

Keren nih pasti kalo latarnya dari negeri sendiri, secara sekarang kan Korea2 getooh demenannya. Hahha..

Rosa D Panda mengatakan...

Pernah ngeh sm coverny d mba,

kabar kampus mengatakan...

boleh juga tuh gan
jangan lupa mampir ya
http://kabarkampus.com

Ananda Rumi mengatakan...

Ini Novel yang sangat kuat dari segi penokohan dan latar Dayak di Loksado, Kandangan Kalimantan Selatan. Kita juga pasti terhanyutb dalam kata-kata yang menggambarkan indahnya wisata Loksado, Kalsel.

Raejodin Kampoeng Luka'as mengatakan...

sangat luar biasa novelnya, bahkan dapat dikatakan novel yang bisa mengangkat kebudayaan daerah. patut di acungi jempol, aku saja kaga bosen2 tuh berulang kali membacanya.