JAMBRET DI HARI LIBUR
Tanggal 29 Maret lalu, sepulangnya dari mengantar saya dan adik ke gereja, papa saya menyaksikan peristiwa penjambretan terhadap seorang asisten rumah tangga yang baru pulang dari pasar. Sang asisten RT ini rupanya sedang naik sepeda sambil ber hp ria. Sementara jalanan yang dilalui sunyi sepi. Mungkin karena hari libur dan hari kejepit pula sehingga banyak orang bepergian.
Saat itulah,sebuah motor dengan satu orang yang membonceng lewat di samping si asisten RT. Breet! Hp nya disambar. Si asisten terkejut. Sepedanya goyah dan barang belanjaannya jatuh berserakan. Papa yang sedang menyetir mobil juga kaget. Si asisten berteriak minta tolong tapi karena semua yang ada di daerah itu terkejut, semua malah pada bengong. Termasuk supir bajaj yang sedang nongkrong. Si asisten RT pun cuma bisa menangis. Hp nya yang tak seberapa harganya harus melayang begitu saja.
Soooo....waspadalah...waspadalah...jangan suka ber hp ria di pinggir jalan. Baik itu jalan ramai maupun jalan yang sepi. Karena penjambret tak kenal waktu. Mereka bisa saja beraksi secepat flash gordon. Dan, biasanya sulit dikejar. Wong, abis jambret mereka kabur kayak kilat. NGEEEENGGG...!!!
See, Jakarta memang semakin nggak aman. Makanya, jangan suka pamer gadget deh. Gadget murah aja dijambret, apalagi gadget muahal. Kalau nggak penting banget, hindari telponan di pinggir jalan. Biarin aja pacarmu ngomel karena kamu nggak angkat telponnya. Biarin aja bossmu ngedumel karena kamu nggak balas BBM nya. Kalo toh terpaksa harus mengangkat telpon, cari tempat yang rada aman. Masuk ke halaman restoran kek atau ke kantor orang kek. Halamannya aja nggak apa-apa dong. Kan cuma sebentar.
JAKARTA TIDAK AMAN, KARENA ITU LINDUNGI DIRI KAMU DENGAN SELALU BERPENAMPILAN SEDERHANA. TIDAK USAH PAMER GADGET. TIDAK USAH TUNJUKKAN KEKAYAANMU. BIARKAN SAJA DIANGGAP MISKIN, ITU LEBIH BAIK DAN AMAN. HE HE HE...
Komentar
Like this ... :D
mesti belajar kungfu ni keknya, kalo ada yang nodong, ciiiyaaaat, sikaaaat. hihi..
Nice post mbak..