MENGHARGAI HIDUP

Xiao Zheng, seorang remaja berusia 17 tahun yang berasal dari Tiongkok nekad menjual ginjalnya demi mendapatkan sejumlah uang untuk membeli iPad.

Tanpa sepengetahuan sang ibu, ia pergi ke rumah sakit untuk operasi pengangkatan satu ginjal yang dilakukan beberapa dokter. Operasi berjalan sukses. Setelah menjalani pemulihan selama 3 hari di rumah sakit, ia diperbolehkan pulang dan mendapat bayaran. Dengan uang itulah ia bisa membeli iPad. Namun diluar pemikiranku, iPad yang dimilikinya ternyata menimbulkan pertanyaan besar bagi sang ibu. Ibunya bertanya dari mana dia memperoleh barang itu.

Ia tak punya jawaban lain selain  mengakui apa yang sebenarnya terjadi. Pengakuan itu membuat ibunya sangat terkejut. Ibu mana yang tidak hancur hatinya jika di perhadapkan dengan situasi seperti itu. Ibunya tidak berdiam diri. Wanita itu membawa anaknya kembali ke kota dimana dia dioperasi dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian. Namun, saat handphone agen penjual ginjal yang bertanggung jawab dalam operasi tersebut dihubungi, handphone mereka sudah tidak aktif lagi. Singkat cerita, keadaan anak itu tidak seindah yang direncanakan. Dia menderita gagal ginjal karena ginjal yang satu ternyata tidak berfungsi dengan baik.

Mungkin kita berpikir, mengapa Xiao Zheng bisa senekat itu? Mengapa ia rela menukarkan sesuatu yang berharga di dalam tubuhnya dengan sesuatu yang nilainya lebih rendah dari organ tubuh kita? Itulah salah satu akibat jika seseorang tidak memiliki pemahaman yang benar akan hakikat penciptaan dirinya. Ketidakpahaman itu membuat dia dengan mudah bertindak bodoh. Dia lebih mengikuti tawaran dunia (berupa barang-barang elektronik yang mahal) daripada menghargai tubuhnya. Ia telah menyia-nyiakan apa yang sudah Tuhan anugerahkan.

Mengerikan sekali, bukan? Karena itu, waspadalah terhadap kemajuan teknologi yang menyediakan berbagai barang canggih. Jangan sampai kita tergiur untuk memilikinya dan menggunakan berbagai cara.



Komentar

ayie kasturi mengatakan…
ada juga mba, pernah aku baca, yang rela jual ginjalnya, buat biaya berobat ayahnya yang sakit parah. mungkin kalo itu lebih mulia kali ya.^^
TS Frima mengatakan…
semoga tidak terjadi pada remaja Indonesia
ceritatugu mengatakan…
ini korban teknologi modern
-Indah- mengatakan…
Dia lebih mengikuti tawaran dunia (berupa barang-barang elektronik yang mahal) daripada menghargai tubuhnya. Ia telah menyia-nyiakan apa yang sudah Tuhan anugerahkan.

ini 'pesan'-nya bagus bangets lho! terkadang yaa, jangankan 'sekedar' organ tubuh, orang kadang rela menjual 'jiwa' mereka demi 'kenikmatan' duniawi *oucch*

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR